kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Paing, 2 Nopember 2002

 Nusantara


Foto Tersangka Ditemukan di Malang

Jakarta (Bali Post) -
Penyebaran tiga sketsa wajah tersangka pelaku peledakan bom di Bali, ternyata membuahkan hasil. Salah satu tersangka sudah berhasil diketahui identitasnya, setelah aparat kepolisian melakukan penyisiran di Malang, Jawa Timur dan berhasil mendapatkan foto mirip dengan sketsa wajah yang disebar. Pelaku yang dimaksud terdapat dalam daftar orang dicari pada gambar nomor 3 (seperti yang dimuat Bali Post, Kamis 31 Oktober 2002).

Ciri-ciri pelaku berbadan agak gendut, pipi agak gemuk dengan bibir agak tebal. Matanya sayu seperti ngantuk. Rambut tipis lurus dibelah yang panjangnya sampai kerah baju. Si tersangka diidentifikasi sebagai laki-laki dari Jawa Timur berumur 30 tahun dengan tinggi 160-165 cm dan memakai baju hijau muda.

''Kami sudah dapat fotonya dan deskripsinya seperti orang itu. Saat foto itu kita sampaikan kepada salah seorang saksi, ternyata mengakui dia orangnya. Nah, ini berarti 90 persen sketsa sama dengan fotonya,'' ungkap Kapolri Jenderal Pol. Drs. Da'i Bachtiar kepada wartawan usai salat Jumat di Masjid Mabes Polri Jakarta, Jumat (1/11) kemarin. Saksi itu, Chusnul Chatimah yang kini masih dirawat di Australia. ''Semula Chusnul memberi keterangan kurang lancar, kami memaklumi karena dia masih sakit. Namun, setelah diamati secara teliti, ternyata saksi membenarkan foto yang ditunjukkan itu adalah pelakunya. Jika dia sembuh total akan segera dibawa ke Indonesia, tentunya akan memberi keterangan yang normal dan lancar,'' ucapnya.

Saksi lainnya, pemilik mobil Kijang sewaan di Bali yang didatangi tiga orang pelaku dan menyewa mobil Kijang, bahkan membeli sepeda motor. ''Jadi sketsa itu juga dibuat berdasarkan keterangan pemilik mobil Kijang yang mengenali tiga pelakunya, kemudian kita buat sketsa wajahnya,'' ungkap Kapolri sambil menambahkan, saat mobil Kijang itu diteliti ternyata ditemukan serbuk bom di mobil tersebut.

Kapolri mengaku, foto yang ditemukan itu dari sebuah tempat yang dicurigai polisi. Sayangnya, Kapolri enggan memberikan penjelasan secara rinci di mana foto itu didapat. Namun, saat ditanya wartawan apakah foto itu diperoleh dari Jawa Timur? ''Ya, sedang kita cari ke sana. Tetapi, bisa saja enggak di tempat itu lagi sekarang.''

Apa benar dari keluarganya di Malang? ''Ya, memang kita sempat datangi keluarganya di sana,'' jawabnya singkat. Siapa namanya? ''Tolong jangan tanya itu dulu. Kita harus bersabar. Karena kalau kita ingin menangkap orang, jangan disebutkan namanya dulu, nanti dia malah lari. Kan gambarnya sudah jelas. Satu dari tiga sketsa itu, yang berambut belah. Sekali lagi, tolong bersabar, dan yang jelas kita sedang gerak ke mana-mana untuk melakukan pengejaran,'' pinta mantan Kapolda Jatim ini.

Di tempat terpisah, Kepala Bidang Penerangan Umum (Kabidpenum) Mabes Polri Kombes Pol. Prasetyo menerangkan, proses identifikasi pelaku peledakan bom di Bali melalui sketsa wajah hampir menyerupai sosok pelaku sebenarnya. Ia meyakini itu karena dari identifikasi melalui sketsa wajah dilakukan bukan hanya didasarkan atas keterangan banyaknya saksi yang melihat pelaku saat sebelum ledakan terjadi, tetapi proses identifikasi dilakukan dengan keterangan saksi-saksi yang melakukan komunikasi dengan dialek-dialek tertentu. Hal itu, katanya lagi, masih didukung dengan kesamaan proses identifikasi dari kepolisian Australia.

Tidak ada perbedaan sketsa antara identifikasi dari kepolisian Indonesia dan Australia, kata Prasetyo, karena proses pembuatan sketsa yang dilakukan oleh seniman-seniman Indonesia yang memakai coretan tangan sama persis dengan proses identifikasi melalui sistem komputer dari kepolisian Australia. ''Jadi tidak ada perbedaan,'' ujarnya. (034/kmb4)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)