Pascatragedi
Kuta, Konser Amal Melimpah
Pascatragedi Kuta, banyak
pihak menggelar pertunjukan atau konser musik bertema amal di
Denpasar khususnya dan di beberapa tempat lain umumnya. Artinya,
konser digelar bertujuan menggali dana untuk membantu para
korban atau keluarga korban tragedi Kuta. Pengisi acara, bisa
para musisi lokal Bali dan tak jarang pula para artis ibu kota.
Bagaimana sesungguhnya liku-liku penyelenggaraan konser amal ini?
Siapa saja yang sudah dan akan menggelar konser?
DARI
penuturan sejumlah penyelenggara maupun seniman pendukung,
konser amal digelar dengan misi tidak hanya sebagai bentuk
simpati dan mengumpulkan bantuan bagi keluarga korban, namun
juga sebagai upaya untuk menunjukkan kalau Bali tak terlena
dalam duka. Musibah sudah terjadi, namun bukan berarti denyut
aktivitas masyarakat khususnya di bidang seni dan hiburan
melemah dan terus melemah hingga padam. Justru ada optimisme,
dengan makin banyak digelar pertunjukan masal dan berjalan
dengan lancar, kesan bahwa situasi Bali sudah kondusif akan
dapat dimunculkan. Tentu ini akan berdampak positif pula bagi
aspek kehidupan lain.
Konser amal yang digelar
kebanyakan muncul dari ide spontan, dadakan, sehingga waktu
persiapannya juga relatif singkat. Hal itu tidak hanya terjadi
untuk konser amal dalam lingkup kecil, namun juga yang berskala
besar. Bahkan tidak sedikit pula penyelenggara acara yang semula
bermaksud menggelar "pentas biasa", langsung
membelokkan misi acaranya untuk amal.
Itu antara lain dilakukan
Hard Rock Cafe Bali yang merayakan ulang tahunnya ke-9, Senin
(21/10) lalu. Acara yang menampilkan grup band kenamaan/rif itu
akhirnya diubah menjadi konser amal. Meskipun tiket dikabarkan
hanya terjual 150 lembar, namun malam itu terkumpul sumbangan
sekitar Rp 20 juta, termasuk sumbangan dari manajemen/rif dan
lelang pakaian. Sementara Planet Hollywood Bali menggelar
"I Like Friday", Jumat (25/10), menampilkan mantan
personel AB Three yang kini bersolo karier, Lusy Rahmawati.
Acara ini pun disisipi misi amal untuk korban tragedi Kuta.
Begitu pula acara
"Paradise Youth Activity For Humanity" (PYAFH) yang
digelar Paradise FM bekerja sama dengan tabloid Magic Wave dan
Bog Bog Magazine pada Minggu (27/10) lalu di halaman atau
panggung terbuka Gedung RRI Denpasar -- serangkaian peringatan
Hari Sumpah Pemuda. Selain kontes fotografi, kontes grafiti,
pameran lukisan, acara juga dimeriahkan dengan konser sejumlah
kelompok musik Bali -- dari Kawan Bali Band, Pandawa, Balawan,
Biroe, Hydra, Superman Is Dead, Planet Bamboe, Harry Karsoe dkk.,
Bengkel Musik Teater Agustus, dan Harley Angels. Padahal,
awalnya PYAFH (sebelumnya acara ini bertajuk "Paradise
Youth Activity") bukan bermisi amal. Oleh karena keadaan
jadi lain, acara pun disulap. Selain sumbangan spontan penonton
yang malam itu menyaksikan gratis beragam grup musik, juga
terkumpul sumbangan dari penonton musik di Jakarta, yang
disampaikan Chrisye, Dewa Budjana, Katon, Kaka dan Armand
Maulana.
Begitu pun acara bulanan
Follow The Star yang digelar Kuta Radio di halaman depan Rimo
Dept. Store, Sabtu (26/10) sebelumnya, langsung menambah tajuk
acara menjadi acara amal peduli Kuta. Acara itu sendiri
menampilkan beberapa grup musik beraliran keras seperti Superman
Is Dead, Navicula dan Postmen. Ditambah lagi, pada Jumat (1/11)
juga digelar konser amal di Arena Sport Cafe, Sanur. Pada acara
yang menampilkan belasan grup musik, pembacaan puisi, serta
musikalisasi puisi dari Teater Agustus ini, sejumlah dana
berhasil terkumpulkan.
