kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Kliwon, 10 Nopember 2002 tarukan valas
 

TREND


Trik Tepat Hadapi Kritik

Banyak orang yang menganggap bahwa kritik yang ditujukan untuk dirinya adalah buruk, bersifat menyerang, mengejek, dan semua pikiran negatif akan muncul ketika seseorang dikritik. Sadarkah Anda bahwa Anda sendiri menerima kritikan hampir tiap hari? Mungkin Anda ragu dengan pernyataan ini, tetapi ingatkah kapan terakhir kali pasangan Anda mengomentari masakan Anda? Atau kapan atasan menyetujui laporan terakhir Anda? Kapankah terakhir kali teman Anda mengomentari Anda dengan jeans baru itu?
(pengantar)

Segala komentar yang kita terima dari orang lain (di luar diri kita) adalah bisa dikatakan sebagai kritikan. Tetapi sebagian besar dari kita menganggap bahwa komentar yang negatiflah yang disebut sebagai kritikan. Ketika Anda meminta pendapat seseorang, itu berarti bahwa Anda telah meminta untuk dinilai, untuk dievaluasi, yang sebetulnya adalah meminta untuk dikritik. Namun, jika bisa melihat kritikan itu secara positif, apapun yang akan Anda lakukan dengan kritik itu - apakah Anda akan menerimanya atau membuangnya - Anda seharusnya tahu bahwa Anda dapat membuatnya berguna untuk membantu Anda menjadi seseorang yang lebih baik.

Kali ini dari beberapa artikel di 'Beautywalk' akan dirangkum segala yang menyangkut tentang kritik-mengritik, dari bagaimana dan mengapa kritik itu berguna buat kita sampai bagaimana berhadapan dengan kritik yang sangat negatif. Bagaimana pula caranya agar bisa melontarkan kritikan yang dapat diterima baik oleh orang bersangkutan.

Kritik adalah Sesuatu yang Positif

Sebetulnya kata kritik itu berasal dari bahasa Yunani yaitu 'kritikos' yang berarti menilai atau melihat dengan seksama demi sebuah perbaikan. Jadi sebuah kritik adalah sesungguhnya sesuatu yang bersifat positif. Seperti apa yang dikatakan Hendrie Weisinger, Ph.D, seorang psikiater yang juga penulis dari 'The Power of Positive Criticism' - bahwa kritik sebenarnya adalah sesuatu yang membantu kita untuk berkembang dan tumbuh. Namun, yang sangat disayangkan bahwa masih banyak di antara kita yang menganggap kritik itu sebagai suatu setan pengganggu yang sama sekali tidak penting. Sebetulnya, kalau bisa diandaikan, kritik itu seperti sebuah keris terhunus pada kita. Sekarang terserah pada kita, apakah keris tersebut akan kita hujamkan atau mungkinkah keris itu kita pakai untuk menolong. Kita sering merasa diserang bila kita dikritik dan seringkali pula muncul kata-kata marah (dari kita) yang tentunya hanya akan membuat kita makin marah dan terluka.

Tetapi jika kita mampu untuk menganggap kritik itu sebagai sesuatu alat yang bisa membantu kita untuk maju, kita akan menganalisa apa yang telah dikatakan pada kita serta meresponnya dengan intelektual dan bukan dengan emosi. Dengan begitu, maka kita akan memiliki pemikiran yang lebih baik tentang siapa diri kita sebenarnya. "Kritik akan membuat kita menjadi makin realistis," demikian pendapat dari Shirley Garrett, Ed.D, seorang pembicara profesional, penulis dan juga seorang fasilitator di Georgia.

