kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Jumat Pon, 8  Nopember 2002

 Ekonomi


Pariwisata dan Pertanian Harus Link and Macth

Denpasar (Bali Post) -
Menata perekonomian Bali ke depan tak bisa hanya bergantung satu sektor saja meski hal itu sangat potensial sekalipun. Harus ada link and macth antara pertanian dengan pariwisata bila ingin menata Bali ke depan lebih baik lagi. Pengamat sosial dan ekonomi Bali Prof. IGN Gorda mengatakan hal itu, Kamis (7/11) kemarin saat diminta komentarnya soal pemberdayaan sektor pertanian untuk menata Bali ke depan.

Dikatakan, potensi Bali sebenarnya ada di sektor pertanian dan pariwisata. Tetapi keduanya ini tak bisa dipisahkan dalam perjalanannya. Karena itu ke depan, potensi ini harus bisa disinergikan secara tepat agar bisa menjadi kekuatan ekonomi yang kuat bagi pembangunan. ''Sebab pertanian tak bisa lepas dari gurita pariwisata. Pariwisata pun juga memiliki kaitan erat dengan pertanian,'' tambah Rektor Unhi Bali tersebut.

Pariwisata Bali banyak menyerap produk-produk pertanian. Namun sayangnya Bali belum bisa maksimal menyediakan hal itu karena berbagai faktor. Sementara ini banyak pula produk pertanian dari luar yang masuk. Kalau pertanian Bali bisa mengisi peluang itu, maka akan banyak manfaatnya bagi ekonomi lokal.

Bukan itu saja, menurut mantan Rektor Undiknas itu, dalam pengembangan pertanian memang banyak yang harus dilakukan. Bahkan dia mengingatkan pengembangan sektor apa pun di Bali semuanya memiliki resiko. Pertanian selain dihadapkan kendala keterbatasan lahan juga faktor harga, tekonologi dan informasi pasar. ''Saat panen harga sering anjlok. Ini harus menjadi pemikiran semua untuk mengatasinya,'' jelasnya.

Pariwisata juga tak luput dari kendala itu, bahkan sangat besar pengaruhnya. Faktor keamanan dan rasa nyaman merupakan taruhan di sektor tersebut. Untuk itulah menurut Gorda semua komponen di Bali mesti saling membantu dalam menata Bali ke depan.

Gorda mengaku optimis pariwisata Bali segera bangkit dan jauh lebih cepat dari perkiraan banyak kalangan. Sikap optimisme itu mengingat Bali memiliki image positif di mata dunia dan masih sangat dicintai serta layak didatangi. Ini terlihat meski travel ban diberlakukan di sejumlah negara, toh beberapa wisatawan tetap datang ke Bali. ''Apalagi sikap masyarakatnya yang sangat kuat untuk membangun dan mengamankannya,'' ujarnya.

Hal positif lainnya yang dilihat sangat membantu pemulihan Bali, adanya tanda-tanda positif dari pengungkapan tragedi tersebut dimana hal ini sangat dinanti-nanti. Tanda-tanda Bali akan pulih lebih cepat, karena didukung agen perjalanan asing yang masih tetap percaya akan Bali. ''Saya sudah menemui tiga biro perjalanan besar luar negeri, rata-rata mereka tetap akan berlibur ke Bali Desember ini,'' jelasnya.

Menyangkut penataan Bali lewat sektor pertanian, dikatakan, mengingat keterbatasan lahan maka yang bisa dikembangkan adalah penataan pasca panennya untuk bisa memberikan nilai tambah selain aspek produksi. ''Kita bisa mengolah salak maupun anggur yang produksinya cukup besar menjadi produk industri lain,'' jelasnya. (031)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)