kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Kliwon, 10 Nopember 2002 tarukan valas
 

GEBYAR


Dewi Sulistyowati Prilyandani

Antara Tragedi dan Order

DAMPAK tragedi Kuta bukan hanya melanda insan pariwisata, namun penari pun kena getahnya. Pemilik grup tari Queendy Dewi Sulityowati Prilyandani merasa sangat terpukul atas musibah yang menewaskan korban 180 orang lebih itu. Betapa tidak, order job tampil menari di sejumlah hotel yang rutin dilakoninya kini malah melompong. Praktis, ekses musibah Legian sampai menggeroti kantong penari.

"Saya pun prihatin, sebab personel Queendy cukup profesional, dan menggantungkan hidupnya dari berjingkrak ria serta meliuk-liukkan tubuhnya di atas panggung," keluh istri Drs. Eddy Soetjahjo ini.

Tragisnya lagi, di antara penari ada yang menanggung istri dan anaknya, sehingga untuk bayar kamar kos apalagi makan saban hari jelas kesulitan. "Saya tak bisa membayangkan nasib mereka kini," ujar Dewi. Menurut Dewi, malam Tahun Baru biasanya ordernya menumpuk, khusus pada malam old and new 2003 nanti sebagian hotel minta di-cancle dulu. Akan tetapi, Dewi tak ingin berlarut-larut merenungi kondisi pascabom.

"Saya sih ingin cepat pulih," harap ibu tiga anak yang sudah malang-melintang di dunia tari modern dan kontemporer persisnya sejak 1985 silam ini. Sayang, jenis tari ini belakangan jarang dilombakan. (nel)


 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

Acara TV 
& Radio

CUACA

www.bali-travelnews.com