Bank
Dunia Prediksikan Wisman
akan Turun 20 Persen
Jakarta
(Bali Post) -
Bank Dunia memperkirakan akan terjadi penurunan jumlah
kedatangan wisman ke Indonesia hingga 20 persen pada 2003
mendatang. Demikian Kepala Ekonomi Asia Timur dan Pasifik
Bank Dunia Homi Kharas, seperti dari laporan yang diterima
Bali Post di Jakarta, Rabu (6/11) kemarin.
Prediksi turunnya
jumlah wisman ke Indonesia sebesar itu tidak terlepas dari
insiden Legian, Kuta, Bali. Hal serupa juga dijumpai
ketika pembantaian wisatawan di Mesir pada 1997. Selain
itu pendapatan dari pariwisata negara tersebut mengalami
penurunan hingga 19 persen setelah serangan di di Luxor
yang membunuh 60 orang turis asing. "Hal yang sama
akan terjadi di Indonesia, sedikitnya 20 persen, jumlah
turis yang datang ke Indonesia setelah serangan teroris di
Bali," tulis laporan Bank Dunia tersebut.
Sementara dampak
pada kepercayaan konsumen dan bisnis akan menurunkan
pertumbuhan ekonomi pada 2003 yakni satu persen, tambah
isi laporan Bank Dunia tersebut. Sehingga Produk Domestik
Bruto (PDB) Indonesia pada 2003 diperkirakan hanya sebesar
3,2 persen."Pengeboman di Bali merupakan suatu alasan
mengapa kami tidak memiliki sesuatu yang dapat
mengakselerasi pertumbuhan Indonesia tahun depan,"
kata Homi Kharas.
Pada 2001,
pariwisata Indonesia menghasilkan 5,4 milyar dolar AS,
menyumbangkan 3,7 persen dari PDB. Untuk seluruh Asia,
akan terkena pengaruh dari kejadian di Bali, industri
pariwisata menghasilkan antara 25 hingga 26 miliar dolar
AS pada tahun lalu, sekitar empat hingga lima persen dari
PDB regional. Prasangka negatif terhadap Asia Timur
sebagai tujuan liburan makin menjadi-jadi setelah
peristiwa serangan teroris 11 September 2001 ke gedung WTC
dan Pentagon di Washington.
Pada saat itu, turis
asing baru mulai kembali lagi mengunjungi Indonesia
setelah anjlok secara tajam ketika terjadi krisis keuangan
pada 1998. Pada saat itu, jumlah turis 17 persen dan
pendapatannya anjlok hingga 36 persen.Teror bom di Bali
yang mengerikan itu makin mendesak pentingnya memerangi
terorisme dan kekerasan politik, yang lebih penting lagi
ialah penegakan hukum dan pemerintahan yang kuat dan
efektif di kawasan Asia Tenggara.
Sementara proyeksi
yang diberikan Center for Indonesia Regional and Urban
Studies (CIRUS) mengungkapkan, kejadian di Legian, Kuta
itu memberi efek negatif arus wisman mancanegara serta
variabel perekonomian lainnya. CIRUS memproyeksikan, pada
dua tahun mendatang jumlah wisman akan menurun hingga
17,36 persen. Tidak itu hanya, proyeksi penurunan wisman
akan terus berlanjut ketika memasuki 2004, yaitu mendekati
angka 20 persen.
Setelah itu, CIRUS
memperkirakan, kedatangan wisman akan pulih kembali dengan
kenaikan sebesar 22,05 persen." Dengan kejadian di
Legian ini, diperkirakan kondisi wisman di Bali baru
kembali seperti sedia kala pada 2002 mendatang,"
tegasnya. (kmb1)
|