kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Kliwon, 10 Nopember 2002 tarukan valas
 

BERITA


Dana Itu Disalurkan Langsung

KONSER amal tidak melulu harus menjadi kerja menggali dana. Membangkitkan semangat masyarakat, membantu menciptakan suasana yang kondusif, juga dianggap sebagai amal yang tak kalah penting nilainya dari sekadar materi.

Hal itu bisa dilihat misalnya pada pergelaran akbar "The Bali Memorial Concert" di Garuda Wisnu Kencana, Ungasan, Senin (4/11) lalu. Konser yang menampilkan musik simfoni bersama Twilitie Orchestra yang dikonduktori Addie MS itu melepas sekitar 8 ribu undangan gratis untuk masyarakat dari berbagai kalangan, termasuk undangan dari luar Bali.

Padahal biaya penyelenggaraan sebuah pertunjukan orkestra lengkap tidaklah kecil. Apalagi malam itu tampil penyanyi kenamaan Sherina, Rio Febrian, Linda Sitinjak, Christopher Abimanyu, dan kelompok paduan suara Universitas Udayana. Rasa persatuan, kebersamaan ribuan penonton dri beragam suku, agama, dan latar belakang, itulah yang ingin dicapai acara ini.

Tidak mau ketinggalan, Korps Konsulat di Bali yang didukung Kedutaan Besar Austria, Kedutaan Besar Belanda, Casa Grade, Rotary Club Nusa Dua, Konsulat Swiss di Bali dan Kedutaan Besar Swiss di Jakarta juga menggelar pertunjukan musik kamar (chamber music) yang menampilkan Orkes Simfoni Nusantara. Pertunjukan sebagai ungkapan terima kasih kepada para dokter, perawat, relawan, dan semua pihak yang telah banyak membantu pascatragedi di Kuta ini digelar di ballroom Hotel Grand Hyatt, Nusa Dua, Selasa (12/11) mulai pukul 19.00 Wita.

Tujuan yang tak jauh berbeda juga dilakukan I Focus Production, yang menggelar acara "The Big Rock Concert" bertemakan "Bali Bangkit Kembali", Minggu (10/11) malam ini di panggung terbuka Ardha Candra, Denpasar. Acara ini sendiri sengaja tidak menambah embel-embel kata konser amal, yang konotasinya masih terbatas pada pengertian amal berupa penggalian dana. "Kalau acara seperti ini jalan dan sukses, kita bisa membuktikan kalau Bali tidak diam. Pihak luar yang bergerak di bidang pertunjukan juga akan melihat Bali masih kondusif. Efeknya nanti juga kian meluas ke bidang-bidang lain. Membantu menumbuhkan semangat dan keyakinan para musisi, juga masyarakat luas, itu juga satu amal," demikian Indrawan, pemain bass grup Harley Angels yang bertindak sebagai koordinator artis.

Menurut rencana, sebelum pertunjukan dimulai akan didahului dengan renungan bersama dan pemutaran slide tentang kondisi Kuta sebelum, saat dan setelah peledakan bom. Pendukung acara juga bersama-sama akan menyanyikan satu lagu bertemakan perdamaian semisal "Imagine" (John Lennon). Menurut pihak panitia, tiket untuk menyaksikan acara yang menampilkan band Sioux, Hydra, Pandawa dan Balawan, Superman Is Dead, serta Harley Angels ini bisa didapatkan langsung di tempat acara mulai pk. 16.00 Wita.

Disalurkan Langsung
Jika sebagian konser musik yang ada memang pada praktiknya mengumpulkan dana dari penonton tau berbagai kalangan donatur, bagaimana mekanisme pengumpulan dan penyaluran dana tersebut?
Maria Eka Risti, salah seorang aktivis pegiat acara amal yang cukup sibuk belakangan ini menyebut, dana yang terkumpul akan diserahkan atau disalurkan langsung kepada keluarga korban. "Agar tidak salah alamat, dana yang kami kumpulkan memang harus kami serahkan langsung kepada keluarga korban. Saat ini kami sedang mendata korban, ada keluarga korban yang terlewatkan sama sekali. Itu yang akan kami bantu," papar Eka kepada Bali Post.

Bagi Eka yang juga salah seorang penggagas acara "Paradise Youth Activity For Humanity" serta terlibat pula dalam sebuah acara penggalian dana yang digelar TVRI Denpasar beberapa hario berturut belum lama ini, penyerahan dana langsung kepada keluarga korban itu dinilai amat efektif. Mengapa tidak menyerahkan ke pos-pos pengumpulan dana seperti di Pemkot, Pemkab, atau Posko yang tersebar? "Kami bukannya tidak percaya pada lembaga atau pos-pos resmi seperti itu, tetapi untuk menghapus kecurigaan-kecurigaan saja," aku Eka. Berapa dana yang sudah berhasil dikumpulkannya, menurut Eka, sampai saat ini belum bisa dirinci sebab semua masih "berjalan" -- sumbangan masih tetap datang mengalir.

Strategi menyerahkan dana langsung kepada keluarga korban juga dilakukan para penyelenggara konser amal lainnya. Eddie, penggagas konser amal di Arena Sport Cafe belum lama ini juga menerapkan "model" seperti itu. Ya, begitulah. Bagi sebagian besar penggelar konser amal itu, kejujuran memang di atas segala-galanya. Maka, "Janganlah kami dicurigai," ujar Eka. (adn/tin)


 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

Acara TV 
& Radio

CUACA

www.bali-travelnews.com