kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Paing, 2 Nopember 2002

 Fenomena


Museum Nagasaki Jadi Objek Wisata Pendidikan

JIKA Kuta diguncang bom dengan korban 185 jiwa, kota Nagasaki di Jepang mengalami nasib yang lebih tragis lagi. Kota ini dibom atom oleh tentara Sekutu pimpinan AS, 9 Agustus 57 tahun lalu. Akibatnya, 73.884 warga Nagasaki meninggal seketika akibat kena suhu 4.500 derajat Celsius. Ribuan lainnya hidup dengan tubuh cacat.

Kini lokasi yang menjadi pusat ledakan bom pada Perang Dunia II itu didirikan musuem dinamankan Meseum Bom Atom Nagasaki. Museum itu kini dijadikan pusat wisata pendidikan bagi para pelajar di Jepang, baik yang datang dari Pulau Kyushu maupun dari Pulau Honsu, Hondo dan lain-lainnya. Di sinilah menurut warga Jepang generasi mudanya belajar bangkit dari sejarah tragedi itu. Hanya dalam waktu 4-5 tahun warga Nagasaki bangkit dan membangun kembali kotanya yang diluluhlantakkan oleh bom atom AS. Kini kota itu maju pesat sebagai kota industri, perdagangan dan pendidikan.

Para siswa bukan saja diajak mengetahui secara langsung kejadian itu di dalam ruangan, mereka juga diajak melakukan upaya perdamaian dengan membuat cenderamata berangka serba seribu. Cenderamata itu disebut sembazru, bisa berupa lipatan kertas berwujud burung sebanyak seribu, kumpulan titik-titik lukisan atau berupa benda lain yang penting angkanya seribu. Mengapa angka seribu yang dipilih, menurut promotor Tim Pendidikan dan Kesenian Bali Kawakita, angka ini menunjukkan jumlah korban mati akibat bom atom AS ribuan orang atau untuk mewakili jumlah yang banyak. Kisah inilah diharapkan membuat semangat orang Jepang harus tampil paling depan dan menyebarkan perdamaian. Nagasaki dijadikan sasaran bom atom pasukan Sekutu karena merupakan pusat pembuatan amunisi tentara Jepang dan pusat instalasi militer Jepang. Di sini berdiri perusahaan Mitsubishi yang membuat kapal perang Jepang. Bahkan, reruntuhan gedung Mitsubishi tempo dulu dipajang di dalam museum. Sementara pas di pusat bom dibangun monumen. Tiap hari banyak siswa yang mengunjungi objek wisata pendidikan ini. Mereka sudah dilengkapi dengan modul yang harus diisi setelah mereka melihat-lihat dan mendengar rekaman di museum ini. Inilah kelebihan sistem pendidikan mereka, ada perencanaan matang jika menyuruh siswanya pergi ke museum.

Jika di pusat ledakan bom di Kuta ada rencana untuk membangun monumen atau museum, ada baiknya pengalaman di Museum Nagasaki bisa dipakai bahan referensi bagaimana bentuk dan apa saja yang harus ditampilkan di museum itu. Bangunan Museum Nagasaki dibuat dengan struktur bangunan modern. Untuk menuju ke ruang utama kita harus melalui jalan melingkar seperti tangga berjalan. Di sana kita akan jumpai bagaimana bentuk mini dari bom atom yang menghanguskan Nagasaki. Di pintu utama, kita akan menyaksikan bagaimana detik-detik bom atom itu meledak di Nagasaki. Juga ada maket disertai rekaman radius yang terkena radiasi bom atom, termasuk bagaimana pesawat AS mengincar lokasi ini. Film peristiwa ini diberikan AS kepada Jepang setahun setelah ledakan bom itu. Film itu secara live terus diputar untuk mengajak penonton menyaksikan secara langsung kejadian itu.

Masih banyak layar kaca lainnya yang mengisahkan kesengsaraan dan kedukaan warga Nagasaki akibat bom atom itu. Ribuan korban luka-luka dari bayi hingga manusia lanjut usia juga rapi ditampilkan secara langsung. Bahkan, kayu yang hangus akibat ledakan bom atom masih bisa ditampilkan dengan cara diawetkan. Juga ada baju pasukan Jepang yang dipajang dan berbagai mimik korban akibat terkena hawa panas ribuan derajat Celcius. Reruntuhan tempat ibadah Shinto dan gereja juga diselamatkan dan dipajang di meseum.

Di ruang kedua, kita akan jumpai bentuk mini kapal perang AS yang melontarkan bom itu ke Nagasaki. Di sini juga diputarkan film Jepang sebelum dibom, saat dibom dan setahun setelah dibom atom. Di sini juga ditampilkan rekaman bagaimana orang Jepang melakukan ngaben secara masal korban bom.

Yang menarik lagi, di ruangan ini juga ada video saksi korban yang selamat lengkap dengan hasil wawancaranya. Kita bisa menyetel rekaman itu dengan menekan nama dan saksi yang kita inginkan.

Itulah kehebatan teknologi Jepang yang perlu kita tiru kalau membuat museum perjuangan Bali atau bom di Kuta. Menurut Sumihiko Kawakita, pengalaman harus dijadikan pelajaran berharga. Nagasaki bisa bangkit dan maju seperti sekarang karena pernah dibom atom AS. Bali pun, kata dia, bisa bangkit setelah tragedi Kuta 12 Oktober lalu. (sue)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)