Mengendalikan Emosi dan Menerima Kritik

Di saat kita menerima kritikan, maka sering di antara kita yang tidak terbiasa untuk itu, menjadi sangat marah dan tersinggung. Namun, jangan khawatir marah karena kritikan ini adalah dapat dikontrol dengan beberapa cara, hanya memerlukan latihan yang lebih sering dan serius. Berikut ini adalah tips-tips untuk bisa mengontrol emosi:

1. Tariklah nafas yang panjang dan dalam. Beri kesempatan bagi tubuh untuk melemas sehingga Anda dapat merespon sebuah kritik dengan intelektual Anda dan bukan dengan emosi. Kalau masih sulit untuk memberikan waktu bagi tubuh Anda, hitunglah sampai hitungan ke-10 sambil menarik nafas.

2. Berikan perhatian pada pikiran-pikiran Anda. Ketika pasangan Anda mengatakan bahwa tubuh Anda kurang dilatih sehingga tampak kurang menarik, apakah Anda langsung menilai diri Anda sebagai seorang yang malas, gendut dan bodoh? Daripada Anda menyalahkan diri seperti itu, lebih baik Anda memberikan dukungan dan dorongan pada diri sendiri. Ingatlah bahwa ketika seseorang mengritik Anda, maka itu berarti mereka memberikan kesempatan bagi Anda untuk belajar dan berkembang.

3. Jika seseorang mengatakan bahwa rambut Anda hijau, tertawalah. Lihatlah sebuah kritikan itu dengan simple. Perhatikanlah apakah yang dikatakannya itu benar atau tidak. Jika tidak benar, jangan menganggap serius kritikan itu, tetapi tertawakanlah kritikan itu. Jika ternyata kritikan itu memang benar adanya, terimalah dan ada baiknya untuk dipikirkan.

4. Carilah informasi sebanyak mungkin. Untuk belajar dari pengalaman, Anda harus betul-betul mengerti apa yang diminta dari Anda. Jika suatu ketika salah seorang teman Anda mengatakan bahwa Anda adalah orang yang kurang peka, katakan padanya bahwa selama ini Anda merasa bahwa Anda sudah cukup peka, dan inilah sebabnya Anda perlu menanyakan padanya apa yang membuatnya berpikir bahwa Anda tidak atau kurang peka.

5. Jika kritikan yang dilontarkan pada Anda betul-betul membuat Anda marah, sebaiknya janganlah balik menyerang. Tetapi jika kritikan itu memang betul adanya, meskipun sedikiti membuat marah, Anda harus tetap menerimanya.

6. Ambillah kekuatan positif dari sebuah kritik, seperti prinsip ilmu bela diri Cina yang mengatakan bahwa 'Ubahlah energi negative yang menuju ke arahmu menjadi energi positif yang bahkan mampu memberimu kekuatan'.

Mengeluarkan Kritik-kritik Positif

Kita sadar bahwa sebagian besar orang merasa tersinggung dan bahkan tidak sedikit yang marah ketika menerima kritikan. Seandainya Andalah yang mengkritik seseorang, mampukah Anda untuk menyampaikan kritikan itu dengan baik, agar seseorang yang Anda tuju itu tidak menjadi marah atau tersinggung? Ternyata memang ada cara-cara tersendiri untuk menyampaikan kritikan dengan baik dan tidak membuat orang lain tersinggung.

Anda sukai atau tidak, ada kalanya dimana Anda memang harus mengeluarkan suatu kritikan. Mungkin Anda harus mengevaluasi pekerjaan teman Anda atau mungkin Anda harus memperbaiki tingkah laku putra-putri Anda.

Melakukannya dengan benar dan menyertakan titik-titik positif akan apa yang Anda katakan bisa menimbulkan respon yang berbeda terhadap apa yang Anda katakan. Namun, ada baiknya jika sebelum mengeluarkan komentar, tanyalah pada diri Anda sendiri dua pertanyaan kecil ini. Hasil apa yang Anda harapkan dari orang tersebut dari kritikan Anda itu? Apakah adalah tugas atau tanggung jawab dan hak Anda untuk bisa mengkritik dia?

Lalu setelah itu, lakukanlah langkah-langkah berikut ini:
1. Mintalah izin untuk dapat membagi segala pendapat Anda. Katakan pada orang yang bersangkutan bahwa Anda memilki pandangan yang sedikit berbeda pada situasi itu dan katakan pula bahwa Anda ingin sekali membagi perasaan Anda itu.

