Foto Tersangka
Ditemukan di Malang
Jakarta
(Bali Post) -
Penyebaran tiga sketsa wajah tersangka pelaku peledakan
bom di Bali, ternyata membuahkan hasil. Salah satu
tersangka sudah berhasil diketahui identitasnya, setelah
aparat kepolisian melakukan penyisiran di Malang, Jawa
Timur dan berhasil mendapatkan foto mirip dengan sketsa
wajah yang disebar. Pelaku yang dimaksud terdapat dalam
daftar orang dicari pada gambar nomor 3 (seperti yang
dimuat Bali Post, Kamis 31 Oktober 2002).
Ciri-ciri pelaku
berbadan agak gendut, pipi agak gemuk dengan bibir agak
tebal. Matanya sayu seperti ngantuk. Rambut tipis lurus
dibelah yang panjangnya sampai kerah baju. Si tersangka
diidentifikasi sebagai laki-laki dari Jawa Timur berumur
30 tahun dengan tinggi 160-165 cm dan memakai baju hijau
muda.
''Kami sudah dapat
fotonya dan deskripsinya seperti orang itu. Saat foto itu
kita sampaikan kepada salah seorang saksi, ternyata
mengakui dia orangnya. Nah, ini berarti 90 persen sketsa
sama dengan fotonya,'' ungkap Kapolri Jenderal Pol. Drs.
Da'i Bachtiar kepada wartawan usai salat Jumat di Masjid
Mabes Polri Jakarta, Jumat (1/11) kemarin. Saksi itu,
Chusnul Chatimah yang kini masih dirawat di Australia. ''Semula
Chusnul memberi keterangan kurang lancar, kami memaklumi
karena dia masih sakit. Namun, setelah diamati secara
teliti, ternyata saksi membenarkan foto yang ditunjukkan
itu adalah pelakunya. Jika dia sembuh total akan segera
dibawa ke Indonesia, tentunya akan memberi keterangan yang
normal dan lancar,'' ucapnya.
Saksi lainnya,
pemilik mobil Kijang sewaan di Bali yang didatangi tiga
orang pelaku dan menyewa mobil Kijang, bahkan membeli
sepeda motor. ''Jadi sketsa itu juga dibuat berdasarkan
keterangan pemilik mobil Kijang yang mengenali tiga
pelakunya, kemudian kita buat sketsa wajahnya,'' ungkap
Kapolri sambil menambahkan, saat mobil Kijang itu diteliti
ternyata ditemukan serbuk bom di mobil tersebut.
Kapolri mengaku,
foto yang ditemukan itu dari sebuah tempat yang dicurigai
polisi. Sayangnya, Kapolri enggan memberikan penjelasan
secara rinci di mana foto itu didapat. Namun, saat ditanya
wartawan apakah foto itu diperoleh dari Jawa Timur? ''Ya,
sedang kita cari ke sana. Tetapi, bisa saja enggak di
tempat itu lagi sekarang.''
Apa benar dari
keluarganya di Malang? ''Ya, memang kita sempat datangi
keluarganya di sana,'' jawabnya singkat. Siapa namanya? ''Tolong
jangan tanya itu dulu. Kita harus bersabar. Karena kalau
kita ingin menangkap orang, jangan disebutkan namanya dulu,
nanti dia malah lari. Kan gambarnya sudah jelas. Satu dari
tiga sketsa itu, yang berambut belah. Sekali lagi, tolong
bersabar, dan yang jelas kita sedang gerak ke mana-mana
untuk melakukan pengejaran,'' pinta mantan Kapolda Jatim
ini.
Di tempat terpisah,
Kepala Bidang Penerangan Umum (Kabidpenum) Mabes Polri
Kombes Pol. Prasetyo menerangkan, proses identifikasi
pelaku peledakan bom di Bali melalui sketsa wajah hampir
menyerupai sosok pelaku sebenarnya. Ia meyakini itu karena
dari identifikasi melalui sketsa wajah dilakukan bukan
hanya didasarkan atas keterangan banyaknya saksi yang
melihat pelaku saat sebelum ledakan terjadi, tetapi proses
identifikasi dilakukan dengan keterangan saksi-saksi yang
melakukan komunikasi dengan dialek-dialek tertentu. Hal
itu, katanya lagi, masih didukung dengan kesamaan proses
identifikasi dari kepolisian Australia.
Tidak ada perbedaan
sketsa antara identifikasi dari kepolisian Indonesia dan
Australia, kata Prasetyo, karena proses pembuatan sketsa
yang dilakukan oleh seniman-seniman Indonesia yang memakai
coretan tangan sama persis dengan proses identifikasi
melalui sistem komputer dari kepolisian Australia. ''Jadi
tidak ada perbedaan,'' ujarnya. (034/kmb4)
|