Pariwisata
dan Pertanian Harus Link and Macth
Denpasar
(Bali Post) -
Menata perekonomian Bali ke depan tak bisa hanya
bergantung satu sektor saja meski hal itu sangat potensial
sekalipun. Harus ada link and macth antara pertanian
dengan pariwisata bila ingin menata Bali ke depan lebih
baik lagi. Pengamat sosial dan ekonomi Bali Prof. IGN
Gorda mengatakan hal itu, Kamis (7/11) kemarin saat
diminta komentarnya soal pemberdayaan sektor pertanian
untuk menata Bali ke depan.
Dikatakan, potensi
Bali sebenarnya ada di sektor pertanian dan pariwisata.
Tetapi keduanya ini tak bisa dipisahkan dalam
perjalanannya. Karena itu ke depan, potensi ini harus bisa
disinergikan secara tepat agar bisa menjadi kekuatan
ekonomi yang kuat bagi pembangunan. ''Sebab pertanian tak
bisa lepas dari gurita pariwisata. Pariwisata pun juga
memiliki kaitan erat dengan pertanian,'' tambah Rektor
Unhi Bali tersebut.
Pariwisata Bali
banyak menyerap produk-produk pertanian. Namun sayangnya
Bali belum bisa maksimal menyediakan hal itu karena
berbagai faktor. Sementara ini banyak pula produk
pertanian dari luar yang masuk. Kalau pertanian Bali bisa
mengisi peluang itu, maka akan banyak manfaatnya bagi
ekonomi lokal.
Bukan itu saja,
menurut mantan Rektor Undiknas itu, dalam pengembangan
pertanian memang banyak yang harus dilakukan. Bahkan dia
mengingatkan pengembangan sektor apa pun di Bali semuanya
memiliki resiko. Pertanian selain dihadapkan kendala
keterbatasan lahan juga faktor harga, tekonologi dan
informasi pasar. ''Saat panen harga sering anjlok. Ini
harus menjadi pemikiran semua untuk mengatasinya,''
jelasnya.
Pariwisata juga tak
luput dari kendala itu, bahkan sangat besar pengaruhnya.
Faktor keamanan dan rasa nyaman merupakan taruhan di
sektor tersebut. Untuk itulah menurut Gorda semua komponen
di Bali mesti saling membantu dalam menata Bali ke depan.
Gorda mengaku
optimis pariwisata Bali segera bangkit dan jauh lebih
cepat dari perkiraan banyak kalangan. Sikap optimisme itu
mengingat Bali memiliki image positif di mata dunia dan
masih sangat dicintai serta layak didatangi. Ini terlihat
meski travel ban diberlakukan di sejumlah negara, toh
beberapa wisatawan tetap datang ke Bali. ''Apalagi sikap
masyarakatnya yang sangat kuat untuk membangun dan
mengamankannya,'' ujarnya.
Hal positif lainnya
yang dilihat sangat membantu pemulihan Bali, adanya
tanda-tanda positif dari pengungkapan tragedi tersebut
dimana hal ini sangat dinanti-nanti. Tanda-tanda Bali akan
pulih lebih cepat, karena didukung agen perjalanan asing
yang masih tetap percaya akan Bali. ''Saya sudah menemui
tiga biro perjalanan besar luar negeri, rata-rata mereka
tetap akan berlibur ke Bali Desember ini,'' jelasnya.
Menyangkut penataan
Bali lewat sektor pertanian, dikatakan, mengingat
keterbatasan lahan maka yang bisa dikembangkan adalah
penataan pasca panennya untuk bisa memberikan nilai tambah
selain aspek produksi. ''Kita bisa mengolah salak maupun
anggur yang produksinya cukup besar menjadi produk
industri lain,'' jelasnya. (031)
|