kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Kliwon, 10 Nopember 2002 tarukan valas
 

BERITA

 

Residu Bahan Peledak Ditemukan di Tempat Amrozy

Denpasar (Bali Post) -
Keyakinan polisi bahwa perakitan bom dilakukan di Denpasar, tampaknya makin bertambah, manakala Tim Forensik menemukan sisa atau residu bahan-bahan yang identik dengan unsur bahan peledak di TKP.

Di mana pastinya residu itu ditemukan, mengingat Amrozy menyebut di beberapa tempat, Wakadivhumas Mabes Polri Brigjen Pol. Drs. Edward Aritonang, Sabtu (9/10) kemarin enggan menjelaskannya. Namun yang pasti, kata dia, Tim Forensik melakukan pemeriksaan di sejumlah tempat yang diduga kuat mempunyai hubungan dengan persiapan peledakan bom dan tempat konsolidasi setelah ledakan terjadi. Tempat-tempat tersebut diperiksa berdasarkan keterangan dari tersangka Amrozy. ''Hasil dari pemeriksaan itu, di antaranya dapat ditemukan adanya sisa atau residu bahan-bahan yang identik dengan unsur bahan peledak yang ditemukan di TKP,'' katanya.

Sementara itu, mengenai pengapalan KH Zakaria, pemimpin Pondok Pesantren Al-Islam Lamongan dan Silvester Tendean, pemilik toko Tidar Kimia Surabaya, dari Surabaya ke Bali Jumat (8/11) malam, Aritonang mengatakan, keduanya berada di Polda Bali. ''Keduanya diperiksa sebagai saksi untuk diminta keterangannya atas berbagai informasi atau keterangan yang telah diberikan tersangka Amrozy,'' katanya.

Berdasarkan hasil pemeriksaan, Amrozy mengaku membeli sejumlah bahan kimia yang diduga sebagai unsur membuat bahan peledak pada Toko Tidar milik Silvester Tendean. ''Untuk yang satu ini, di Polda Jawa Timur yang bersangkutan (Silvester Tendean) telah ditetapkan menjadi tersangka, tetapi dalam kasus bom Bali, dia masih menjadi saksi,'' katanya. Apakah nanti bisa menjadi tersangka, kata Aritonang sangat tergantung dari hasil pemeriksaan. ''Kalau polisi berkeyakinan ada kaitannya, kemungkinan menjadi tersangka dalam kasus bom Bali sangat terbuka.''

Terus Mengejar
Sementara pemeriksaan terhadap tersangka Amrozy dan saksi-saksi, Aritonang mengatakan, Tim Investigasi terus mengejar beberapa tersangka lainnya. Ke mana perburuan dilakukan tak disebutkannya. Namun yang jelas, identitas para tersangka itu sudah diketahui. ''Tim Investigasi masih terus melakukan pemeriksaan di berbagai tempat dan mengejar beberapa tersangka lainnya yang identitasnya sudah diketahui. Masyarakat diharapkan dapat membantu dan memaklumi apabila tim meminta keterangan atau informasi atas keberadaan seseorang,'' katanya.

Ketika ditanya local boy-nya -- mengingat kelompok itu kebanyakan dari luar Bali, Aritonang mengatakan, masih terus diselidiki. ''Itu belum bisa kami kemukakan. Sebab, bila sekarang kami kemukakan nanti yang dicari akan lari,'' katanya. Namun yang jelas, kemungkinan Amrozy dibantu orang-orang lokal sangat besar karena dalam operasinya sangat mengetahui tempat-tempat yang dijadikan sasaran.

Banyak Kemajuan
Aritonang menjelaskan, pemeriksaan terhadap Amrozy banyak kemajuan. ''Ketika diperiksa dia juga banyak ngomong,'' katanya. Namun seperti apa yang dikemukakan itu, jenderal polisi berbintang satu itu tak mau menjelaskannya. ''Semua keterangan yang disampaikan kepada polisi akan di-cross check dengan data dan fakta yang dimiliki polisi termasuk dengan keterangan dari sejumlah saksi,'' katanya.

Polisi juga akan menelusuri sejumlah pengakuan Amrozy yang mengatakan sempat bepergian ke Malaysia, Singapura, Thailand termasuk ke Afghanistan. ''Karena itu pula, apakah Amrozy juga bagian dari mereka yang pernah dilatih di Afghanistan juga kami akan telusuri,'' katanya. Setidaknya, apa yang dicari ke luar negeri ini menjadi pertanyaan besar bagi aparat kepolisian. ''Kami akan mencoba mencari hubungan-hubungan itu,'' katanya. (047)


 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

Acara TV 
& Radio

CUACA

www.bali-travelnews.com