Proyek
Sumur
Bor Pelaga
Dinilai
Gagal
Denpasar
(Bali Post) -
Proyek
sumur
bor Pelaga
dari
segi waktu
dinilai
telah gagal.
Pasalnya,
sampai
saat ini
belum
berhasil mengeluarkan
air bersih.
Anggota DPRD
Badung I
Nyoman
Patra, Senin (14/5)
kemarin
mengatakan, proyek
itu
sudah berlangsung
lebih
dari setahun.
Namun,
hasilnya
belum
dapat dirasakan
oleh
masyarakat.
Padahal
masyarakat
sangat
berharap mendapat
pelayanan air
bersih
dari proyek
tersebut.
Wakil
rakyat
dari Badung
Utara
itu menegaskan
kembali,
dari
segi waktu
proyek
itu sudah
gagal.
Artinya,
target penyelesaian yang
telah
ditetapkan tidak
tercapai.
''Setiap
proyek
memiliki target waktu.
Jika
target itu
tak
tercapai, menurut
hemat
saya itu
sudah
gagal,'' katanya.
Karena
itu,
menurut anggota
Dewan
dari Fraksi
Golkar
itu, proyek
itu
perlu dikaji
lebih
lanjut.
Jika
di
lokasi itu
sudah
tidak memungkinkan
ada
sumber air bersih,
dicarikan
di
lokasi yang berpeluang
ada
sumber airnya,
misalnya
di
Jempanang -- sebelah
timur
Desa Tinggan.
Kadis
Cipta
Karya Badung
Ketut
Suwandi mengakui
proyek
ini tidak
mencapai target
karena
terjadi hambatan
di
lapangan. Mata
bor
sempat patah
dalam
kedalaman yang cukup.
Pengeboran
kedua
diulang, tetapi
mata
bor bertemu
mata
bor yang patah.
Pengeboran
ketiga pun
dilakukan.
Kini
kedalamannya baru
mencapai 130 meter
dari target 150 meter.
Belakangan,
dalam
sehari pengeboran
hanya
mampu 20 cm karena
mata
bor sudah
mencapai
tanah yang
keras.
''Kami
harapkan Desember
ini
sudah keluar air,''
katanya
sembari menyebut
pemerintah
Badung
tidak mengeluarkan
dana
untuk
pengeboran ulang
itu.
Dana pengeboran
sepenuhnya
ditanggung
rekanan.
(08)