kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Kliwon, 10 Nopember 2002 tarukan valas
 

BERITA

 

Kristina fs

Ditolak, Sempat Frustrasi

SANGAT terobsesi menjadi penyanyi pop atau slow rock, malah terkenal di jalur dangdut. Begitulah perjalanan karier tarik suara Kristina Iswandari -- penyanyi yang awal Oktober lalu menggelar tunggal dua jam non stop yang melibatkan komposer Harry Roesli dan DKSB Bandung, gitaris Dewa Bujana serta dua aktor Anjasmara dan Indra L. Bruggman di Hard Rock Cafe Jakarta.

Tak pelak, kendati tengah menikmati popularitas sebagai biduanita dangdut papan atas, dara kelahiran Jakarta, 8 Mei 1976 ini, tetap penasaran ingin melansir album bernuansa pop. "Biar penasarannya hilang, nanti kalau sudah banyak uang saya bakal memproduksi sendiri album bernuansa pop atau slow rock. Seperti yang pernah saya obsesikan waktu menginjak remaja," papar Kristina kepada Bali Post di Jakarta, baru-baru ini.

Jika masih penasaran ingin beralih ke pop, berarti Anda belum mantap di dangdut? Penyanyi mungil bertinggi 158 cm dan berat 43 kg ini menegaskan, saat ini kiprah dangdutnya sudah teramat mantap. "Bahkan saking mantapnya, saya sekarang sudah begitu yakin bahwa rezeki nyanyi saya ada di jalur dangdut. Nah, kalau sampai kini saya masih penasaran, hal itu bukan berarti geliat dangdut saya belum mantap. Tetapi, sekadar pembuktian bahwa sebenarnya saya juga berpotensi jadi penyanyi pop," tandas biduanita yang memulai debut nyanyi dengan bertualang di panggung hiburan live Jakarta dan kota-kota besar lainnya sejak berusia 13 tahun ini.

Menurut Kristina, berbekal jam terbang manggung lebih dari lima tahun dan kemampuan membawakan beragam jenis lagu pada 1996-1997, dirinya mencoba menembus dapur rekaman dengan mengusung lagu-lagu pop. Namun, beberapa produser pernah secara subjektif menolak mentah-mentah keinginan tersebut tanpa alasan yang jelas. "Terus terang, kegagalan merilis album bernuansa pop itu sempat membuat saya frustrasi. Untungnya, berkat dorongan moral dari keluarga, saya bisa bangkit kembali sambil menerapkan strategi baru memfokuskan diri jadi penyanyi panggung yang serba bisa. Termasuk mempelajari cengkok dangdut," ungkapnya.

Strategi Kristina ternyata membuahkan hasil. Pada 1998 dirinya direkrut produser dangdut untuk melansir album perdana bertajuk "Berakhir Pula". "Walau tak sukses, album tersebut membuka jalan lebar bagi saya untuk total berbasah-basah di jalur dangdut," jelasnya. Alhasil, berkat keseriusannya mendalami cengkok dangdut, album kedua bertajuk "Jatuh Bangun"-nya mereguk sukses luar biasa. Dan Kristina langsung meluncur bisa masuk jajaran papan atas penyanyi dangdut nasional.

Bagaimana tentang goyangan Kristina yang dinilai cukup erotis itu? "Saya memang senang goyangan erotis," ujar Kristina, sebagaimana ditulis sat.com. "Di panggung, saya ingin goyang erotis agar suasana makin panas, tapi nggak bisa," tambahnya merendah. Tetapi banyak kalangan, terutama para pria, menghayati goyangan Kristina yang menggetarkan hasrat itu. "Salah sendiri. Orang itu saja yang pikirannya kotor," ujar Kristina enteng. (ags/*)


 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

Acara TV 
& Radio

CUACA

www.bali-travelnews.com