Jangan Politisasi Banjir
Banjir yang menggenangi dan menenggelamkan Jakarta
dan sekitarnya beberapa hari terakhir, telah menyebabkan aktivitas
ekonomi dan perkantoran menjadi lumpuh.
----
Banjir tahun ini terasa beda bukan saja karena
lingkungan dekat Istana Presiden juga ikut terkena banjir. Namun,
masalah bencana banjir ini jangan sampai dipolitisasi demi
keuntungan kelompok tertentu. Politisasi banjir adalah bentuk
propaganda yang perlu kita waspadai agar masyarakat tidak
terus-menerus merasa dirugikan.
Ketika elite politik datang dan membantu para
korban bencana banjir, dengan berbaju partai atau atas nama partai
tertentu, maka akan semakin memperjelas bahwa mereka tidak bisa
mengelak dari tuduhan adanya "politisasi banjir" untuk kepentingan
politik kelompoknya. Secara politik, hal itu sah-sah saja. Tapi
dilihat dari etika politik, hal tersebut tidak pantas dilakukan.
Tidak bisa dimungkiri, lapisan masyarakat kita
masih banyak yang berada di bawah garis kemiskinan. Di samping
itu, mereka mudah sekali dipengaruhi. Akibatnya, banyak yang belum
menyadari bahwa setiap persoalan yang menimpanya seperti banjir
misalnya, sering dijadikan sebagai "alat politik" untuk
kepentingan politik tertentu. Musibah banjir yang sekarang dialami
Jakarta akan menjadi lahan empuk bagi para petualang politik untuk
mempolitisir masalah banjir ini dalam upaya menyudutkan
pihak-pihak terkait.
Sudah seharusnya, kita ikut prihatin melihat
bencana banjir yang melumpuhkan ekonomi ibukota. Namun, kesemuanya
itu harus dihadapi dengan ketabahan dan kesabaran semua pihak.
Bahwa bencana banjir adalah peristiwa alam yang manusia sendiri
sulit sekali memprediksinya. Hal ini merupakan force major yang
seharusnya disikapi dengan tidak mencari kambing hitam, siapa yang
salah.
Drs. Ryan
Trikora
Jl. Kutilang Raya 119
Depok