2. Jika khawatir bahwa orang itu akan menyalahartikan komentar Anda, ungkapkanlah hal itu.

3. Perhatikan pula situasi dan kondisi orang tersebut, tetapi usahakan tidak mempengaruhi segala kejujuran yang Anda ingin ungkapkan.

4. Kritiklah sikap atau kejadiannya dan bukan pelakunya. Jangan menyebut seseorang bodoh, idiot, atau sejenisnya hanya karena ia lupa untuk melakukan sesuatu. Tetapi, lebih baik jika Anda mengarahkannya pada tugas yang terlalaikan itu.

5. Tekankan pada kata 'kita', daripada Anda saling menyalahkan. Pakailah kata 'kita' pada situasi itu dan berdiskusilah bagaimana agar permasalahan itu dapat dipecahkan bersama.

6. Berhati-hatilah dalam memilih kata-kata. Semisal asisten Anda memang 'berkepala-babi', tetapi akan jauh lebih baik jika Anda mengatakan bahwa ia adalah sangat keras kepala.

7. Tawarkan padanya beberapa cara penyelesaiannya. Kritik sebenarnya adalah untuk membantu seseorang untuk berubah. Daripada mengatakan apa yang telah dilakukannya yang salah, akan lebih baik jika Anda mengatakan bagaimana untuk selanjutnya agar menjadi lebih baik. Sarankan padanya segala sesuatu yang Anda dapat katakan untuk mencegah agar tidak terjadi lagi kesalahan yang sama.

* Anom Permatasari

Apakah semua Orang Pengkritik?

KRITIK sesungguhnya, seperti yang dikemukakan oleh Aristoteles untuk pertama kalinya, adalah suatu usaha atau cara untuk dapat menilai dengan baik sesuai dengan standar yang ada. Tetapi ketika kita mendengar seseorang berkata, "Kamu gendut, kamu bodoh, bau mulutmu buruk sekali", maka tentu saja kita akan merasa dikritik dengan cara yang sangat tidak adil dan bahkan cenderung sangat kasar.

Suatu kritik, dalam arti kata sebenarnya, bila dikaitkan dengan kritikan di atas, akan menjadi: "Mungkin akan lebih baik untuk dirimu sendiri jika kau mau mengurangi sedikit berat badanmu, belajarlah dengan lebih giat, lebih seringlah kau menyikat gigimu". Satu tipe dari komentar itu bisa menjadi sangat menyakitkan, tetapi dengan cara yang lain justru bisa membuka jalan ke arah yang lebih baik.

Memang tidak semua orang akan mengomentari segala penampilan Anda, tetapi jika saja seandainya ada orang yang dengan tata cara yang tidak bersikap menghinakan, datang dan memberikan tips-tips untuk dapat memperbaiki sedikit pola kehidupan Anda, apakah Anda bisa untuk menghargainya? Mungkinkah pula Anda bertindak sesuai dengan nasihat itu?

Mungkin memang lebih bisa bagi Anda untuk menerima suatu 'kritik' dari sumber-sumber luar seperti buku atau video, karena mereka tidak perlu menyembunyikan apapun motif di balik kritikan yang dilontarkan itu. Misalnya saja, bos Anda menyarankan pada Anda untuk lebih bisa bekerja sama dengan partner/rekan kerja. Anda mungkin merasa khawatir bahwa mungkin bos Anda sedang berpikir untuk memecat atau memindahkan Anda. Namun, jika saja Anda secara tidak sengaja ataupun sengaja melihat pada sebuah buku tentang bagaimana mengatur diri di tempat kerja, misalnya, maka Anda merasa lebih mendapatkan kesempatan untuk menemukan cara-cara baru untuk memperkuat 'kuku' Anda di kantor. Sebaiknya mulai sekarang Anda mulai menanamkan dalam pikiran bahwa pimpinan anda, 'si tukang kritik itu', memiliki banyak yang akan ditawarkan pada Anda, dan perasaan ini akan Anda dapatkan bila Anda bisa mengatasi perasaan tidak nyaman karena kritikannya. Hal ini membutuhkan kemampuan Anda untuk melepaskan ke-egoan Anda dan mengerti bahwa orang lain mungkin memiliki pengetahuan yang mungkin bisa berguna buat Anda juga. Daripada berusaha menghindari kenyataan bahwa Anda memang memiliki masalah, akan lebih baik jika Anda datang pada bos dan mungkin meminta pemikirannya tentang Anda selama ini dan apa yang sebaiknya Anda lakukan untuk bisa memperbaiki kebiasaan buruk Anda. Jika nasihatnya baik, Anda bisa berjalan di atasnya. Anda akan mempelajari sesuatu yang positif dari pengalaman ini, daripada Anda harus membawa ke sana kemari segala sesuatu yang negatif.

