STIE Satya Dharma
Singaraja--------------
Membangun
Sarjana yang
Cerdas
Emosi dan Spiritual
Singaraja
(Bali Post) -
Manajemen
dan
kepemimpinan spiritual
adalah membimbing,
menjernihkan,
dan
memberi muatan
kesucian (spiritualitas)
terhadap
rasionalitas
dan
emosi kita
di
dalam mengelola
sebuah
sumber daya
organisasi
bisnis
maupun nonbisnis agar
lebih
bermakna bagi
masyarakat yang
dilayani (stakeholder)
tanpa
menyakiti dan
tanpa
kekerasan (ahimsa-karma)
terhadap mereka.
Demikian
pandangan Prof.
Gorda yang
diungkapkan
di
depan mahasiswa STIE
Satya Dharma
Singaraja yang
mengikuti
lokakarya (workshop)
dengan
tema ''Manajemen
dan
Kepemimpinan Spiritual'',
Sabtu (12/5).
Dalam
paparannya, Prof.
Gorda
menjelaskan, bila
kita di
dalam
mengelola sebuah
organisasi (bisnis
atau
nonbisnis) memberi
muatan
spiritualitas (kesucian)
maka
akan
tumbuh
kesadaran diri
kita (self awareness).
Dalam
bahasa spiritual Hindu
disebut tat twam
asi,
dalam
budaya
Bali
disebut
suka-duka. Artinya,
kita
bahagia bila
orang lain yang
kita
layani merasa
senang,
bahagia dan
damai
dalam hidupnya.
Sebaliknya
kita
sedih dan
menderita
bila
orang lain yang
kita
layani dalam
keadaan
susah dan
menderita.
Dikatakannya,
kecerdasan
mengaktualisasikan
makna
dan hakikat tat
twam
asi
di
dalam mengelola
sebuah
organisasi, di
dalam
bahasa manajemen
modern disebut
kecerdasan
emosional-spiritual
(Emotional Spiritual Quotient).
Sarjana ekonomi
sebagai
calon manajer (pemimpin)
masa
depan yang memiliki
kecerdasan
tersebut
adalah
sarjana yang profesional
yang arif,
sarjana yang
memiliki
kepemimpinan yang
resonan,
dalam
bahasa spiritual Hindu
disebut sarjana
ekonomi yang
sattwika.
Sementara
itu,
Sekretaris STIE Satya
Dharma Singaraja
Gde
Sudarsana, S.H., M.M.
menjelaskan
bahwa
pelaksanaan program
lokakarya manajemen
yang diberi
muatan spiritual
bagi
mahasiswa merupakan
wujud
nyata untuk
membangun
lulusan yang
cerdas
intelektual dan
dijiwai
oleh cerdas
emosi
dan cerdas spiritual
sebagai
keunggulan bersaing.
Dalam
lokakarya
ini
mahasiswa dilatih
untuk
memecahkan masalah
(problem solving) dan
permainan
bisnis (business games),
dalam
diskusi kelompok
dan
hasilnya dipresentasikan
dalam
diskusi pleno.
(r/*)