Grandong
Bunuh Pedagang Canang
Tabanan (Bali
Post) -
Nasib apes menimpa Ni Gusti Ayu Ketut Siwi (60) asal Desa
Senapahan, Kecamatan Kediri. Pedagang canang di dalam Pasar
Tabanan ini belum sempat menjual habis dagangannya akhirnya
tewas ditusuk pria yang dikenal sebagai preman pasar, M. Esman
Jaya alias Grandong. Grandong diduga membunuh Siwi dengan
sebilah golok yang direbut dari seorang penjual daging yang satu
lokasi berjualan dengan korban, Sabtu (9/11) pagi kemarin.
Kejadian memilukan ini sempat membuat geger suasana dalam pasar
dan memacetkan arus lalu lintas di Jalan Gajah Mada Tabanan.
Menurut penuturan
beberapa saksi di tempat kejadian perkara (TKP), seperti biasa
korban Siwi menggelar dagangannya berupa canang dan alat sesajen
lainnya di areal Pasar Tabanan, tepatnya di depan Toko Jadi
Indah. Lokasi berjualannya berdampingan dengan beberapa pedagang
lain di antaranya penjual daging ayam Ni Nengah Nami alias Men
Sri dan Ni Ketut Juliartini.
Sekitar pukul 07.30 wita,
datang tersangka Esman Jaya alias Grandong yang dikenal sebagai
preman pasar menghampiri korban sembari minta uang dengan nada
membentak. Karena sifat pelaku yang diduga mengidap depresi
mental atau stres itu sudah dihafal benar para pedagang,
permintaan setengah memaksa itu pun ditolaknya dengan halus
sembari mengatakan dirinya belum dapat jualan. Entah setan apa
yang merasuki jiwa pria kelahiran Pematangsiantar, Sumatera itu
hingga nekat mengambil sebilah golok pemotong ayam milik Nengah
Nami dari atas mejanya kemudian menyabetkannya ke arah korban.
Sadar akan bahaya, korban
berusaha menangkis hingga tangannya luka. Tetapi hal itu justru
membuat tersangka tambah murka dan menghunjamkan goloknya ke
dada kanan korban hingga tersungkur tak sadarkan diri. Seisi
pasar yang melihat kejadian itu menjerit histeris dan beberapa
pedagang dibuat panik serta berupaya mengejar pelaku yang
berusaha melarikan diri dan sebagian lagi melaporkan kejadian
tersebut ke Polsektif Tabanan.
Satuan Shabara pun
dikerahkan membantu massa untuk menangkap tersangka. Tanpa
perlawanan berarti, tersangka yang berhasil lolos sampai di
depan BCA Cabang Tabanan akhirnya berhasil diringkus dan
digelandang ke Mapolres Tabanan. Sementara jenazah korban yang
meninggal di TKP dikirim ke RSUD Tabanan.
Tim Identifikasi Polres
Tabanan yang turun melakukan olah TKP mengatakan, korban
meninggal akibat luka tusukan yang menembus paru-parunya hingga
ke punggung sedalam 15 cm. Kasat Serse Polres Tabanan AKP
Alberth Ully, S.H., didampingi Kapolsektif Tabanan Iptu Ni Wayan
Sutarniti seizin Kapolres Tabanan mengungkapkan pihaknya kini
tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka yang
diduga mengidap gangguan psikologis. Namun menurut Alberth,
semua pertanyaan yang diutarakan petugas dijawab dengan baik
oleh tersangka tanpa menunjukkan gelagat seperti orang gila.
"Yang pasti kasus
ini tetap kami proses sesuai hukum yang berlaku. Apabila nanti
ada hal-hal yang mencurigakan dari tersangka menyangkut
kejiwaannya, akan didatangkan psikiater untuk melakukan
pemeriksaan apakah benar tersangka mengalami gangguan jiwa atau
hanya pura-pura," ujar perwira kelahiran Kupang tersebut.
Ketika ditanya di mana tempat tinggal tersangka, Alberth
mengatakan, pihaknya masih mencari informasi anggota keluarganya
yang ada di Tabanan. Informasi dari beberapa sumber, tersangka
yang berbadan gempal dengan rambut sebahu dan berkulit hitam ini
juga diketahui fasih berbahasa Lombok. Bahkan ketika ditanya
petugas saat interogasi dirinya mengaku pernah tinggal di Praya,
Lombok Timur. Akan tetapi beberapa sumber di pasar mengaku tidak
tahu di mana tempat tinggal atau sanak keluarga tersangka.
Pagi kemarin di RSUD
Tabanan tampak keluarga korban sudah mengurus kepulangan jenazah
Siwi. Sejumlah barang bukti di antaranya golok dan pakaian
korban sudah diamankan pihak kepolisian. (kmb 16)
|