Porda 2003
Buleleng Mubazir?
Denpasar
(Bali Post) -
Kalau Porda (pekan olah raga daerah) 2003 akan digelar di
Buleleng pada September, tentunya jika di-setting sebagai
event prestasi menjadi mubazir. Persoalannya, pada
September itu pra-PON sudah bergulir.
Akan tetapi, Porda
yang menelan biaya tidak sedikit itu juga tak masalah,
bila diplot sebagai agenda persiapan atlet junior. ''Mubazir
tak mubazir, tergantung kaca mata mana yang dipakai
memandang hal itu. Kalau Porda sebagai ajang prestasi,
lebih-lebih sebagai langkah persiapan para atlet ke PON,
tentunya sangat mubazir. Namun, nilai itu akan berkurang
jika ajang itu sebagai penjenjangan pembinaan junior,''
urai mantan pengurus KONI Bali Drs. I Gusti Made Perasu,
di Denpasar, Rabu (6/11) kemarin.
Idealnya, agar Porda
itu menjadi tepat sasaran, tambah Perasu, harus digelar
pada pertengahan tahun antara PON satu dengan lainnya.
Kalau PON sebelumnya 2000 dan berikutnya 2004. Ia
mengusulkan, pelaksanaan Porda yang efektif pada 2002 pada
bulan Oktober atau November.
Di bagian lain,
pembina olah raga Ir. Nyoman Gede Nala, menyatakan, selain
agenda setting perlu dikondisikan, pihaknya juga memandang
penempatan figur-figur pembina yang pas harus dikedepankan.
Sehingga, nantinya tidak ada pembinaan dan organisasi itu
vakum. Dia menilai, pengurus yang dipaksa, atau ditunjuk
karena jabatannya, cenderung bekerja kurang maksimal. (kmb11)
|