kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Paing, 2 Nopember 2002

 Olahraga


Catatan Sepak Bola

Mencari Manfaat dari Kejuaraan Futsal

KEJUARAAN Futsal Asia yang digelar di Jakarta beberapa waktu lalu menghasilkan Iran sebagai juara setelah mengalahkan Jepang dengan angka mencolok 6-0 di final. Indonesia yang untuk pertama kalinya ikut, gagal lolos ke semifinal. Tetapi sebagai penyelenggara turnamen, Indonesia bisa dikatakan sukses. Inilah kali pertama turnamen sepak bola dalam ruangan digelar di negara kita.

Ada beberapa catatan yang mesti bisa dikomentari dari kejuaraan tersebut. Yang pertama antusias penonton. Kegiatan antarnegara ini menyedot cukup banyak penonton meski disiarkan secara langsung sebuah televisi swasta Indonesia. Tingkat keramaian itu kira-kira sebanding dengan jumlah penonton yang menghadiri turnamen bulu tangkis. Ini kenyataan menggembirakan, mengingat futsal merupakan olah raga baru di Indonesia. Lepas dari adanya koordinasi pengerahan atau tidak, hal itu memperlihatkan sepak bola indoor telah berhasil menarik minat masyarakat Indonesia. Bisa ditarik kesimpulan sementara bahwa di luar wilayah Jakarta pun sebenarnya turnamen seperti ini bisa digelar. Sentra sepak bola cukup banyak di negara kita, seperti Surabaya, Medan dan Makasar.

Kedua, keberhasilan itu memberikan pesan tersendiri bahwa kepeloporan dan manajemen sangatlah penting untuk kesuksesan sebuah olah raga baru. Futsal boleh disebut baru diperkenalkan di Indonesia sejak setahun yang lalu. Ronny Patinassarani adalah orang yang paling getol memperkenalkan olah raga ini ke seluruh pelosok Tanah Air. Kursus dan berbagai pertandingan percobaan digelar bersamaan. Semangat yang diperlihatkan mantan pemain nasional itu harus diakui sebagai faktor utama yang membuat jenis olah raga ini mulai dikenal di Indonesia dan kemudian terpilih sebagai negara penyelenggara kejuaraan Asia.

Keikutsertaan produsen makanan cepat saji dari Amerika Serikat (McDonald) sebagai penyumbang dana, harus juga dicatat sebagai pendorong suksesnya kejuaraan. Sinergi yang dikeluarkan kedua pihak (Ronny dan perusahaan makanan cepat saji) melahirkan manajemen bagus sehingga memungkinkan dipilihnya Indonesia sebagai tuan rumah dan suksesnya kejuaraan.

Sukses seperti itu tidak hanya bisa dilakukan futsal. Olah raga lain pun bisa melakukan hal yang sama. Di Indonesia masih cukup banyak olah raga yang laju perkembangannya megap-megap. Selancar angin umpamanya adalah cabang yang memerlukan sinergi seperti yang diterapkan futsal itu. Demikian juga sepak takraw atau atletik. Perusahaan-perusahaan besar seperti itu tidak mesti harus bekerja sama dengan klub-klub olah raga besar, tetapi justru lebih penting dengan klub-klub kecil yang memang memerlukan dana. Mereka juga tidak mesti hanya menjadi sponsor di pusat, tetapi juga di daerah-daerah.

Catatan yang ketiga adalah tentang futsal itu sendiri. Dengan lima pemain yang ditampilkan masing-masing tim, ada pelajaran penting yang bisa disumbangkan untuk permainan sepak bola ''normal'' (11 orang). Futsal mungkin bisa dijadikan sebagai ajang awal bagi mereka yang ingin terlibat di sepak bola lapangan terbuka. Futsal menampilkan kecepatan dan keakuratan dalam memberikan umpan kepada teman. Dengan ukuran lapangan yang jauh lebih sempit, pemain dengan sendiriannya dituntut mampu berlari cepat menguasai seluruh lapangan. Umpan-umpan juga harus tepat dan terukur. Sedikit saja menyimpang, lawan dengan cepat akan memotong.

Seorang pemain futsal juga dituntut jitu dalam membidik sasaran kiper. Jadi, ajang futsal akan memberikan sumbangan berupa kekuatan fisik yang lebih mantap serta keakuratan kepada pemain yang berkiprah di sepak bola di luar gedung. Futsal (football sallon), dari segi atraksi, memberikan kepuasan yang lebih besar, khususnya dalam pencetakan gol. Karena lapangannya lebih kecil, gol-gol yang tercipta frekuensinya jauh lebih banyak dan prosesnya rata-rata indah. Mereka yang melihat dinamisasi sepak bola dari kecepatan lari dan kelincahan gerak pemainnya, juga bisa melihat dari ajang futsal.

* * *

Bagaimanakah kemudian langkah yang mesti diambil untuk lebih mempopulerkan futsal? Mungkin satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memainkannya sebagai pembuka atau pengisi waktu jeda pertandingan sepak bola normal, dengan pemain-pemain anak-anak, remaja atau mereka yang telah berusia di atas 35 tahun. Dengan demikian, tiap ada pertandingan sepak bola biasa terlebih dahulu harus dibuka aksi futsal.

Dengan cara demikian, futsal tidak hanya menjadi permainan elite yang cuma bisa dilakukan di kota-kota tetapi kehadirannya juga akan bisa terlihat di desa-desa. Cara seperti ini akan memungkinkan futsal mampu bersaing dengan bola voli yang telah merakyat sampai ke desa-desa. (ska)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)