Ba'asyir:
Banyolan belaka
Jakarta (Bali
Post) -
Dituding terlibat bersama Amrozy dalam pengeboman Bali, Amir
Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba'asyir mengatakan
hal itu banyolan belaka. Ba'asyir juga menolak tudingan dirinya
kenal dengan Amrozy yang menjadi tersangka kasus bom Bali.
Ba'asyir juga sangat menyayangkan pemeriksaan terhadap Amrozy
yang tanpa didampingi pengacara.
Orang dekat Abu Bakar
Ba'asyir, Hilmy Bakar mengatakan hal itu di Jakarta, Sabtu
(9/11) kemarin. Usai menjenguk Ba'asyir, Hilmy mengatakan,
secara pribadi Ba'asyir mengaku tidak kenal Amrozy. Tetapi kalau
Amrozy kenal Ba'asyir, semua orang juga kenal ustad Ba'asyir,
karena memang pernah ke pesantren Al Islam, Lamongan untuk
mengadakan ujian.
Selain itu, lanjut Hilmy,
Ba'asyir juga meragukan kesaksian Al-Farouq dan menangggapinya
sebagai banyolan belaka. ''Ini dianggap sebagai konspirasi yang
melibatkan dirinya, karena dirinya tokoh dari umat Islam,''
papar Hilmy mengutip ucapan Ba'asyir.
Hilmy mengungkapkan
kekesalan Ba'asyir. Menurut dia, apa yang menimpa Amrozy
merupakan rekayasa Barat. Ba'asyir mencontohkan soal penangkapan
Al-Farouq yang kemudian tidak terbukti, Hambali misterius dan
sekarang ada Amrozy. ''Habis ini tidak tahu siapa lagi. Semua
ini rekayasa, masak orang pondok bisa meledakkan mikro nuklir,''
jelas Hilmy.
Hilmy menyatakan,
Pimpinan Pesantren Al Islam Ustad Zakaria adalah alumni Ngruki.
Amrozy adalah saudara pendiri pesantren Al Islam dan bukan
alumni Ngruki. Ia juga menegaskan, tidak ada jaringan Ngruki
seperti yang disebut-sebut selama ini oleh pihak luar. Namun
yang ada alumni Ngruki yang mendirikan pesantren di beberapa
tempat seperti di Lombok dan Jatim. ''Ustad menyebutnya ukhuwwah
Islamiyah,'' jelas Hilmy. (010)
|