Daripada Magang
Sentot Pilih Cabut
dari Persegi
Gianyar (Bali
Post) -
Kalau striker gaek Persegi, Ida Bagus Mahayasa, yang diplot
masih magang tiga bulan ke depan, tetap setia mengusung bendera
tim Kuda Mandara Giri itu. Akan tetapi, berbeda halnya dengan
Sentot Darmanto. Dia yang berstatus sama dengan Yasa, memilih
cabut dari Persegi daripada magang.
''Kali ini saya memang
tidak bisa menembus Persegi. Saya lebih baik hengkang, sebab
kalau magang tiga bulan, ya kalau akhirnya dikontrak, seandainya
nggak lalu bagaimana. Karena itu, saya putar haluan dan akan
mengadu nasib ke klub divisi satu lainnya,'' urai Sentot di
Denpasar, Sabtu (9/11) kemarin. Sentot, sebagaimana dimaklumi
pada kompetisi 2000, ikut membela Persegi, namun sekarang gagal.
Selain Sentot Darmato,
Suhendar juga telah meninggalkan base came Persegi. Dia balik ke
Garut, Jawa Barat. Tiga pemain dari Perserang dan Krakatau
Steel, Wahyudi, Khamid dan Adari justru lebih dulu cabut.
''Ya... sekarang pemain
yang ada cuma empat legiun asing yakni Jimmy Rojas, Claudio
Oliveira, Fabio Oliveira dan Daoglas serta 17 pemain lokal,''
urai asisten pelatih Sutrisno. Satu pemain pendatang baru ikut
seleksi, Mugianto dari Petrokimia. Dia berposisi di gelandang
bertahan.
Soal pemain yang belum
datang, ada dua yakni Misnadi Amrizal Pribadi dan Abdulrahman
Lestaluhu. Sutrisno yang paling rajin ada di mess, menambahkan,
sebetulnya Persegi memberikan liburan selama seminggu. Menurut
jadwal, Jumat (8/11) lalu semestinya sudah harus berlatih lagi.
''Tetapi latihan tidak
digelar, sehingga Jimmy Rojas memilih tidak tidur di mess,''
tambahnya. Hanya tiga pemain asing yang setia menunggu yakni
Fabio, Cristiano dan Daoglas.
Ikut Pawai
Di tengah liburan latihan, ternyata anak-anak Persegi ikut dalam
suatu pawai di Ubud. Ada pun maksud pawai itu, untuk
menggalakkan wisatawan agar kembali mengunjungi Bali
pascatragedi Bom Kuta, 12 Oktober lalu. Para pemain Persegi
begitu antusias. Mereka pun kompak menggunakan kaos oblong
bertuliskan Bali Peace and Unity.
''Saya senang acara pawai
itu, saya merasa ikut gembira kalau memang wisatawan kembali
ramai ke Bali,'' harap Fabio yang sangat fasih berbahasa
Indonesia. Maklum dia termasuk pemain asal Rio de Janeiro,
Brazil terlama di Indonesia. Mantan pemain Persita, PSP, dan
Perserang itu, telah tujuh tahun ambil bagian pada kompetisi di
Indonesia. ''Udara di Indonesia, sama dengan di Brazil. Saya
cocok di sini,'' kilah Fabio. (kmb11)
|