kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Selasa Wage, 13 Maret 2007

 Nusatenggara


Korban
Pendaki Rinjani Dievakuasi

Selong (Suara NTB) -
Lima dari tujuh orang mahasiswa pendaki Gunung Rinjani yang tewas, hingga pukul 20.00 Wita Senin (12/3) kemarin berhasil dievakuasi tim SAR. Sementara dua korban lainnya hingga berita ini ditulis belum dapat dievakuasi lantaran sulitnya
medan dan buruknya cuaca. Pemantauan Suara NTB, Senin kemarin menunjukkan angin kencang dengan hujan deras yang disertai petir menambah suasana di sekitar pos Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) cukup dramatis.

''Di Pelawangan, tempat para korban dievakuasi cuaca lebih buruk lagi,'' kata Ketua Harian SAR Lotim Raisin Hamdi. Para keluarga korban yang menunggu di pos TNGR tampak makin khawatir. Lima korban yang berhasil dievakuasi dan telah teridentifikasi masing-masing Herman Wadi, warga Rensing, Kecamatan Sakra Barat, Lotim, M. Zainuddin, warga Desa Gelanggang, Kecamatan Sakra Timur, Lotim, Anwar Sadat, warga Mujur, Lombok Tengah, Andi Yusuf, warga Mispalah, Lombok Tengah dan Siswadi, warga Benyer, Desa Bagik Papan, Lombok Timur.

Dua korban lainnya masing-masing M. Fauzi, warga Desa Korleko, Lotim dan Abyanuddin, warga Dasan Tapen, Apitaik, Lotim masih dalam proses evakuasi. ''Kemungkinan kami bisa mengevakuasi mayat dua korban pada Selasa dini hari nanti (hari ini, red),'' kata Raisin. Para korban yang telah dievakuasi langsung diperiksa oleh tim kesehatan di Puskesmas Sembalun.

Menurut Kapolres Lotim AKBP Drs. Guruh Achmad Fadianto yang langsung mengkoordinasikan evakuasi para korban di lapangan, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Hanya saja, masih dipertanyakan soal keberadaan mayat para korban di Pelawangan yang terletak agak berjauhan satu sama lainnya. Bahkan berjarak sekitar 50 meter antara mayat yang satu dengan lainnya.

Para korban yang merupakan mahasiswa Mabhad Darul Quran Wal Hadits (MDQ), STIK dan IAIH pada Universitas Syeikh Zainuddin (Unisaz), Anjani itu adalah pendaki pemula yang dikabarkan baru pertama kali mendaki Rinjani. ''Perlengkapan pendakian tidak mereka bawa,'' kata Kepala TNGR Ir. M. Arief Toengkagie. Lagipula, mereka tak melaporkan pendakiannya ke pos TNGR.

''Kalau mereka melapor ke pos TNGR, maka kita akan melarang pendakian,'' katanya, mengingat cuaca buruk yang sering muncul sejak dua bulan terakhir. Bahkan, delapan orang mahasiswa dari IPB dan Unram ditambah seorang porter dipanggil kembali untuk turun saat kelompok pendaki tersebut baru sampai Pos I. ''Kita tak mau resiko lebih banyak lagi,'' kata Arief. (038)


Klik di Sini
 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)