kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Kliwon, 10 Nopember 2002 tarukan valas
 

BERITA

 

Ba'asyir:

Banyolan belaka

Jakarta (Bali Post) -
Dituding terlibat bersama Amrozy dalam pengeboman Bali, Amir Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba'asyir mengatakan hal itu banyolan belaka. Ba'asyir juga menolak tudingan dirinya kenal dengan Amrozy yang menjadi tersangka kasus bom Bali. Ba'asyir juga sangat menyayangkan pemeriksaan terhadap Amrozy yang tanpa didampingi pengacara.

Orang dekat Abu Bakar Ba'asyir, Hilmy Bakar mengatakan hal itu di Jakarta, Sabtu (9/11) kemarin. Usai menjenguk Ba'asyir, Hilmy mengatakan, secara pribadi Ba'asyir mengaku tidak kenal Amrozy. Tetapi kalau Amrozy kenal Ba'asyir, semua orang juga kenal ustad Ba'asyir, karena memang pernah ke pesantren Al Islam, Lamongan untuk mengadakan ujian.

Selain itu, lanjut Hilmy, Ba'asyir juga meragukan kesaksian Al-Farouq dan menangggapinya sebagai banyolan belaka. ''Ini dianggap sebagai konspirasi yang melibatkan dirinya, karena dirinya tokoh dari umat Islam,'' papar Hilmy mengutip ucapan Ba'asyir.

Hilmy mengungkapkan kekesalan Ba'asyir. Menurut dia, apa yang menimpa Amrozy merupakan rekayasa Barat. Ba'asyir mencontohkan soal penangkapan Al-Farouq yang kemudian tidak terbukti, Hambali misterius dan sekarang ada Amrozy. ''Habis ini tidak tahu siapa lagi. Semua ini rekayasa, masak orang pondok bisa meledakkan mikro nuklir,'' jelas Hilmy.

Hilmy menyatakan, Pimpinan Pesantren Al Islam Ustad Zakaria adalah alumni Ngruki. Amrozy adalah saudara pendiri pesantren Al Islam dan bukan alumni Ngruki. Ia juga menegaskan, tidak ada jaringan Ngruki seperti yang disebut-sebut selama ini oleh pihak luar. Namun yang ada alumni Ngruki yang mendirikan pesantren di beberapa tempat seperti di Lombok dan Jatim. ''Ustad menyebutnya ukhuwwah Islamiyah,'' jelas Hilmy. (010)


 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

Acara TV 
& Radio

CUACA

www.bali-travelnews.com