Dewi Sulistyowati Prilyandani
Antara Tragedi dan
Order
DAMPAK
tragedi Kuta bukan hanya melanda insan pariwisata, namun penari
pun kena getahnya. Pemilik grup tari Queendy Dewi Sulityowati
Prilyandani merasa sangat terpukul atas musibah yang menewaskan
korban 180 orang lebih itu. Betapa tidak, order job tampil
menari di sejumlah hotel yang rutin dilakoninya kini malah
melompong. Praktis, ekses musibah Legian sampai menggeroti
kantong penari.
"Saya pun prihatin,
sebab personel Queendy cukup profesional, dan menggantungkan
hidupnya dari berjingkrak ria serta meliuk-liukkan tubuhnya di
atas panggung," keluh istri Drs. Eddy Soetjahjo ini.
Tragisnya lagi, di antara
penari ada yang menanggung istri dan anaknya, sehingga untuk
bayar kamar kos apalagi makan saban hari jelas kesulitan. "Saya
tak bisa membayangkan nasib mereka kini," ujar Dewi.
Menurut Dewi, malam Tahun Baru biasanya ordernya menumpuk,
khusus pada malam old and new 2003 nanti sebagian hotel minta
di-cancle dulu. Akan tetapi, Dewi tak ingin berlarut-larut
merenungi kondisi pascabom.
"Saya sih ingin
cepat pulih," harap ibu tiga anak yang sudah
malang-melintang di dunia tari modern dan kontemporer persisnya
sejak 1985 silam ini. Sayang, jenis tari ini belakangan jarang
dilombakan. (nel)
|