kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Kliwon, 10 Nopember 2002 tarukan valas
 

BERITA

 

Grandong Bunuh Pedagang Canang

Tabanan (Bali Post) -
Nasib apes menimpa Ni Gusti Ayu Ketut Siwi (60) asal Desa Senapahan, Kecamatan Kediri. Pedagang canang di dalam Pasar Tabanan ini belum sempat menjual habis dagangannya akhirnya tewas ditusuk pria yang dikenal sebagai preman pasar, M. Esman Jaya alias Grandong. Grandong diduga membunuh Siwi dengan sebilah golok yang direbut dari seorang penjual daging yang satu lokasi berjualan dengan korban, Sabtu (9/11) pagi kemarin. Kejadian memilukan ini sempat membuat geger suasana dalam pasar dan memacetkan arus lalu lintas di Jalan Gajah Mada Tabanan.

Menurut penuturan beberapa saksi di tempat kejadian perkara (TKP), seperti biasa korban Siwi menggelar dagangannya berupa canang dan alat sesajen lainnya di areal Pasar Tabanan, tepatnya di depan Toko Jadi Indah. Lokasi berjualannya berdampingan dengan beberapa pedagang lain di antaranya penjual daging ayam Ni Nengah Nami alias Men Sri dan Ni Ketut Juliartini.

Sekitar pukul 07.30 wita, datang tersangka Esman Jaya alias Grandong yang dikenal sebagai preman pasar menghampiri korban sembari minta uang dengan nada membentak. Karena sifat pelaku yang diduga mengidap depresi mental atau stres itu sudah dihafal benar para pedagang, permintaan setengah memaksa itu pun ditolaknya dengan halus sembari mengatakan dirinya belum dapat jualan. Entah setan apa yang merasuki jiwa pria kelahiran Pematangsiantar, Sumatera itu hingga nekat mengambil sebilah golok pemotong ayam milik Nengah Nami dari atas mejanya kemudian menyabetkannya ke arah korban.

Sadar akan bahaya, korban berusaha menangkis hingga tangannya luka. Tetapi hal itu justru membuat tersangka tambah murka dan menghunjamkan goloknya ke dada kanan korban hingga tersungkur tak sadarkan diri. Seisi pasar yang melihat kejadian itu menjerit histeris dan beberapa pedagang dibuat panik serta berupaya mengejar pelaku yang berusaha melarikan diri dan sebagian lagi melaporkan kejadian tersebut ke Polsektif Tabanan.

Satuan Shabara pun dikerahkan membantu massa untuk menangkap tersangka. Tanpa perlawanan berarti, tersangka yang berhasil lolos sampai di depan BCA Cabang Tabanan akhirnya berhasil diringkus dan digelandang ke Mapolres Tabanan. Sementara jenazah korban yang meninggal di TKP dikirim ke RSUD Tabanan.

Tim Identifikasi Polres Tabanan yang turun melakukan olah TKP mengatakan, korban meninggal akibat luka tusukan yang menembus paru-parunya hingga ke punggung sedalam 15 cm. Kasat Serse Polres Tabanan AKP Alberth Ully, S.H., didampingi Kapolsektif Tabanan Iptu Ni Wayan Sutarniti seizin Kapolres Tabanan mengungkapkan pihaknya kini tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka yang diduga mengidap gangguan psikologis. Namun menurut Alberth, semua pertanyaan yang diutarakan petugas dijawab dengan baik oleh tersangka tanpa menunjukkan gelagat seperti orang gila.

"Yang pasti kasus ini tetap kami proses sesuai hukum yang berlaku. Apabila nanti ada hal-hal yang mencurigakan dari tersangka menyangkut kejiwaannya, akan didatangkan psikiater untuk melakukan pemeriksaan apakah benar tersangka mengalami gangguan jiwa atau hanya pura-pura," ujar perwira kelahiran Kupang tersebut. Ketika ditanya di mana tempat tinggal tersangka, Alberth mengatakan, pihaknya masih mencari informasi anggota keluarganya yang ada di Tabanan. Informasi dari beberapa sumber, tersangka yang berbadan gempal dengan rambut sebahu dan berkulit hitam ini juga diketahui fasih berbahasa Lombok. Bahkan ketika ditanya petugas saat interogasi dirinya mengaku pernah tinggal di Praya, Lombok Timur. Akan tetapi beberapa sumber di pasar mengaku tidak tahu di mana tempat tinggal atau sanak keluarga tersangka.

Pagi kemarin di RSUD Tabanan tampak keluarga korban sudah mengurus kepulangan jenazah Siwi. Sejumlah barang bukti di antaranya golok dan pakaian korban sudah diamankan pihak kepolisian. (kmb 16)


 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

Acara TV 
& Radio

CUACA

www.bali-travelnews.com