Menjelang ''Karya
Pamarisudha Karipubhaya''
''Omang-omang''
Raksasa Muncul di Kuta
Denpasar (Bali
Post) -
Menjelang dilaksanakannya upacara Pamarisudha Karipubhaya di TKP
pengeboman di Jalan Legian, masyarakat Kuta dihebohkan dengan
kehadiran seekor omang-omang raksasa. Selain berukuran tidak
lazimnya omang-omang biasanya, makhluk yang biasanya hidup di
laut ini juga tidak dilengkapi dengan kerang yang berfungsi
sebagi pelindung. Tempat penemuannya juga bukan di laut
melainkan di sebuah ruas jalan raya di Kuta. Omang-omang yang
ditemukan Jumat (8/11) malam di Jalan Setiabudi dekat pompa
bensin Kuta ini kini disimpan di rumah Jero Mangku Durna,
menunggu petunjuk dari sulinggih mengingat penemuan ini
sangatlah langka.
Omang-omang
raksasa dengan panjang tubuh sekitar 20 cm dan memiliki semacam
tanduk ini ditemukan sekitar pukul 22.00 wita oleh warga ketika
melintas di jalan menuju simpang siur, kata Bendesa Adat Kuta I
Made Wendra. Kehadiran omang-omang ini pun sempat memacetkan
lalu lintas dan beberapa orang malah ingin membunuhnya. ''Tetapi
keinginan mereka segera dicegah oleh seorang warga dari Banjar
Buni Sari,'' lanjut Wendra.
Selanjutnya omang-omang
ini dimasukkan ke dalam sebuah dus minuman botol dan dibawa ke
Balai Banjar Buni Sari karena di sana ada beberapa warga yang
berjaga. Karena menilai makhluk tersebut cukup aneh dan
kebetulan akan dilaksanakan upacara tawur, warga yang menerima
berinisiatif menyerahkannya ke Jero Mangku Durna, pemangku Pura
Dalem Desa Adat Kuta.
Berita penemuan
omang-omang raksasa ini pun cepat menyebar di kalangan warga
Kuta dan menimbulkan rasa penasaran. Praktis rumah Jero Mangku
Durna, Jumat (8/11), dikunjungi warga yang ingin melihatnya
secara langsung. ''Sampai-sampai Jero Mangku tidak bisa tidur
karena banyaknya yang ingin melihat omang-omang ini,'' kata
Wendra. Sementara itu, Wendra sendiri yang baru menerima berita
penemuan omang-omang raksasa pada Sabtu (9/11) kemarin langsung
mengadakan koordinasi dengan Yajamana Karya Tawur Agung
Pamarisudha Karipubhaya Ida Pedanda Gde Putra Bajing. ''Beliau
masih belum bisa memberikan kepastian apa makna dari penemuan
omang-omang raksasa ini,'' ujarnya. Ida Pedanda, lanjut Wendra,
masih mempelajari sastra-sastra agama, mengenai makna di balik
penemuan ini termasuk apakah omang-omang ini akan digunakan
sebagai salah satu eteh-eteh dari banten tawur, 15 November
nanti. Hingga Sabtu siang kemarin, ketika Bali Post melihat
langsung ke rumah Jero Mangku Durna di Jalan Ciung Wanara No. 3
Kuta ini, omang-omang yang besarnya hampir sebesar kaleng
biskuit ini diletakkan di dalam akuarium dan terlihat masih
hidup. Menurut Jero Mangku istri, dirinya yang sejak kecil
sering bermain di laut mengaku baru kali ini melihat omang-omang
sebesar itu. Pengakuan yang sama juga disampaikan Wendra. ''Saya
baru kali ini melihat omang-omang sebesar ini,'' katanya.
(kmb14)
|