Dana Itu
Disalurkan Langsung
KONSER
amal tidak melulu harus menjadi kerja menggali dana.
Membangkitkan semangat masyarakat, membantu menciptakan suasana
yang kondusif, juga dianggap sebagai amal yang tak kalah penting
nilainya dari sekadar materi.
Hal itu bisa dilihat
misalnya pada pergelaran akbar "The Bali Memorial
Concert" di Garuda Wisnu Kencana, Ungasan, Senin (4/11)
lalu. Konser yang menampilkan musik simfoni bersama Twilitie
Orchestra yang dikonduktori Addie MS itu melepas sekitar 8 ribu
undangan gratis untuk masyarakat dari berbagai kalangan,
termasuk undangan dari luar Bali.
Padahal biaya
penyelenggaraan sebuah pertunjukan orkestra lengkap tidaklah
kecil. Apalagi malam itu tampil penyanyi kenamaan Sherina, Rio
Febrian, Linda Sitinjak, Christopher Abimanyu, dan kelompok
paduan suara Universitas Udayana. Rasa persatuan, kebersamaan
ribuan penonton dri beragam suku, agama, dan latar belakang,
itulah yang ingin dicapai acara ini.
Tidak mau ketinggalan,
Korps Konsulat di Bali yang didukung Kedutaan Besar Austria,
Kedutaan Besar Belanda, Casa Grade, Rotary Club Nusa Dua,
Konsulat Swiss di Bali dan Kedutaan Besar Swiss di Jakarta juga
menggelar pertunjukan musik kamar (chamber music) yang
menampilkan Orkes Simfoni Nusantara. Pertunjukan sebagai
ungkapan terima kasih kepada para dokter, perawat, relawan, dan
semua pihak yang telah banyak membantu pascatragedi di Kuta ini
digelar di ballroom Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Selasa (12/11)
mulai pukul 19.00 Wita.
Tujuan yang tak jauh
berbeda juga dilakukan I Focus Production, yang menggelar acara
"The Big Rock Concert" bertemakan "Bali Bangkit
Kembali", Minggu (10/11) malam ini di panggung terbuka
Ardha Candra, Denpasar. Acara ini sendiri sengaja tidak menambah
embel-embel kata konser amal, yang konotasinya masih terbatas
pada pengertian amal berupa penggalian dana. "Kalau acara
seperti ini jalan dan sukses, kita bisa membuktikan kalau Bali
tidak diam. Pihak luar yang bergerak di bidang pertunjukan juga
akan melihat Bali masih kondusif. Efeknya nanti juga kian meluas
ke bidang-bidang lain. Membantu menumbuhkan semangat dan
keyakinan para musisi, juga masyarakat luas, itu juga satu amal,"
demikian Indrawan, pemain bass grup Harley Angels yang bertindak
sebagai koordinator artis.
Menurut rencana, sebelum
pertunjukan dimulai akan didahului dengan renungan bersama dan
pemutaran slide tentang kondisi Kuta sebelum, saat dan setelah
peledakan bom. Pendukung acara juga bersama-sama akan
menyanyikan satu lagu bertemakan perdamaian semisal
"Imagine" (John Lennon). Menurut pihak panitia, tiket
untuk menyaksikan acara yang menampilkan band Sioux, Hydra,
Pandawa dan Balawan, Superman Is Dead, serta Harley Angels ini
bisa didapatkan langsung di tempat acara mulai pk. 16.00 Wita.
Disalurkan
Langsung
Jika sebagian konser musik yang ada memang pada praktiknya
mengumpulkan dana dari penonton tau berbagai kalangan donatur,
bagaimana mekanisme pengumpulan dan penyaluran dana tersebut?
Maria Eka Risti, salah seorang aktivis pegiat acara amal yang
cukup sibuk belakangan ini menyebut, dana yang terkumpul akan
diserahkan atau disalurkan langsung kepada keluarga korban.
"Agar tidak salah alamat, dana yang kami kumpulkan memang
harus kami serahkan langsung kepada keluarga korban. Saat ini
kami sedang mendata korban, ada keluarga korban yang terlewatkan
sama sekali. Itu yang akan kami bantu," papar Eka kepada
Bali Post.
Bagi Eka yang juga salah
seorang penggagas acara "Paradise Youth Activity For
Humanity" serta terlibat pula dalam sebuah acara penggalian
dana yang digelar TVRI Denpasar beberapa hario berturut belum
lama ini, penyerahan dana langsung kepada keluarga korban itu
dinilai amat efektif. Mengapa tidak menyerahkan ke pos-pos
pengumpulan dana seperti di Pemkot, Pemkab, atau Posko yang
tersebar? "Kami bukannya tidak percaya pada lembaga atau
pos-pos resmi seperti itu, tetapi untuk menghapus
kecurigaan-kecurigaan saja," aku Eka. Berapa dana yang
sudah berhasil dikumpulkannya, menurut Eka, sampai saat ini
belum bisa dirinci sebab semua masih "berjalan" --
sumbangan masih tetap datang mengalir.
Strategi menyerahkan dana
langsung kepada keluarga korban juga dilakukan para
penyelenggara konser amal lainnya. Eddie, penggagas konser amal
di Arena Sport Cafe belum lama ini juga menerapkan
"model" seperti itu. Ya, begitulah. Bagi sebagian
besar penggelar konser amal itu, kejujuran memang di atas
segala-galanya. Maka, "Janganlah kami dicurigai," ujar
Eka. (adn/tin)
|