kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Kamis Paing, 7  Nopember 2002

 Bali


RS Sanglah Evaluasi Dokter ''Tragedi Kuta''

Denpasar (Bali Post) -
Permintaan Gubernur Bali agar para dokter yang berjasa menangani para korban Tragedi Kuta segera diusulkan naik pangkat, direspons kilat oleh Dirut Perjan RS Sanglah dr. IG Lanang M. Rudiartha. Para tenaga medis terutama yang ''ngepos'' di IRD, sal Melati dan ruang jenazah sedang didata dan dievaluasi untuk diusulkan ke pusat. ''Saya sudah perintahkan Direktur SDM agar segera melakukan pendataan. Sedang dievaluasi, siapa yang layak diusulkan naik pangkat,'' kata IG Lanang, Rabu (6/11) kemarin.

Dia menegaskan, ide Gubernur Bali soal pemberian penghargaan terhadap dokter yang berjasa menangani Tragedi Kuta sangat sejalan dengan visi dan misi RS Sanglah. Sejak berstatus perjan (perusahaan jawatan), manajemen RS Sanglah terus memantau prestasi para tenaga medis. ''Bukan hanya untuk kasus ledakan bom di Kuta, RS Sanglah tiap saat bisa memberi penghargaan pada dokter berprestasi,'' tambahnya.

Ditanya siapa saja yang bakal diusulkan naik pangkat, dr. Lanang tak mau menyebutkan nama. Dia menyatakan ada tim khusus dipimpin Direktur SDM Drs. IG Agung Sudarsana yang mendata dan memberi nilai. ''Kami tahu, dokter mana yang bekerja siang malam saat membantu korban Tragedi Kuta.''

Dijelaskan, wewenang menaikkan pangkat para dokter yang dinas di RS Sanglah ada di tangan pejabat Depkes RI. Dirut RS Sanglah hanya mengusulkan nama-nama, dan setelah mendapat rekomendasi dari Gubernur Bali akan dikirim ke pusat. ''Dokter di RS Sanglah berstatus PNS, jadi kenaikan pangkat diatur pusat,'' tambahnya.

IG Lanang berharap para dokter Tragedi Kuta tetap tabah dan giat menjalankan misi kemanusiaan demi citra Indonesia di mata dunia internasional. Dia menyayangkan sejumlah isu miring dan kabar burung yang menghantam petugas medis RS Sanglah, terutama dokter yang merawat pasien Tragedi Kuta. ''Mereka sudah lelah bekerja, masih saja ada isu miring,'' keluhnya tanpa merinci lebih lanjut.

Dirut RS Sanglah minta kepada para pasien yang tak puas terhadap pelayanan medis tidak terlalu cepat melakukan protes di luar. Apalagi saat keluar rumah sakit menyatakan tak ada masalah, lantas di luar memberi pengakuan berbeda, bahkan memojokkan RS Sanglah. ''Berkali-kali saya tegaskan, lebih baik protes langsung agar ada komunikasi,'' ucapnya. (kmb10)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)