Partai
Republik Kuasai Kongres
Washington
Cick Gephart dari Partai Demokrat menyebutkan kekalahan
partainya dalam pemilu kali ini disebabkan oleh
keberpihakan warga terhadap patriotisme presiden George W.
Bush pasca serangan teroris 11 September. Partai Republik
memenangkan pemilu Rabu (6/11) kemarin dan menguasai
Kongres AS.
"9/11 merupakan
faktor penting dalam pemilu kali ini, ucap Gephart,
pemimpin minoritas di DPR AS, kepada stasiun televisi FOX
News.
"Ini pemilu
yang unik dalam sejarah politik AS. Ini situasi yang
langka dima a setelah serangan 11 September, orang-orang
mendukung presiden. Say pikir ini normal dan alamiah,"
tambahnya. Di mata Gephart warga AS masih diliputi suasana
11 September. Mereka memeliki perhatian yang sama tentang
nasib negara dan mendukung keamanan nasional. Mereka
mendukung presiden untuk melegitimasi alasan perang
melawan terorisme.
Rabu kemarin menjadi
hari bersejarah anggota partai Republik yang menguasai
penuh kursi di Kongres. Partai Republik berhasil
menyisihkan kekuasaan kubu Demokrat di Senat dan
meningkatkan jumlah kursi di DPR.
Kemenangan kubu
Republik juga ditandai dengan keberhasilan Jeb Bush, adik
presiden Bush, menjadi gubernur Florida. Namun kubu
Demokrat masih menyimpan keberuntung lewat keunggulan
27-21 dalam pemilu tingkat negara bagian setelah meraih
kemenangan di wilayah kunci seperti Pennsylvania, Illinois
dan Michigan diantara 36 jabatan gubernur yang berhasil
diraih.
Kubu Republik
merebut 22 dari 34 kursi yang diperebutkan di Senat dan
melampangkan jalan untuk menguasai 51 dari 100 kursi.
Sementara Demokrat hanya 10 dan menduduki 46 kursi.
Partai Republik kini
sepenuhnya menguasai Kongres. Kemenangan di Senat ditandai
dengan keberhasilan senator Jim Talent dari Missouri
mengalahkan Jean Carnahan.
Kemenangan itu
merupakan salah satu diantara 4 persaingan yang
berlangsung ketat penghitungan suaranya.(yud/afp)
|