Koordinasi
Antar-Polda
Perlu
Ditingkatkan
Jakarta (Bali Post) -
Tantangan
dan
beban tugas
kepolisian
di masa
mendatang,
diperkirakan
akan
kian
berat. Untuk
itu,
diperlukan kerja
sama,
tidak
hanya antar-Polda,
tetapi
juga antarinstansi
penegak
hukum.
''Tantangan
kita ke
depan
kan
makin
berat dan
tidak
mungkin kita
tangani
sendiri. Untuk
itu
perlu sinergi
antarwilayah (Polda-red)
untuk
menangani
kasus
kejahatan
transnasional.
Tentunya
tidak
dilakukan dengan
internal Polri
saja,
tetapi kita
juga
bekerja
sama dengan
instansi
lainnya,''
ujar
Kapolri Jenderal
Pol.
Sutanto kepada
wartawan
usai
memberikan arahan
dalam
Rapat Koordinasi (Rakor)
Polda se-Jawa-Bali
di Jakarta,
Senin (14/5)
kemarin.
Rakor
yang diikuti
tujuh
Polda se-Jawa-Bali
itu
digelar untuk
meningkatkan
koordinasi
antar-Polda,
khususnya
dalam
menangani kasus-kasus
kejahatan
transnasional.
Enam
Kapolda se-Jawa
terlihat
hadir,
sementara Kapolda
Bali Irjen
Pol.
Paulus Purwoko
berhalangan
hadir
dan diwakili
oleh
Wakapolda Brigjen
Pol.
Nyoman Gde
Suweta.
Menurut
Kapolri,
jenis-jenis
kejahatan yang
penanganan
tidak
dapat dilakukan
sendiri
oleh masing-masing
Polda
di antaranya
kejahatan
terorisme,
penyalahgunaan
narkoba (narkotika
dan
obat-obatan terlarang),
pembalakan liar (illegal
logging) dan person
traffiking (penyelundupan
manusia).
Untuk
itu, Polri
didukung
Polda se-Jawa
dan Bali,
akan
meningkatkan
kerja
sama dalam
menangani
kejahatan
transnasional
itu,
jelas lulusan
terbaik
Akademi Kepolisian
1973 ini.
Lebih
jauh
dikatakan mantan
Kepala
Pelaksana Harian (Kalakhar)
Badan
Narkotika Nasional (BNN)
ini,
selama ini
koordinasi
dan
kerja
sama masing-masing
Polda
tak hanya
di
wilayah Jawa-Bali,
sebenarnya
sudah
cukup baik.
Namun,
tambah jenderal
polisi
berbintang empat
ini,
kerja
sama dan
kooordinasi
antar-Polda
itu
tetap harus
ditingkatan,
mengingat
ancaman yang
dihadapi
Polri
juga kian
meningkat
dari
waktu ke
waktu.
''Selama
ini
kerja sama
antar-Polda
sudah
cukup baik,
namun
tetap perlu
ditingkatkan,''
kata
mantan ajudan
Presiden
Soeharto
ini.
(kmb5)