|
Trotoarisasi
di Gianyar
Belakangan
ini pekerjaan toroarisasi kembali gencar dilaksanakan.
Salah satu contoh adalah di Kabupaten Gianyar sepanjang
jalan Gianyar - Bona - Belega - Blahbatuh. Saya hanya
prihatin terhadap dampak yang akan ditimbulkan oleh
trotoarisasi ini kalau dikaitkan dengan kesadaran
masyarakat kita yang masih rendah dalam hal pembuangan
sampah. Tidak jarang kita lihat banyak masyarakat yang
sengaja membuang sampah ke got di pinggir jalan dan tidak
jarang mereka yang naik mobil (bahkan tidak jarang mobil
mewah) melempar sampah (misalnya plastik pembungkus
makanan, dan sebagainya) ke jalan dari dalam mobil. Kalau
keadaan ini terus dibiarkan maka lama-lama akan
menimbulkan masalah terutama pada musim hujan. Saluran got
yang tersumbat akan menyebabkan air meluap ke jalan
sehingga menimbulkan banjir.
Yang
ingin saya sampaikan, bahwa dengan got yang terbuka saja
masih bisa banjir apalagi dengan got yang tertutup dengan
adanya trotoarisasi. Jangan lupa sampah yang dibuang di
jalan bisa masuk ke got melalui lubang-lubang trotoar.
Sampah itu masih ditambah pula sampah dari pohon-pohon
yang ditanam sepanjang jalan. Kita bisa bayangkan jika
nanti hujan deras dan saluran gotnya mampet.
Untuk
itu saya mengusulkan untuk jalan yang belum ditrotoarisasi
biarkan saja tanpa trotoar. Cuma gotnya saja yang perlu
dibenahi. Contohnya jalan raya yang menuju kota Bangli
dari arah Desa Rendang. Di sepanjang jalan, baik yang
sudah ditrotoar maupun yang belum, sebaiknya disediakan
tempat sampah sebanyak-banyaknya. Di samping itu
program-program yang menggugah masyarakat agar tidak
membuang sampah sembarangan perlu digalakkan.
Drs.
I Putu Gede Semiada
Br/Dsn. Tengah, Desa Blahbatuh
Kec. Blahbatuh, Gianyar
|