kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Pon, 8  Nopember 2002

 Fenomena


Satukan Visi dan Komitmen Memajukan 
Olah Raga di Bali

Dampak tragedi bom Kuta, 12 Oktober memang masih terasa. Getarannya memang dahsyat. Tak pelak kondisi itu memunculkan permasalahan lainnya. Sangat dirasakan daya beli masyarakat mulai menurun setelah melesunya dunia pariwisata. Apakah ini akan berimbas ke dunia olah raga? Saat ini memang belum kelihatan. Para atlet tetap menggulirkan pelatihan. Pembinaan terus digelindingkan. Bagaimana seharusnya pembinaan harus disetting?

Dua tokoh olah raga Drs. I Gusti Made Perasu dan Ir. Nyoman Gede Nala angkat bicara. Hemat mereka, pembinaan olah raga di Bali memang sudah bagus, lewat perhatian pemerintah melalui KONI. Begitu pula kontribusi ke Pengda-pengda. Kesadaran para atlet pun begitu tinggi. Mereka seolah tak hirau oleh dampak tragedi bom. Mereka terus bermandi keringat, hanya untuk sebuah tujuan, prestasi, ya prestasi.

''Ya... KONI, Pemda dan masyarakat harus bersyukur, memiliki pahlawan-pahlawan olah raga itu,'' papar Perasu disetujui Nala. Namun, masih ada sedikit ganjalan, KONI sejujurnya, perlu mensetting agenda program yang ideal. Itu perlu pemikiran dan perencanaan seksama dan matang. ''Perencanaan itu perlu, sehingga tercipta efisiensi dan efektivitas antara kerja dan hasil,'' kata Nala.

Mau tak mau pendekatan iptek harus dilakukan dalam perencanaan. Sepantasnya, SDM-SDM yang ahli pada bidangnya, perlu dikedepankan. Pendekatan iptek yang mengacu pada patokan komprehensif dan holistik, memang sangat mendesak.

Misalnya faktor gizi atlet, kualitas atlet dari segi fisik, teknik, antropometri, tentu mesti diperhatikan. ''Komponen fisik, teknik, mental dan taktik-strategi menjadi satu-kesatuan yang bulat. Tentu harus ditunjang postur dan gizinya,'' ujarnya. Di samping komponen di atas, pembinaan harus diprogram secara berjenjang, berkesinambungan. Intensitas kompetisi perlu ditingkatkan guna mengatrol mental bertanding para atlet. Ajangnya Porda sebagai penjenjangan regenerasi atlet dari junior. Pancingan pemerintah daerah untuk membangun fasilitas, dan memberikan apresiasi tinggi kepada para atlet, pembina dan pengurus.

Di tengah masalah dana yang menjadi kendala klasik, Porda agar bisa disetting pada pertengahan PON. Seperti PON XV 2000 dan PON XVI 2004. Porda bisa diagendakan 2002 pada bulan-bulan terakhir ini. Dari sini, para atlet bisa langsung lebih intensif dibina. ''Ini lebih bagus dan lebih irit, sehingga ada biaya Porda yang bisa dialihkan pada pembinaan,'' tambah Perasu

Agar pembinaan lebih menggeliat mestinya pembina yang duduk pada organisasi itu benar-benar orang olah raga. Jika tidak memiliki sense of interest yang tinggi, bisa berakibat kurang baik. Jika ambisinya tidak tercapai, mereka akan mundur. Sebagaimana olah raga meniru seni, siapa yang benar-benar menguasai, merekalah yang duduk.

Dukungan Semua Pihak

Adhiputra, Nurianto dan Karna menilai bagus pemikiran tokoh olah raga. Hanya, dalam hal-hal tertentu, kerangka ideal sering tidak nyambung pada tataran di lapangan.

''Memang, iptek harus dikedepankan. KONI Bali sudah bekerja sama denga Perhimpunan Pembinaan Kesehatan Olah Raga Bali sejak PON 1969,'' ujar Adhiputra. Jadi setiap PON, para atlet selalu mendapat tes fisik dari PPKORI Bali. ''Atlet yang benar-benar layak secara fisik yang akan dikirim. Kecuali catur, boling yang dari segi fisik yang hanya membutuhkan tingkat kesegaran jasmani yang tinggi,'' tegas dr. Ketut Karna. Menyangkut menggulirkan Porda, KONI dan pemerintah daerah, mensetting ganda. Pertama, Porda sebagai ajang, lebih menggeliatkan semangat dan gairah olah raga masyarakat. Dengan begitu, semua pihak bisa berpartisipasi, terutama pemerintah daerah, sebagai motor penggerak, dari dananya.

Kedua, menyasar pada prestasi. Porda digelar dua tahunan, dengan harapan iklim olah raga tidak padam. Jika semangat itu bisa dipertahankan, akan lahir atlet-atlet muda potensial. Jika semua memiliki satu visi, komitmen memajukan olah raga Bali ke depan, dia optimis, bukan mimpi Bali akan bisa menembus target 10 besar pada PON. (ram)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)