kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Paing, 15 Mei 2007

 Ekuin


Penurunan
Bunga SBI Dongkrak Omzet Properti

Denpasar (Bali Post) -
Turunnya
suku bunga SBI sejauh ini belum berdampak bagi peningkatan kinerja sektor riil. Namun sebaliknya justru mendongkrak bisnis properti berskala besar. ''Pemilik modal besar setelah melihat bunga rendah beralih ke investasi properti,'' ujar Ketua Real Estat Indonesia (REI) Bali Agus Suradnyana, Senin (14/5) kemarin.

Dampak tersebut, tambah anggota DPRD Bali ini, terlihat dari meningkatnya transaksi perumahan berskala besar belakangan ini. Selain apartemen yang laku keras, bisnis vila berkembang seperti jamur di musim hujan. ''Di satu sisi positif, di sisi lain sangat riskan,'' tambah Agus Suradnyana. Sebab, perkembangan tersebut justru dominan dilakukan pemodal besar.

Dampak lainnya bisa berpengaruh terhadap keseimbangan tata ruang. Yang terseok-seok justru masyarakat menengah ke bawah yang sebenarnya sangat memerlukan perumahan. Mereka semakin sulit bisa memiliki rumah karena masih tingginya bunga kredit.

Agus melihat, meski SBI turun, bank belum mau mengikutinya dengan menurunkan bunga kreditnya. ''Bank nampaknya sangat hati-hati terutama menyalurkan kredit ke bisnis ritel ini,'' tambahnya.

Kondisi demikian, tambah pemilik bisnis properti berbendera Green Korry ini, karena sektor riil berskala kecil belum berjalan baik alias stagnan. Bahkan, terkesan menurun.  ''Jadi pemilik modal masih ragu berperan di sini,'' ujarnya.

Sebagai solusi, pemerintah di sini mesti tanggap dan cepat turun tangan untuk membantu sektor riil. ''Kalau dibiarkan terus, yang kecil ini akan semakin sulit berkembang,'' tambahnya.

Ditanya prospek ekonomi ke depan, pebisnis yang politikus ini mengatakan Bali masih memiliki beragam potensi yang bisa dikembangkan. Selain pariwisata, sektor pertanian dan perdagangan sangat memungkinkan dikembangkan. ''Potensinya ada, tinggal mengelolanya dengan baik,'' tambahnya.

Sudah tentu, untuk bisa bertumbuh, fasilitas pendukung juga mesti dibangun secara memadai dan merata. Sebab, fasilitas pendukung ini sangat penting dalam menggerakkan potensi tersebut. (031)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)