Residu Bahan
Peledak Ditemukan di Tempat Amrozy
Denpasar (Bali
Post) -
Keyakinan polisi bahwa perakitan bom dilakukan di Denpasar,
tampaknya makin bertambah, manakala Tim Forensik menemukan sisa
atau residu bahan-bahan yang identik dengan unsur bahan peledak
di TKP.
Di mana pastinya residu
itu ditemukan, mengingat Amrozy menyebut di beberapa tempat,
Wakadivhumas Mabes Polri Brigjen Pol. Drs. Edward Aritonang,
Sabtu (9/10) kemarin enggan menjelaskannya. Namun yang pasti,
kata dia, Tim Forensik melakukan pemeriksaan di sejumlah tempat
yang diduga kuat mempunyai hubungan dengan persiapan peledakan
bom dan tempat konsolidasi setelah ledakan terjadi.
Tempat-tempat tersebut diperiksa berdasarkan keterangan dari
tersangka Amrozy. ''Hasil dari pemeriksaan itu, di antaranya
dapat ditemukan adanya sisa atau residu bahan-bahan yang identik
dengan unsur bahan peledak yang ditemukan di TKP,'' katanya.
Sementara itu, mengenai
pengapalan KH Zakaria, pemimpin Pondok Pesantren Al-Islam
Lamongan dan Silvester Tendean, pemilik toko Tidar Kimia
Surabaya, dari Surabaya ke Bali Jumat (8/11) malam, Aritonang
mengatakan, keduanya berada di Polda Bali. ''Keduanya diperiksa
sebagai saksi untuk diminta keterangannya atas berbagai
informasi atau keterangan yang telah diberikan tersangka Amrozy,''
katanya.
Berdasarkan hasil
pemeriksaan, Amrozy mengaku membeli sejumlah bahan kimia yang
diduga sebagai unsur membuat bahan peledak pada Toko Tidar milik
Silvester Tendean. ''Untuk yang satu ini, di Polda Jawa Timur
yang bersangkutan (Silvester Tendean) telah ditetapkan menjadi
tersangka, tetapi dalam kasus bom Bali, dia masih menjadi saksi,''
katanya. Apakah nanti bisa menjadi tersangka, kata Aritonang
sangat tergantung dari hasil pemeriksaan. ''Kalau polisi
berkeyakinan ada kaitannya, kemungkinan menjadi tersangka dalam
kasus bom Bali sangat terbuka.''
Terus Mengejar
Sementara pemeriksaan terhadap tersangka Amrozy dan saksi-saksi,
Aritonang mengatakan, Tim Investigasi terus mengejar beberapa
tersangka lainnya. Ke mana perburuan dilakukan tak disebutkannya.
Namun yang jelas, identitas para tersangka itu sudah diketahui.
''Tim Investigasi masih terus melakukan pemeriksaan di berbagai
tempat dan mengejar beberapa tersangka lainnya yang identitasnya
sudah diketahui. Masyarakat diharapkan dapat membantu dan
memaklumi apabila tim meminta keterangan atau informasi atas
keberadaan seseorang,'' katanya.
Ketika ditanya local boy-nya
-- mengingat kelompok itu kebanyakan dari luar Bali, Aritonang
mengatakan, masih terus diselidiki. ''Itu belum bisa kami
kemukakan. Sebab, bila sekarang kami kemukakan nanti yang dicari
akan lari,'' katanya. Namun yang jelas, kemungkinan Amrozy
dibantu orang-orang lokal sangat besar karena dalam operasinya
sangat mengetahui tempat-tempat yang dijadikan sasaran.
Banyak Kemajuan
Aritonang menjelaskan, pemeriksaan terhadap Amrozy banyak
kemajuan. ''Ketika diperiksa dia juga banyak ngomong,'' katanya.
Namun seperti apa yang dikemukakan itu, jenderal polisi
berbintang satu itu tak mau menjelaskannya. ''Semua keterangan
yang disampaikan kepada polisi akan di-cross check dengan data
dan fakta yang dimiliki polisi termasuk dengan keterangan dari
sejumlah saksi,'' katanya.
Polisi juga akan
menelusuri sejumlah pengakuan Amrozy yang mengatakan sempat
bepergian ke Malaysia, Singapura, Thailand termasuk ke
Afghanistan. ''Karena itu pula, apakah Amrozy juga bagian dari
mereka yang pernah dilatih di Afghanistan juga kami akan
telusuri,'' katanya. Setidaknya, apa yang dicari ke luar negeri
ini menjadi pertanyaan besar bagi aparat kepolisian. ''Kami akan
mencoba mencari hubungan-hubungan itu,'' katanya. (047)
|