kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Paing, 7  Nopember 2002

 Nusatenggara


Keluarga MF segera Ngadu Ke Kontras

Selong (Bali Post)
Muhammad Fawazi (MF), pemuda lajang yang KTP-nya ditemukan di TKP peledakan bom di Kuta, Bali, dipastikan telah hilang dalam kasus yang menghebohkan dunia itu. Oleh karena itu, keluarganya memutuskan untuk mengadukan kehilangan tersebut kepada komisi tindak kekerasan dan orang hilang (Kontras) di Jakarta.

Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Maraqittalimat, Desa Mamben Lauk, Lombok Timur TGH Hazmi Hamzar kepada Bali Post, Rabu (6/11) kemarin menyatakan, MF merupakan santri ponpes Maraqittalimat yang taat beragama. ''Dia tahu kalau keluarganya resah pascapeledakan bom di Bali. Kalau keberadaannya sehat-sehat saja sampai saat ini, dia pasti telah menelepon keluarganya,'' katanya.

Sejauh analisis Hazmi Hamzar yang mantan anggota DPRD NTB itu, pernyataan-pernyataan yang muncul, baik dari aparat keamanan maupun pejabat sipil soal keberadaan MF sangat simpang-siur. ''Simpang-siurnya pernyataan soal MF membuat keluarganya tak tenang,'' katanya.

Awalnya KTP atas nama MF ditemukan di TKP. Berikutnya, demikian pernyataan itu, aparat telah menahan yang bersangkutan, kemudian dilepaskan karena ternyata tidak cukup bukti keterlibatannya. ''Semestinya Pemerintah Propinsi NTB atau Pemkab Lotim juga memberikan sikap atas pernyataan-pernyataan itu,'' kata Hazmi, mengingat fakta yang ada justru tidak sesuai dengan kenyataan.

MF merupakan penduduk Desa Mamben, Lombok Timur dan merupakan santri Ponpes Maraqittalimat, menurut Hazmi Hamzar, merupakan kenyataan dan KTP-nya ditemukan di TKP. ''Tetapi kemudian tidak ada satu pun pernyataan yang menyatakan MF terlibat, oleh karena itu dia dilepas,'' sambungnya.

Keluarga MF akhirnya jadi resah, sedang ibu kandungnya Syarifah (54) kini mengalami stres berat. Tidak dipungkiri kalau MF pun telah tewas di TKP, bisa disebabkan terkena ledakan bom, bisa pula karena dibunuh lantaran sebagai saksi utama, atau bisa pula disingkirkan jauh dari TKP dan keluarganya. ''Kini statusnya sebagai orang hilang dan dia merupakan korban dari tindak kekerasan,'' kata Hazmi.

Pihak Kontras diharapkan bisa membantu keluarga untuk mengungkap jejak MF tersebut. ''Perwakilan keluarga segera berangkat ke Kontras di Jakarta dalam waktu dekat ini,'' kata Tuan Guru yang juga sangat menyesalkan belum turun tangannya pihak pemerintah di NTB tentang adanya pernyataan-pernyataan mengenai MF tersebut.

Sementara itu, pada kesempatan terpisah Bupati Lombok Timur H. Syahdan menjelaskan, Pemkab Lombok Timur secara resmi belum menerima adanya keluhan dari pihak keluarga MF, ''Keberadaannya pun belum kami ketahui. Jadi, Pemkab pun tidak bisa mengambil sikap terhadap masalah ini,'' kata Syahdan kepada Bali Post, seraya menyatakan pemkab juga tak berniat menghalangi rencana pengaduan ke Kontras tersebut. (038)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)