Penurunan
Bunga SBI
Dongkrak
Omzet
Properti
Denpasar
(Bali Post) -
Turunnya
suku
bunga SBI sejauh
ini
belum berdampak
bagi
peningkatan kinerja
sektor
riil.
Namun
sebaliknya
justru
mendongkrak bisnis
properti
berskala
besar.
''Pemilik
modal besar
setelah
melihat bunga
rendah
beralih ke
investasi
properti,''
ujar
Ketua Real Estat
Indonesia (REI) Bali Agus
Suradnyana,
Senin (14/5)
kemarin.
Dampak
tersebut,
tambah
anggota DPRD Bali ini,
terlihat
dari
meningkatnya transaksi
perumahan
berskala
besar
belakangan ini.
Selain
apartemen yang laku
keras,
bisnis
vila
berkembang
seperti
jamur di
musim
hujan. ''Di
satu
sisi positif,
di sisi
lain sangat
riskan,''
tambah
Agus Suradnyana.
Sebab,
perkembangan
tersebut
justru
dominan dilakukan
pemodal
besar.
Dampak
lainnya
bisa berpengaruh
terhadap
keseimbangan
tata
ruang.
Yang
terseok-seok justru
masyarakat
menengah
ke
bawah yang sebenarnya
sangat
memerlukan perumahan.
Mereka
semakin
sulit bisa
memiliki
rumah
karena masih
tingginya
bunga
kredit.
Agus
melihat,
meski SBI
turun, bank
belum
mau mengikutinya
dengan
menurunkan bunga
kreditnya.
''Bank
nampaknya sangat
hati-hati
terutama
menyalurkan
kredit
ke bisnis
ritel
ini,'' tambahnya.
Kondisi
demikian,
tambah
pemilik bisnis
properti
berbendera Green
Korry
ini, karena
sektor
riil berskala
kecil
belum berjalan
baik alias
stagnan.
Bahkan,
terkesan
menurun.
''Jadi
pemilik modal
masih
ragu berperan
di sini,''
ujarnya.
Sebagai
solusi,
pemerintah di
sini
mesti tanggap
dan
cepat turun
tangan
untuk membantu
sektor
riil.
''Kalau
dibiarkan
terus, yang
kecil
ini akan
semakin
sulit berkembang,''
tambahnya.
Ditanya
prospek
ekonomi ke
depan,
pebisnis yang
politikus
ini
mengatakan Bali masih
memiliki
beragam
potensi yang bisa
dikembangkan.
Selain
pariwisata,
sektor
pertanian dan
perdagangan
sangat
memungkinkan dikembangkan.
''Potensinya
ada,
tinggal mengelolanya
dengan
baik,'' tambahnya.
Sudah
tentu,
untuk bisa
bertumbuh,
fasilitas
pendukung
juga
mesti dibangun
secara
memadai dan
merata.
Sebab,
fasilitas
pendukung
ini
sangat penting
dalam
menggerakkan potensi
tersebut.
(031)