Menjaring
Pemimpin Bali (1) --
84 Persen
Inginkan
Calon
Independen
Lahirnya
pemimpin yang
benar-benar
bisa
menjadi pengayom
merupakan
idaman
semua pihak.
Proses
lahirnya pemimpin pun
diharapkan
berjalan
demokratis
dan
mempresentasikan pilihan
publik.
Menindaklanjuti
asumsi
ini dan
wacana
menjaring kepemimpinan
Bali, Bali Post
selama
seminggu melakukan
survai
di seluruh
kabupaten/kota
di Bali
melalui telepon.
Selain
memberikan
pertanyaan
pilihan
juga memberikan
kebebasan
kepada
responden untuk
menyampaikan
selera
kepemimpinan yang diinginkan.
Berikut
rangkumannya.
HASIL
survai
ini memberikan
gambaran
umum
tentang selera
pilihan
politik dan
figur yang
diinginkan
krama
Bali.
Dari responden
yang dihubungi,
dominan
berharap pemimpin
mendatang
dari
kalangan independen.
Sejumlah
responden
juga
masih menaruh
harapan
kepada politisi,
namun
persentasenya relatif
kecil.
Responden
malah
ada yang mengaku
tidak
tergantung asal
figur,
namun berharap
pemimpin
nantinya
benar-benar
mampu
menjaga dan
mengawal
pembangunan
Bali.
Kepercayaan
Menurun
Rasio
perbandingan yang
kami 84
persen di
antaranya
berharap
pada
figur dari
kalangan
nonpolitisi
atau
independen.
Umumnya
argumen
mereka adalah
menurunnya
kepercayaan
kepada
politisi.
Rendahnya
keselarasan
janji
politik saat
kempanye
dengan
realisasi ketika
telah
berkuasa, menjadi
penyebab
menurunnya
kepercayaan
publik
kepada politisi.
Sejumlah
responden
juga
menilai pejabat
dari
politisi kerap kali
melakukan
kebijakan yang
memanjakan
diri,
bukan mensejahterakan
rakyat.
Kebijakannya
sering
berbasis konstituen
partai,
bukan rakyat
dalam
arti menyeluruh.
Responden
juga
menilai figur
dari
kalangan independen
mampu
meminimalkan konflik
kepentingan
parpol.
Figur
independen
dinilai
memiliki netralitas
kepemimpinan
dan
diyakini tidak
memihak
kepentingan kelompok
atau
konstituen politiknya.
Sementara
responden yang
berharap
pemimpin Bali
dari
kalangan politisi
mencapai 13,8
persen.
Umumnya
pilihan
ini disampaikan
oleh
responden yang kebetulan
menjadi
anggota parpol
dan
beberapa di
antaranya
adalah
masyarakat umum.
Responden
umumnya
masih terjebak
pemikiran,
kalau
gubernur/bupati adalah
jabatan
politis, sehingga
menjadi
kapling politisi.
Umumnya
politisi yang
menjadi
responden mengatakan
pilihan
ini didasari
pertimbangan
aturan
kalau parpol-lah
menjadi
lalu lintas
pelahiran
calon.
Namun,
sejumlah politisi
secara
jujur mengakui
kalau
pemimpin dari
politisi
akan
dicekoki
oleh
kepentingan partai.
Mereka
bahkan
berharap ada
semacam
sinergi antara
figur
independen dan
politisi.
Selain
dua
pilihan di
atas,
sejumlah responden
malah
berada pada
pilihan yang
tak
jelas.
Umumnya
mereka
tak ingin
terjebak
istilah
politisi dan
nonpolitisi.
Sebanyak 2,2
persen
responden yang dihubungi
tidak
mempersalahkan asal
figur.
Mereka hanya
mengajukan
persyaratan agar
pemimpin Bali
ke
depan benar-benar
jujur,
bersih dan
berpihak
pada
kepentingan
Bali.
Responden
yang masuk
kelompok
ini
umumnya mengaku
kecewa
dengan pola-pola
kepemimpinan
saat
ini.
Pemimpin
dinilai
tak peka
penderitaan
rakyatnya.
Pemimpin
malah
bermesraan dengan
kelompok
kapitalis
untuk
kepentingan finansial.
Pemimpin
semacam
ini dinilai
hanya
menjadikan komitmen
kerakyatan
sebagai propaganda
politik.
Kriteria
Pemimpin
Selain
asal
figur, responden
juga
menyampaikan sejumlah
kriteria
tentang
tipe pemimpin
idamannya.
Terdapat
12 kriteria
umum yang
diutarakan.
Kriteria
dominan yang
diharapkan
adalah
pemimpin yang jujur,
merakyat,
bertanggung
jawab,
dan satya
wacana.
Bahkan,
responden
juga
berharap pemimpin
mendatang
memiliki
catatan
pengabdian di Bali
serta
tahu potensi
dan
permasalahan Bali.
Pemimpin
juga
harus berwawasan
luas,
profesional, serta
disegani
publik. Dari
kriteria yang
diajukan
ini
responden berharap
agar pemimpin Bali
ke
depan memiliki
tanggung
jawab moral
terhadap
tanah Bali,
krama Bali
termasuk
budaya Bali. (dir)
-----------------------------------------
Kreteria
Pemimpin
-
Jujur,
bersih, tak KKN
dan
bertangung
jawab
-
Tahu Bali
dan
permasalahannya
-
Merakyat,
turun
ke
lapangan
-
Satya
wacana, selaras
perkataan
dan
tindakan
-
Profesional
-
Peka
publik dan
tak
terkontaminasi
korupsi
-----------------------------------