Kritikan sebenarnya adalah motivator terbesar dalam hidup kita dan sudah seharusnya untuk kita dapat menghargainya. Jika Anda memikirkan hal ini, Anda mungkin ingat ketika guru bahasa Inggris Anda menyerahkan kembali pada Anda kertas ulangan yang sudah Anda buang. Dan dia mengatakan bahwa dia berharap banyak akan Anda. Jika Anda memilih untuk mengabaikan semua itu, maka Anda tidak akan mempelajari apapun. Tetapi, sebaliknya jika Anda mengambil kertas itu, mempelajarinya kembali, mengulang untuk menuliskannya dan betul-betul berusaha untuk mencari tahu titik kesalahan Anda, yakinlah bahwa Anda akan belajar sangat banyak hal. Tanpa dorongan keras dari sang pengkritik Anda, dalam kasus tadi adalah guru Anda, Anda mungkin akan tetap berada pada posisi dengan nilai C, daripada mendorong diri untuk mendapatkan nilai A. Dengan mendorong diri sendiri untuk mendapatkan nilai 'A', maka sebenarnya itulah jalan bagi Anda untuk bisa mencapai kehidupan, hubungan dan financial yang lebih baik.

Namun tanggapan yang tidak baik terhadap sebuah kritik, bukan selalu kita abaikan. Justru ketika kita terlalu memikirkan kritikan itu, maka akibatnya pun kurang begitu baik. Seperti para model atau artis-artis yang memiliki wajah sempurna. Siapapun yang melihat mereka, meskipun hanya sekilas, pastilah akan menilai penampakan wajah mereka itu luar biasa sempurna. Namun, ketika mereka melihat ada jerawat kecil, maka mereka akan menjadi cemas. Kritik diri sendiri inilah yang membuat mereka menjadi sedikit terganggu, dan seringkali ketika sedang seperti itu, akan lebih sulit bergaul. Ada orang bijak yang mengatakan bahwa segala sesuatu yang Anda coba raih sampai terkadang bisa membuat Anda sampai menjadi hampir gila, terkadang justru tidak akan ada gunanya sama sekali.

Menemukan kata-kata yang tepat memang yang paling utama. Semisal Anda adalah seorang penata rambut, maka Anda tidak akan mengatakan langsung pada pelanggan Anda, betapa rusaknya rambutnya. Karena besar kemungkinan, ia dengan berlinang air mata akan keluar dari salon, dan mungkin tidak akan pernah kembali lagi. Itu berarti hilanglah kesempatan Anda untuk dapat menolong dengan rambutnya. Anda lebih baik menyarankan suatu kondisioner yang mungkin dapat dipakai untuk merawat rambutnya. Dan pelanggan Anda pasti akan sangat menghargai bantuan Anda itu. Itulah yang menjadi kata kunci pintar dari sebuah kritik yaitu mencari kata-kata yang tepat dan tentunya sikap-sikap yang bisa membantu orang lain, bahkan bisa membantu diri Anda sendiri.

Anom Permatasari


 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

Acara TV 
& Radio

CUACA

www.bali-travelnews.com