Orang
Gila Ngamuk,Lima
Luka-luka
Semarapura
(Bali Post) -
Lima orang
yaitu
empat warga
sipil
dan satu
anggota
polisi mengalami
luka-luka
akibat
amukan Nyoman
Slepang (40),
warga
Banjar Cegeng
Sidemen, yang diduga
mengalami
gangguan
kejiwaan alias
gila,
Minggu (11/3) lalu
pukul 17.30
wita di
Banjar
Jabon Sampalan
Tengah,
Klungkung. Slepang
saat
mengamuk membawa
bambu
runcing sepanjang 1,5
meter dan
pedang.
Orang-orang
yang terluka
segera
dilarikan ke RSUD
Klungkung
dan
Slepang diamankan
di
Polres Klungkung.
Berdasarkan
keterangan
saksi,
Slepang datang
dari
arah utara
kuburan
Paksa Bali sambil
berteriak-teriak.
Ia
mengatakan
siapa yang
mendekat
akan
mati, ujar
Kepala
Dusun Banjar
Jabon,
Nyoman Suwardana,
ketika
ditemui Senin (12/3)
kemarin.
Warga
sekitar
berusaha membujuk
Slepang
untuk melepaskan
pedang
dan bambu
runcingnya.
Tetapi
Slepang
tetap tidak
mau.
''Sampai
akhirnya
salah
seorang warga
bernama
Putu Nagin (50)
membekapnya
dari
belakang,'' ujar
Suwardana.
Karena
dibekap
dari belakang,
Slepang
langsung melawan
dengan
memukulkan bagian
belakang
pedangnya
berkali-kali
ke
tangan Nagin.
Tidak
kuat
menahan, pegangan
Nagin
terlepas.
Di
saat
itulah Slepang
mengamuk
dan
menyerang warga yang
berkumpul
di
lokasi kejadian.
Salah
satu korban
terluka,
Komang
Wijana (27), sempat
melarikan
diri
dan terjatuh
karena
menabrak tong sampah.
''Saat
terjatuh itu,
lengan
saya terkena
sabetan
pedangnya,'' ujar
Komang yang
harus
mendapatkan
lima
jahitan
di lengan
kanannya.
Dalam
keributan
tersebut,
salah
satu anggota
Polres
Klungkung, Ketut
Buda, berusaha
melerai,
tetapi
lengan kirinya
juga
kena sabet.
''Akhirnya
polisi
tersebut terpaksa
menembakkan
senjatanya
tiga kali
ke
udara dan
mengancam
untuk
menembak kaki Slepang,''
tutur
Suwardana.
Setelah
diancam
seperti itu,
Slepang
akhirnya menyerah.
Selain
Komang Wijana,
Putu
Nagin dan
Ketut Buda,
dua
korban terluka
lainnya
adalah Mangku
Kucrut (60)
dan
Wayan Budi (40).
Wijana
mendapat luka
sabetan
di lengan
kanannya,
Nagin,
Kucrut dan
Ketut Buda
di
tangan kirinya,
sementara
Wayan
Budi mengalami
luka
dalam di
bagian
pinggang dan
lecet-lecet.
Slepang
sempat
ditahan di
Polres
Klungkung dan
Senin (12/3)
kemarin,
ia
dijemput
oleh
keluarganya untuk
dibawa
ke RS Jiwa
Bangli.
(san)