kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Pon, 8  Nopember 2002

 Politik


Momentum Bangkitkan Jati Diri

SEBURUK apa pun suatu peristiwa menimpa kehidupan manusia, akan selalu ada hikmahnya. Pernyataan itu sangat signifikan dengan peristiwa pengeboman di Kuta, 12 Oktober lalu. Tragedi yang mengusik rasa kemanusiaan itu, telah menorehkan luka mendalam tidak hanya bagi masyarakat Bali, tetapi masyarakat Indonesia dan dunia internasional.

ali yang kesehor di mata internasional karena keindahan alamnya, keramahtamahan penduduk, keunikan adat dan budaya serta tingginya sikap dan perilaku religiusitas merupakan potensi yang melekatkan brand name Bali sebagai pulau sorga, pulau seribu pura, the morning of the world, the last paradise dan sejumlah sebutan membanggakan lainnya. Inilah basic pariwisata kita. Ini pulalah yang menyebabkan pariwisata itu berkembang. Semuanya itu seakan-akan ingin dinodai oleh tangan-tangan kotor aksi terorisme itu.

Musibah Kuta, menjadi pelajaran menarik untuk mengingat kembali memori itu sembari melakukan instrospeksi terhadap berbagai hal yang menjadikan wajah Bali seperti sekarang ini. Di balik ''keberhasilan'' ideologi developmentalism yang dikuantifikasi dengan ukuran yang sangat sumir, ternyata menyisakan berbagai problematika kualitatif seperti distorsi sosial, budaya, nilai kebersamaan, lingkungan dan disparitas ekonomi. Bali kini dikatakan sebagai lost paradise. uta sebagai pusat pariwisata Bali, merupakan jantung perekonomian Bali dari sektor pariwisata.

Terganggunya Kuta, sama artinya terganggunya pariwisata. Terganggunya pariwisata dapat mengganggu sektor ekonomi, sosial dan merambah ke politik dan keamanan. Dampaknya mulai merambah rantai sektoral satu per satu. Menurunnya tingkat hunian hotel dan penggunaan jasa travel menjadi momok bagi para pebisnis dan pekerja pariwisata akan nasib dan kelangsungan hidup mereka. Yang paling terpukul justru para suplier barang-barang kebutuhan hotel yang notabene dilakukan oleh pelaku usaha kecil dan menengah serta para petani agrowisata.

ini yang perlu dipikirkan adalah menyusun langkah strategis untuk menginjeksi agar patologi itu tidak merambah ke sektor-sektor lain. Derasnya aliran bantuan yang diberikan berbagai pihak atas sikap simpati terhadap masyarakat Bali, mesti dibarengi dengan penyusunan format yang komprehensif dalam memulihkan keadaan pascapengeboman. ebagaimana sudah sering didiskusikan, tiga langkah strategis yang perlu dilakukan dalam memulihkan keadaan Bali pascatragedi Kuta penting untuk ditindaklanjuti.

Secara garis besar format tersebut meliputi: Pertama, recovery jangka pendek dalam bentuk emergency rescue untuk membantu daerah dan mereka yang terkena dampak langsung. Upaya ini meliputi pemulihan keadaan di lokasi kejadian baik secara skala maupun niskala. Menyantuni keluarga korban tidak hanya menyangkut beban ekonomi tetapi memulihkan trauma psikis yang masih dirasakan.

Kedua, langkah jangka menengah menyangkut upaya mengembangkan sektor penyanggah pariwisata dengan kembali ke jati diri konsep pengembangan pariwisata budaya yang berbasis pada budaya dan masyarakat lokal, yakni pertanian. Dilihat dari strategi pertumbuhan, sektor pertanian memang relatif lamban. Di samping lahan pertanian yang makin menyempit, image dan prospeknya dianggap imperior dibanding pariwisata. Meski demikian, sektor ini tidak lantas diabaikan, mengingat keberadaannya sangat menunjang kebutuhan primer dan teruji dari godaan krisis. Sering kali sektor ini dijadikan buffer-sone ketika sektor andalan kelimpungan. Apa yang belakangan disebut sebagai konsep pengembangan pariwisata berbasis masyarakat (community based tourism) sesungguhnya bermuara pada sektor pertanian dalam artian luas.

Ketiga, secara jangka panjang, upaya untuk melakukan reorientasi terhadap strategi pembangunan Bali sudah sepatutnya dilakukan. Strategi jangka panjang ini meliputi sistem perencanaan pelembagaan dan sistem monitoring dan evaluasi. Reorientasi dimaksud mestinya dimulai dari sistem tata ruang Bali yang belakangan sangat merisaukan banyak kalangan. RTRW Bali yang selama ini ada belum cukup mumpuni untuk dijadikan dasar pijakan bagi penataan ruang dan kawasan. Banyak aktivitas pembangunan berlangsung di luar tata ruang yang sudah ditentukan. Eksploitasi alam dan lingkungan Bali yang bersifat terbatas, lambat laun akan merusak jaring-jaring kehidupan sosial dan budaya masyarakat. Pendek kata, tragedi Kuta dapat memberikan hikmah bagi kita untuk melakukan instrospeksi untuk kemudian disusun langkah-langkah restrospeksi sebagai komitmen bersama bagi keberlanjutan pembangunan Bali berdasarkan jati diri budaya dan masyarakat Bali. Upaya ini meliputi penentuan rencana strategis tentang sistem tata ruang yang mengacu pada konsep tri hita karana dan trimandala, dengan ditunjang oleh pengembangan sektor pertanian dalam artian luas untuk menggali sumber daya alam dan kelautan yang potensinya belum tergali secara maksimal.

Strategi pengembangan pariwisata sebagai sektor andalan, mesti pula ditopang oleh berkembangnya sektor penyanggah lainnya yang justru akan dapat memperkuat struktur perekonomian Bali. Tata ruang yang komprehensif dan implementatif akan dapat memberikan dasar bagi penataan isi keruangan yakni penduduk dengan berbagai aktivitasnya. Maka, sistem manajemen kependudukan terpadu yang dominan mempengaruhi keruangan, akan dapat menciptakan hubungan simbiosis mutualistis antara manusia dan lingkungannya.

Karena semuanya itu menyangkut persoalan yang sangat kompleks dan strategis, amatlah tidak mungkin dikerjakan hanya oleh pemerintah. Sejalan dengan semangat reinventing government, pemerintah hanyalah salah satu bagian dari stakeholders pembangunan. Intensitas peran sektor usaha dan masyarakat dalam artian luas, akan sangat membantu terciptanya sistem perencanaan yang komprehensif.

ehadiran tim atau apa pun namanya yang secara khusus ditugaskan untuk melakukan recovery terhadap perekonomian Bali dengan melibatkan stakeholders, diyakini akan mampu me-manage pemanfaatan bantuan yang mengalir untuk secepatnya dapat keluar dari visous sircle itu.

* Oka Wisnumurti

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)