kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Kliwon, 10 Nopember 2002 tarukan valas
 

OLAH RAGA

 

Daripada Magang

Sentot Pilih Cabut dari Persegi

Gianyar (Bali Post) -
Kalau striker gaek Persegi, Ida Bagus Mahayasa, yang diplot masih magang tiga bulan ke depan, tetap setia mengusung bendera tim Kuda Mandara Giri itu. Akan tetapi, berbeda halnya dengan Sentot Darmanto. Dia yang berstatus sama dengan Yasa, memilih cabut dari Persegi daripada magang.

''Kali ini saya memang tidak bisa menembus Persegi. Saya lebih baik hengkang, sebab kalau magang tiga bulan, ya kalau akhirnya dikontrak, seandainya nggak lalu bagaimana. Karena itu, saya putar haluan dan akan mengadu nasib ke klub divisi satu lainnya,'' urai Sentot di Denpasar, Sabtu (9/11) kemarin. Sentot, sebagaimana dimaklumi pada kompetisi 2000, ikut membela Persegi, namun sekarang gagal.

Selain Sentot Darmato, Suhendar juga telah meninggalkan base came Persegi. Dia balik ke Garut, Jawa Barat. Tiga pemain dari Perserang dan Krakatau Steel, Wahyudi, Khamid dan Adari justru lebih dulu cabut.

''Ya... sekarang pemain yang ada cuma empat legiun asing yakni Jimmy Rojas, Claudio Oliveira, Fabio Oliveira dan Daoglas serta 17 pemain lokal,'' urai asisten pelatih Sutrisno. Satu pemain pendatang baru ikut seleksi, Mugianto dari Petrokimia. Dia berposisi di gelandang bertahan.

Soal pemain yang belum datang, ada dua yakni Misnadi Amrizal Pribadi dan Abdulrahman Lestaluhu. Sutrisno yang paling rajin ada di mess, menambahkan, sebetulnya Persegi memberikan liburan selama seminggu. Menurut jadwal, Jumat (8/11) lalu semestinya sudah harus berlatih lagi.

''Tetapi latihan tidak digelar, sehingga Jimmy Rojas memilih tidak tidur di mess,'' tambahnya. Hanya tiga pemain asing yang setia menunggu yakni Fabio, Cristiano dan Daoglas.

Ikut Pawai
Di tengah liburan latihan, ternyata anak-anak Persegi ikut dalam suatu pawai di Ubud. Ada pun maksud pawai itu, untuk menggalakkan wisatawan agar kembali mengunjungi Bali pascatragedi Bom Kuta, 12 Oktober lalu. Para pemain Persegi begitu antusias. Mereka pun kompak menggunakan kaos oblong bertuliskan Bali Peace and Unity.

''Saya senang acara pawai itu, saya merasa ikut gembira kalau memang wisatawan kembali ramai ke Bali,'' harap Fabio yang sangat fasih berbahasa Indonesia. Maklum dia termasuk pemain asal Rio de Janeiro, Brazil terlama di Indonesia. Mantan pemain Persita, PSP, dan Perserang itu, telah tujuh tahun ambil bagian pada kompetisi di Indonesia. ''Udara di Indonesia, sama dengan di Brazil. Saya cocok di sini,'' kilah Fabio. (kmb11)


 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

Acara TV 
& Radio

CUACA

www.bali-travelnews.com