Evaluasi
Tim Pakar SGK-------------
Sektor
Pertanian
Perlu
Sentuhan Teknologi
Denpasar
(Bali Post) -
Tim pakar
cabup/cawabup
Nyoman
Sugawa Korry-Luh
Kerthianing (SGK)
menegaskan
sosialisasi dharma
suaka
ngalap kasor SGK yang
sudah
menyasar 140 desa
di
Buleleng, mendapat
sambutan
positif
masyarakat.
Potensi
Buleleng
khususnya
sektor
pertanian yang begitu
besar
harus dikembangkan
secara
maksimal dan
memerlukan
sentuhan
teknologi.
Demikian
terungkap
dalam
evaluasi Tim Pakar
SGK yang dipimpin
ketuanya,
Putu
Sakabawa, S.H., M.H., di
Denpasar,
Minggu (13/5)
malam.
Pertemuan
yang dihadiri
cabup
Nyoman Sugawa
Korry,
diikuti anggota
tim
pakar yakni Prof. Dr.
Ibrahim R, S.H.,
M.Si.,
Gede Sujana
Budi, S.E.,
M.Si., Dr. Made
Kembar
Sribudi, S.E., M.P., Ir. I Made S
Utama, M.S., Ph.D., Dr. Ir.
Ketut
Budi Susrusa, M.S.,
Drs. I Gusti
Bagus
Wiradharma, M.Si, dr.
I Nyoman
Sutjidra,
Sp.OG.,
I Nyoman
Widisila, S.E., Drs.
Gede
Subawa Mas,
M.Si.
dan
Humas SGK I
Wayan
Supartha, S.Sos.
berlangsung
sederhana
namun
menghasilkan konsep
dan
pemikiran yang berbobot.
Menurut
Putu
Sakabawa, pertemuan
tim
pakar
tersebut bertujuan
untuk
mengevaluasi dan
memberikan
masukan
kepada SGK.
Sebagai
relawan
dan putra
Buleleng,
dirinya
berupaya memberikan
dorongan moral
sehingga SGK
dapat
meningkatkan pembangunan
Buleleng.
Dari berbagai
ilmuwan yang
mendampingi SGK,
dirinya
yakin SGK mampu
mengembangkan
visi
misi yang ditawarkan.
Tokoh
masyarakat
Buleleng Dr. Made
Kembar
Sribudi, S.E.
mengatakan
potensi
Buleleng banyak yang
belum
tersentuh. Menurut
Kembar
Sribudi, sektor
pertanian
perlu
digarap secara
maksimal
dengan
sentuhan teknologi.
Kalau
potensi Buleleng
digarap
secara maksimal,
dirinya
yakin Buleleng
akan
mampu
mengejar ketertinggalan
dan
mensejajarkan diri
dengan
daerah lainnya
di Bali.
Dr. Nyoman
Sutjidra
dan Prof. Dr.
Ibrahim
menghendaki pembangunan
Buleleng agar
memprioritaskan
pada
pelayanan umum,
menyangkut
kesehatan
dan
penegakan hukum
serta
penataan tata
ruang.
Menanggapi
usul saran
tim
pakar,
Sugawa Korry
sangat
menghargai
pemikiran-pemikiran para
ahli
itu. (r/*)