kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Paing, 7  Nopember 2002

 Pariwisata


Bank Dunia Prediksikan Wisman
akan Turun 20 Persen

Jakarta (Bali Post) -

Bank Dunia memperkirakan akan terjadi penurunan jumlah kedatangan wisman ke Indonesia hingga 20 persen pada 2003 mendatang. Demikian Kepala Ekonomi Asia Timur dan Pasifik Bank Dunia Homi Kharas, seperti dari laporan yang diterima Bali Post di Jakarta, Rabu (6/11) kemarin.

Prediksi turunnya jumlah wisman ke Indonesia sebesar itu tidak terlepas dari insiden Legian, Kuta, Bali. Hal serupa juga dijumpai ketika pembantaian wisatawan di Mesir pada 1997. Selain itu pendapatan dari pariwisata negara tersebut mengalami penurunan hingga 19 persen setelah serangan di di Luxor yang membunuh 60 orang turis asing. "Hal yang sama akan terjadi di Indonesia, sedikitnya 20 persen, jumlah turis yang datang ke Indonesia setelah serangan teroris di Bali," tulis laporan Bank Dunia tersebut.

Sementara dampak pada kepercayaan konsumen dan bisnis akan menurunkan pertumbuhan ekonomi pada 2003 yakni satu persen, tambah isi laporan Bank Dunia tersebut. Sehingga Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia pada 2003 diperkirakan hanya sebesar 3,2 persen."Pengeboman di Bali merupakan suatu alasan mengapa kami tidak memiliki sesuatu yang dapat mengakselerasi pertumbuhan Indonesia tahun depan," kata Homi Kharas.

Pada 2001, pariwisata Indonesia menghasilkan 5,4 milyar dolar AS, menyumbangkan 3,7 persen dari PDB. Untuk seluruh Asia, akan terkena pengaruh dari kejadian di Bali, industri pariwisata menghasilkan antara 25 hingga 26 miliar dolar AS pada tahun lalu, sekitar empat hingga lima persen dari PDB regional. Prasangka negatif terhadap Asia Timur sebagai tujuan liburan makin menjadi-jadi setelah peristiwa serangan teroris 11 September 2001 ke gedung WTC dan Pentagon di Washington.

Pada saat itu, turis asing baru mulai kembali lagi mengunjungi Indonesia setelah anjlok secara tajam ketika terjadi krisis keuangan pada 1998. Pada saat itu, jumlah turis 17 persen dan pendapatannya anjlok hingga 36 persen.Teror bom di Bali yang mengerikan itu makin mendesak pentingnya memerangi terorisme dan kekerasan politik, yang lebih penting lagi ialah penegakan hukum dan pemerintahan yang kuat dan efektif di kawasan Asia Tenggara.

Sementara proyeksi yang diberikan Center for Indonesia Regional and Urban Studies (CIRUS) mengungkapkan, kejadian di Legian, Kuta itu memberi efek negatif arus wisman mancanegara serta variabel perekonomian lainnya. CIRUS memproyeksikan, pada dua tahun mendatang jumlah wisman akan menurun hingga 17,36 persen. Tidak itu hanya, proyeksi penurunan wisman akan terus berlanjut ketika memasuki 2004, yaitu mendekati angka 20 persen.

Setelah itu, CIRUS memperkirakan, kedatangan wisman akan pulih kembali dengan kenaikan sebesar 22,05 persen." Dengan kejadian di Legian ini, diperkirakan kondisi wisman di Bali baru kembali seperti sedia kala pada 2002 mendatang," tegasnya. (kmb1)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)