Pop Bali
Konser amal tidak hanya
dilakukan penyanyi dan musisi dari Jakarta. Penyanyi lagu pop
Bali juga tak ketinggalan. Belasan penyanyi Bali akan tampil
dalam konser amal di panggung terbuka Ardha Candra, Taman Budaya
Denpasar, Sabtu (16/11) mendatang. Menurut M. Ali dari Satrio
Organizer yang menggagas acara ini, dana amal yang akan
disumbangkan diambil dari hasil penjualan tiket tanda masuk.
Jadi nilai tiket masuk dikurangi nilai barter produk dengan
pihak sponsor, jumlah itu yang akan disumbangkan kepada keluarga
korban meninggal di daerah Bali.
Barisan penyanyi Bali
yang menyatakan kesediaannya mendukung acara ini tercatat Panji
Kuning, Bayu KW, D Antoni, Eka Jaya, Ari Kencana, Adi Smarandana,
Ari Ariama, Ketut Asmara, Ayu Stiati, Mirah, Once Raswati, Mang
Cucun, Dek Ulik, Semara Gita, Dedhari Bali, AMI Kids, dan Liana.
Menariknya, turut tampil penyanyi asal Bali yang sudah merambah
pasar kaset nasional, Saras Dewi. Begitu pun dua vokalis Base
Jam, Adon dan Sigit dipastikan ambil bagian dalam acara amal ini
dengan menyanyikan beberapa lagu mereka.
Di bulan Desember,
sejumlah konser amal juga siap digelar. Musro Bali dan Discovery
Kartika Plaza Hotel misalnya, merancang acara yang diberi judul
"Kembalikan Baliku", Minggu (14/12). Acara yang akan
digelar di tempat terbuka di areal Musro, di Tuban itu
diharapkan bisa menggaet sekitar 10 ribu penonton. Selain
dikaitkan dengan liburan akhir tahun, di mana tamu domestik
banyak berkunjung, acara ini juga diharapkan bergema ke luar
melalui wisatawan asing. Dirancang dengan setting khusus, "Kembalikan
Baliku" yang akan dipandu MC Donny Kesuma akan menampilkan
musisi dan seniman lokal sampai nasional. Dari lokal yang akan
unjuk gigi di antaranya kelompok tari AA Oka Dalem dari Peliatan,
Ubud, dan gitaris asal Batuan, Balawan bersama Batuan Ethnic
Fusion. Sementara dari ibukota, yang dipastikan tampil adalan
Krisdayanti, Sheila On 7, Reza, Shanty, Nugie, Glenn Fredly, Edo
Kondologit. Untuk "Kembalikan Baliku", penonton
menyumbang secara tak langsung dengan membeli tanda masuk berupa
sticker. Hasil penjualan tanda masuk itulah nantinya yang akan
disumbangkan kepada keluarga korban ledakan bom di Kuta.
Tidak berselang lama,
Jumat (19/12), sebarisan penyanyi ibukota yang bernaung di bawah
panji Sony Music Indonesia juga dijadwalkan tampil dalam sebuah
konser amal di pantai Kuta. Mereka yang diperkirakan akan ikut
di acara ini antara lain Sheila On 7, Gigi, dan lainnya. Tak
kalah menariknya, kabar pencanangan tahun 2003 sebagai tahun
antikekerasan di GWK, Ungasan, 31 Desember 2002, juga
menyertakan dua nama musisi kenamaan dunia, Elton John dan
Stevie Wonder. Kedatangan dua bintang ini sendiri memang belum
pasti. Kalau menjadi kenyataan, tentu sangat bagus untuk memberi
kesan positif bagi Bali di mata dunia. Dan yang pasti,
pascatragedi Kuta itu, konser amal memang tergelar melimpah.
(adn/tin)
|