Janda Korban Bom
Ingin Temui Amrozy
SIAPAKAH
yang paling sakit hati melihat senyum Amrozy dan wajah
kaku Imam Samudra? Tak terlalu berlebihan kiranya, jika
sembilan belas janda korban Tragedi Kuta paling pertama
mengacungkan tangan. Ceritanya, saat menerima santunan
dari Lions Clubs Indonesia, Sabtu (23/11) di Kuta, mereka
mengutuk ulah pelaku peledakan bom di Kuta.
''Saya ingin bertemu
dan menatap wajah Amrozy, orang yang telah membuat kami
menderita,'' kata Made Ritiasih, istri almarhum Made Wija.
Rasa dendam dan
marah yang ditunjukkan Ritiasih, juga tampak jelas pada
sikap janda-janda yang lain. Apalagi, Amrozy sering
kelihatan santai dan tertawa di media massa, makin
menyulut kebencian para istri korban Tragedi Kuta. ''Amrozy
akan dapat imbalan di akhirat. Biarkan dia tertawa,
melihat ratusan anak korban yang telantar,'' tambah Ni
Wayan Rasni, janda almarhum Made Sujana.
Zuniar Nuraini,
Nurlaila, Endang, Eka Laksmi dkk. (para janda-red) malah
sempat meneteskan air mata saat memasuki wilayah Kuta.
Mereka kembali teringat pada almarhum suami masing-masing,
bahkan ada yang histeris seraya menghujat, ''Hanya iblis
yang tertawa melihat penderitaan manusia.''
Suasana khusyuk dan
hening terasa saat hadirin dan para janda korban Tragedi
Kuta berdoa. Begitu doa usai, nama Amrozy dan Imam Samudra
kembali ramai disebut sebagai pelampiasan kejengkelan. Apa
harapan mereka terhadap pelaku peledakan bom? Para janda
korban Tragedi Kuta serentak menjawab, ''Dihukum mati saja
penjahat terkutuk itu!'' (jep)
|