kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Kliwon, 10 Nopember 2002 tarukan valas
 

BERITA


Pascatragedi Kuta, Konser Amal Melimpah

Pascatragedi Kuta, banyak pihak menggelar pertunjukan atau konser musik bertema amal di Denpasar khususnya dan di beberapa tempat lain umumnya. Artinya, konser digelar bertujuan menggali dana untuk membantu para korban atau keluarga korban tragedi Kuta. Pengisi acara, bisa para musisi lokal Bali dan tak jarang pula para artis ibu kota. Bagaimana sesungguhnya liku-liku penyelenggaraan konser amal ini? Siapa saja yang sudah dan akan menggelar konser?

DARI penuturan sejumlah penyelenggara maupun seniman pendukung, konser amal digelar dengan misi tidak hanya sebagai bentuk simpati dan mengumpulkan bantuan bagi keluarga korban, namun juga sebagai upaya untuk menunjukkan kalau Bali tak terlena dalam duka. Musibah sudah terjadi, namun bukan berarti denyut aktivitas masyarakat khususnya di bidang seni dan hiburan melemah dan terus melemah hingga padam. Justru ada optimisme, dengan makin banyak digelar pertunjukan masal dan berjalan dengan lancar, kesan bahwa situasi Bali sudah kondusif akan dapat dimunculkan. Tentu ini akan berdampak positif pula bagi aspek kehidupan lain.

Konser amal yang digelar kebanyakan muncul dari ide spontan, dadakan, sehingga waktu persiapannya juga relatif singkat. Hal itu tidak hanya terjadi untuk konser amal dalam lingkup kecil, namun juga yang berskala besar. Bahkan tidak sedikit pula penyelenggara acara yang semula bermaksud menggelar "pentas biasa", langsung membelokkan misi acaranya untuk amal.

Itu antara lain dilakukan Hard Rock Cafe Bali yang merayakan ulang tahunnya ke-9, Senin (21/10) lalu. Acara yang menampilkan grup band kenamaan/rif itu akhirnya diubah menjadi konser amal. Meskipun tiket dikabarkan hanya terjual 150 lembar, namun malam itu terkumpul sumbangan sekitar Rp 20 juta, termasuk sumbangan dari manajemen/rif dan lelang pakaian. Sementara Planet Hollywood Bali menggelar "I Like Friday", Jumat (25/10), menampilkan mantan personel AB Three yang kini bersolo karier, Lusy Rahmawati. Acara ini pun disisipi misi amal untuk korban tragedi Kuta.

Begitu pula acara "Paradise Youth Activity For Humanity" (PYAFH) yang digelar Paradise FM bekerja sama dengan tabloid Magic Wave dan Bog Bog Magazine pada Minggu (27/10) lalu di halaman atau panggung terbuka Gedung RRI Denpasar -- serangkaian peringatan Hari Sumpah Pemuda. Selain kontes fotografi, kontes grafiti, pameran lukisan, acara juga dimeriahkan dengan konser sejumlah kelompok musik Bali -- dari Kawan Bali Band, Pandawa, Balawan, Biroe, Hydra, Superman Is Dead, Planet Bamboe, Harry Karsoe dkk., Bengkel Musik Teater Agustus, dan Harley Angels. Padahal, awalnya PYAFH (sebelumnya acara ini bertajuk "Paradise Youth Activity") bukan bermisi amal. Oleh karena keadaan jadi lain, acara pun disulap. Selain sumbangan spontan penonton yang malam itu menyaksikan gratis beragam grup musik, juga terkumpul sumbangan dari penonton musik di Jakarta, yang disampaikan Chrisye, Dewa Budjana, Katon, Kaka dan Armand Maulana.

