kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Paing, 15 Mei 2007

 Bali


Menjaring
Pemimpin Bali (1) --
84 Persen Inginkan Calon Independen

Lahirnya pemimpin yang benar-benar bisa menjadi pengayom merupakan idaman semua pihak. Proses lahirnya pemimpin pun diharapkan berjalan demokratis dan mempresentasikan pilihan publik. Menindaklanjuti asumsi ini dan wacana menjaring kepemimpinan Bali, Bali Post selama seminggu melakukan survai di seluruh kabupaten/kota di Bali melalui telepon. Selain memberikan pertanyaan pilihan juga memberikan kebebasan kepada responden untuk menyampaikan selera kepemimpinan yang diinginkan. Berikut rangkumannya.  

HASIL survai ini memberikan gambaran umum tentang selera pilihan politik dan figur yang diinginkan krama Bali. Dari responden yang dihubungi, dominan berharap pemimpin mendatang dari kalangan independen. Sejumlah responden juga masih menaruh harapan kepada politisi, namun persentasenya relatif kecil. Responden malah ada yang mengaku tidak tergantung asal figur, namun berharap pemimpin nantinya  benar-benar mampu menjaga dan mengawal pembangunan Bali

Kepercayaan Menurun 

Rasio perbandingan yang kami 84 persen di antaranya berharap pada figur dari kalangan nonpolitisi atau independen. Umumnya argumen mereka adalah menurunnya kepercayaan kepada politisi. Rendahnya keselarasan janji politik saat kempanye dengan realisasi ketika telah berkuasa, menjadi penyebab menurunnya kepercayaan publik kepada politisi.

Sejumlah responden juga menilai pejabat dari politisi kerap kali melakukan kebijakan yang memanjakan diri, bukan mensejahterakan rakyat. Kebijakannya sering berbasis konstituen partai, bukan rakyat dalam arti menyeluruh.

Responden juga menilai figur dari kalangan independen mampu meminimalkan konflik kepentingan parpol. Figur independen dinilai memiliki netralitas kepemimpinan dan diyakini tidak memihak kepentingan kelompok atau konstituen politiknya.

Sementara responden yang berharap pemimpin Bali dari kalangan politisi mencapai 13,8 persen. Umumnya pilihan ini disampaikan oleh responden yang kebetulan menjadi anggota parpol dan beberapa di antaranya adalah masyarakat umum. Responden umumnya masih terjebak pemikiran, kalau gubernur/bupati adalah jabatan politis, sehingga menjadi kapling politisi. Umumnya politisi yang menjadi responden mengatakan pilihan ini didasari pertimbangan aturan kalau parpol-lah menjadi lalu lintas pelahiran calon. Namun, sejumlah politisi secara jujur mengakui kalau pemimpin dari politisi akan dicekoki oleh kepentingan partai. Mereka bahkan berharap ada semacam sinergi antara figur independen dan politisi.

Selain dua pilihan di atas, sejumlah responden malah berada pada pilihan yang tak jelas. Umumnya mereka tak ingin terjebak istilah politisi dan nonpolitisi. Sebanyak 2,2 persen responden yang dihubungi tidak mempersalahkan asal figur. Mereka hanya mengajukan persyaratan agar pemimpin Bali ke depan benar-benar jujur, bersih dan berpihak pada kepentingan Bali. Responden yang masuk kelompok ini umumnya mengaku kecewa dengan pola-pola kepemimpinan saat ini. Pemimpin dinilai tak peka penderitaan rakyatnya. Pemimpin malah bermesraan dengan kelompok kapitalis untuk kepentingan finansial. Pemimpin semacam ini dinilai hanya menjadikan komitmen kerakyatan sebagai propaganda politik. 

Kriteria Pemimpin

Selain asal figur, responden juga menyampaikan sejumlah kriteria tentang tipe pemimpin idamannya. Terdapat 12 kriteria umum yang diutarakan. Kriteria dominan yang diharapkan adalah pemimpin yang jujur, merakyat, bertanggung jawab, dan satya wacana.

Bahkan, responden juga berharap pemimpin mendatang memiliki catatan pengabdian di Bali serta tahu potensi dan permasalahan Bali. Pemimpin juga harus berwawasan luas, profesional, serta disegani publik. Dari kriteria yang diajukan ini responden berharap agar pemimpin Bali ke depan memiliki tanggung jawab moral terhadap tanah Bali, krama Bali termasuk budaya Bali. (dir

-----------------------------------------

Kreteria Pemimpin 

- Jujur, bersih, tak KKN dan bertangung jawab

- Tahu Bali dan permasalahannya

- Merakyat, turun ke lapangan

- Satya wacana, selaras perkataan dan tindakan

- Profesional

- Peka publik dan tak terkontaminasi korupsi

-----------------------------------

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)