Keluarga
MF segera Ngadu Ke Kontras
Selong (Bali
Post)
Muhammad Fawazi (MF), pemuda lajang yang KTP-nya ditemukan
di TKP peledakan bom di Kuta, Bali, dipastikan telah
hilang dalam kasus yang menghebohkan dunia itu. Oleh
karena itu, keluarganya memutuskan untuk mengadukan
kehilangan tersebut kepada komisi tindak kekerasan dan
orang hilang (Kontras) di Jakarta.
Pengasuh Pondok
Pesantren (Ponpes) Maraqittalimat, Desa Mamben Lauk,
Lombok Timur TGH Hazmi Hamzar kepada Bali Post, Rabu
(6/11) kemarin menyatakan, MF merupakan santri ponpes
Maraqittalimat yang taat beragama. ''Dia tahu kalau
keluarganya resah pascapeledakan bom di Bali. Kalau
keberadaannya sehat-sehat saja sampai saat ini, dia pasti
telah menelepon keluarganya,'' katanya.
Sejauh analisis
Hazmi Hamzar yang mantan anggota DPRD NTB itu,
pernyataan-pernyataan yang muncul, baik dari aparat
keamanan maupun pejabat sipil soal keberadaan MF sangat
simpang-siur. ''Simpang-siurnya pernyataan soal MF membuat
keluarganya tak tenang,'' katanya.
Awalnya KTP atas
nama MF ditemukan di TKP. Berikutnya, demikian pernyataan
itu, aparat telah menahan yang bersangkutan, kemudian
dilepaskan karena ternyata tidak cukup bukti
keterlibatannya. ''Semestinya Pemerintah Propinsi NTB atau
Pemkab Lotim juga memberikan sikap atas
pernyataan-pernyataan itu,'' kata Hazmi, mengingat fakta
yang ada justru tidak sesuai dengan kenyataan.
MF merupakan
penduduk Desa Mamben, Lombok Timur dan merupakan santri
Ponpes Maraqittalimat, menurut Hazmi Hamzar, merupakan
kenyataan dan KTP-nya ditemukan di TKP. ''Tetapi kemudian
tidak ada satu pun pernyataan yang menyatakan MF terlibat,
oleh karena itu dia dilepas,'' sambungnya.
Keluarga MF akhirnya
jadi resah, sedang ibu kandungnya Syarifah (54) kini
mengalami stres berat. Tidak dipungkiri kalau MF pun telah
tewas di TKP, bisa disebabkan terkena ledakan bom, bisa
pula karena dibunuh lantaran sebagai saksi utama, atau
bisa pula disingkirkan jauh dari TKP dan keluarganya. ''Kini
statusnya sebagai orang hilang dan dia merupakan korban
dari tindak kekerasan,'' kata Hazmi.
Pihak Kontras
diharapkan bisa membantu keluarga untuk mengungkap jejak
MF tersebut. ''Perwakilan keluarga segera berangkat ke
Kontras di Jakarta dalam waktu dekat ini,'' kata Tuan Guru
yang juga sangat menyesalkan belum turun tangannya pihak
pemerintah di NTB tentang adanya pernyataan-pernyataan
mengenai MF tersebut.
Sementara itu, pada
kesempatan terpisah Bupati Lombok Timur H. Syahdan
menjelaskan, Pemkab Lombok Timur secara resmi belum
menerima adanya keluhan dari pihak keluarga MF, ''Keberadaannya
pun belum kami ketahui. Jadi, Pemkab pun tidak bisa
mengambil sikap terhadap masalah ini,'' kata Syahdan
kepada Bali Post, seraya menyatakan pemkab juga tak
berniat menghalangi rencana pengaduan ke Kontras tersebut.
(038)
|