kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Kliwon, 25 Nopember 2002

 Bali


Janda Korban Bom Ingin Temui Amrozy

SIAPAKAH yang paling sakit hati melihat senyum Amrozy dan wajah kaku Imam Samudra? Tak terlalu berlebihan kiranya, jika sembilan belas janda korban Tragedi Kuta paling pertama mengacungkan tangan. Ceritanya, saat menerima santunan dari Lions Clubs Indonesia, Sabtu (23/11) di Kuta, mereka mengutuk ulah pelaku peledakan bom di Kuta.

''Saya ingin bertemu dan menatap wajah Amrozy, orang yang telah membuat kami menderita,'' kata Made Ritiasih, istri almarhum Made Wija.

Rasa dendam dan marah yang ditunjukkan Ritiasih, juga tampak jelas pada sikap janda-janda yang lain. Apalagi, Amrozy sering kelihatan santai dan tertawa di media massa, makin menyulut kebencian para istri korban Tragedi Kuta. ''Amrozy akan dapat imbalan di akhirat. Biarkan dia tertawa, melihat ratusan anak korban yang telantar,'' tambah Ni Wayan Rasni, janda almarhum Made Sujana.

Zuniar Nuraini, Nurlaila, Endang, Eka Laksmi dkk. (para janda-red) malah sempat meneteskan air mata saat memasuki wilayah Kuta. Mereka kembali teringat pada almarhum suami masing-masing, bahkan ada yang histeris seraya menghujat, ''Hanya iblis yang tertawa melihat penderitaan manusia.''

Suasana khusyuk dan hening terasa saat hadirin dan para janda korban Tragedi Kuta berdoa. Begitu doa usai, nama Amrozy dan Imam Samudra kembali ramai disebut sebagai pelampiasan kejengkelan. Apa harapan mereka terhadap pelaku peledakan bom? Para janda korban Tragedi Kuta serentak menjawab, ''Dihukum mati saja penjahat terkutuk itu!'' (jep)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)