kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Kliwon, 10 Nopember 2002 tarukan valas
 

BERITA

 

Menjelang ''Karya Pamarisudha Karipubhaya''

''Omang-omang'' Raksasa Muncul di Kuta

Denpasar (Bali Post) -
Menjelang dilaksanakannya upacara Pamarisudha Karipubhaya di TKP pengeboman di Jalan Legian, masyarakat Kuta dihebohkan dengan kehadiran seekor omang-omang raksasa. Selain berukuran tidak lazimnya omang-omang biasanya, makhluk yang biasanya hidup di laut ini juga tidak dilengkapi dengan kerang yang berfungsi sebagi pelindung. Tempat penemuannya juga bukan di laut melainkan di sebuah ruas jalan raya di Kuta. Omang-omang yang ditemukan Jumat (8/11) malam di Jalan Setiabudi dekat pompa bensin Kuta ini kini disimpan di rumah Jero Mangku Durna, menunggu petunjuk dari sulinggih mengingat penemuan ini sangatlah langka.

Omang-omang raksasa dengan panjang tubuh sekitar 20 cm dan memiliki semacam tanduk ini ditemukan sekitar pukul 22.00 wita oleh warga ketika melintas di jalan menuju simpang siur, kata Bendesa Adat Kuta I Made Wendra. Kehadiran omang-omang ini pun sempat memacetkan lalu lintas dan beberapa orang malah ingin membunuhnya. ''Tetapi keinginan mereka segera dicegah oleh seorang warga dari Banjar Buni Sari,'' lanjut Wendra.

Selanjutnya omang-omang ini dimasukkan ke dalam sebuah dus minuman botol dan dibawa ke Balai Banjar Buni Sari karena di sana ada beberapa warga yang berjaga. Karena menilai makhluk tersebut cukup aneh dan kebetulan akan dilaksanakan upacara tawur, warga yang menerima berinisiatif menyerahkannya ke Jero Mangku Durna, pemangku Pura Dalem Desa Adat Kuta.

Berita penemuan omang-omang raksasa ini pun cepat menyebar di kalangan warga Kuta dan menimbulkan rasa penasaran. Praktis rumah Jero Mangku Durna, Jumat (8/11), dikunjungi warga yang ingin melihatnya secara langsung. ''Sampai-sampai Jero Mangku tidak bisa tidur karena banyaknya yang ingin melihat omang-omang ini,'' kata Wendra. Sementara itu, Wendra sendiri yang baru menerima berita penemuan omang-omang raksasa pada Sabtu (9/11) kemarin langsung mengadakan koordinasi dengan Yajamana Karya Tawur Agung Pamarisudha Karipubhaya Ida Pedanda Gde Putra Bajing. ''Beliau masih belum bisa memberikan kepastian apa makna dari penemuan omang-omang raksasa ini,'' ujarnya. Ida Pedanda, lanjut Wendra, masih mempelajari sastra-sastra agama, mengenai makna di balik penemuan ini termasuk apakah omang-omang ini akan digunakan sebagai salah satu eteh-eteh dari banten tawur, 15 November nanti. Hingga Sabtu siang kemarin, ketika Bali Post melihat langsung ke rumah Jero Mangku Durna di Jalan Ciung Wanara No. 3 Kuta ini, omang-omang yang besarnya hampir sebesar kaleng biskuit ini diletakkan di dalam akuarium dan terlihat masih hidup. Menurut Jero Mangku istri, dirinya yang sejak kecil sering bermain di laut mengaku baru kali ini melihat omang-omang sebesar itu. Pengakuan yang sama juga disampaikan Wendra. ''Saya baru kali ini melihat omang-omang sebesar ini,'' katanya. (kmb14)


 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

Acara TV 
& Radio

CUACA

www.bali-travelnews.com