Begitu pun acara bulanan Follow The Star yang digelar Kuta Radio di halaman depan Rimo Dept. Store, Sabtu (26/10) sebelumnya, langsung menambah tajuk acara menjadi acara amal peduli Kuta. Acara itu sendiri menampilkan beberapa grup musik beraliran keras seperti Superman Is Dead, Navicula dan Postmen. Ditambah lagi, pada Jumat (1/11) juga digelar konser amal di Arena Sport Cafe, Sanur. Pada acara yang menampilkan belasan grup musik, pembacaan puisi, serta musikalisasi puisi dari Teater Agustus ini, sejumlah dana berhasil terkumpulkan.

Pop Bali

Konser amal tidak hanya dilakukan penyanyi dan musisi dari Jakarta. Penyanyi lagu pop Bali juga tak ketinggalan. Belasan penyanyi Bali akan tampil dalam konser amal di panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Denpasar, Sabtu (16/11) mendatang. Menurut M. Ali dari Satrio Organizer yang menggagas acara ini, dana amal yang akan disumbangkan diambil dari hasil penjualan tiket tanda masuk. Jadi nilai tiket masuk dikurangi nilai barter produk dengan pihak sponsor, jumlah itu yang akan disumbangkan kepada keluarga korban meninggal di daerah Bali.

Barisan penyanyi Bali yang menyatakan kesediaannya mendukung acara ini tercatat Panji Kuning, Bayu KW, D Antoni, Eka Jaya, Ari Kencana, Adi Smarandana, Ari Ariama, Ketut Asmara, Ayu Stiati, Mirah, Once Raswati, Mang Cucun, Dek Ulik, Semara Gita, Dedhari Bali, AMI Kids, dan Liana. Menariknya, turut tampil penyanyi asal Bali yang sudah merambah pasar kaset nasional, Saras Dewi. Begitu pun dua vokalis Base Jam, Adon dan Sigit dipastikan ambil bagian dalam acara amal ini dengan menyanyikan beberapa lagu mereka.

Di bulan Desember, sejumlah konser amal juga siap digelar. Musro Bali dan Discovery Kartika Plaza Hotel misalnya, merancang acara yang diberi judul "Kembalikan Baliku", Minggu (14/12). Acara yang akan digelar di tempat terbuka di areal Musro, di Tuban itu diharapkan bisa menggaet sekitar 10 ribu penonton. Selain dikaitkan dengan liburan akhir tahun, di mana tamu domestik banyak berkunjung, acara ini juga diharapkan bergema ke luar melalui wisatawan asing. Dirancang dengan setting khusus, "Kembalikan Baliku" yang akan dipandu MC Donny Kesuma akan menampilkan musisi dan seniman lokal sampai nasional. Dari lokal yang akan unjuk gigi di antaranya kelompok tari AA Oka Dalem dari Peliatan, Ubud, dan gitaris asal Batuan, Balawan bersama Batuan Ethnic Fusion. Sementara dari ibukota, yang dipastikan tampil adalan Krisdayanti, Sheila On 7, Reza, Shanty, Nugie, Glenn Fredly, Edo Kondologit. Untuk "Kembalikan Baliku", penonton menyumbang secara tak langsung dengan membeli tanda masuk berupa sticker. Hasil penjualan tanda masuk itulah nantinya yang akan disumbangkan kepada keluarga korban ledakan bom di Kuta.

Tidak berselang lama, Jumat (19/12), sebarisan penyanyi ibukota yang bernaung di bawah panji Sony Music Indonesia juga dijadwalkan tampil dalam sebuah konser amal di pantai Kuta. Mereka yang diperkirakan akan ikut di acara ini antara lain Sheila On 7, Gigi, dan lainnya. Tak kalah menariknya, kabar pencanangan tahun 2003 sebagai tahun antikekerasan di GWK, Ungasan, 31 Desember 2002, juga menyertakan dua nama musisi kenamaan dunia, Elton John dan Stevie Wonder. Kedatangan dua bintang ini sendiri memang belum pasti. Kalau menjadi kenyataan, tentu sangat bagus untuk memberi kesan positif bagi Bali di mata dunia. Dan yang pasti, pascatragedi Kuta itu, konser amal memang tergelar melimpah.
(adn/tin)


 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

Acara TV 
& Radio

CUACA

www.bali-travelnews.com