Persegi Ditundukkan Arema
Malang
(Bali Post) -
Persegi Bali FC harus menelan pil pahit. Dalam laga perdana
kompetisi divisi utama wilayah Timur, Persegi dicukur Arema Malang
2-0 (1-0) di Stadion Kanjuruhan Malang. Kedua gol diborong striker
Arema, Essa, menit 21 dan 84. Bahkan wasit Fiator Ambarita
mengeluarkan sembilan kartu kuning, masing-masing lima kartu
kuning untuk pemain Persegi dan empat kartu kuning untuk Singo
Edan.
Pertandingan Persegi lawan Arema itu sendiri
berlangsung keras. Gol pertama diciptakan pemain Essa, lewat
tendangan penalti setelah penjaga gawang Adi Surya Candra
melakukan pelanggaran di kotak penalti dengan mengganjal pemain
depan Arema Patricio Morales. Eksekusi dilakukan Essa dan masuk ke
gawang Adi Surya Candra di menit ke-21.
Ketinggalan 0-1, Komang Adnyana dan kawan-kawan
meningkatkan tempo permainan. Beberapa kali terjadi pelanggaran
yang dilakukan kedua tim. Lima kartu kuning yang diberikan kepada
pemain Persegi yakni Wayan Kartadnya, Etogou Marco, Nurcahyono,
Fernando, Sarbini Sandi, membuat tim Persegi menjadi kritis untuk
menghadapi Persekabpas, Pasuruan, Selasa (13/2) lusa. Sedangkan
empat kartu kuning untuk pemain Arema Malang, di antaranya Ellei
Aiboy, Arief Alex Pulalo. Permainan keras dan saling jegal
antarpemain juga terjadi pada babak kedua. Wasit Fiator Ambarita
sepertinya mengobral kartu kuning untuk kedua tim.
Usai pertandingan, pelatih Persegi Bali FC, Made
Sony Kawiarda, mengakui pemain Arema lebih baik dibandingkan
Komang Adnyana dan kawan-kawan. Terutama dua wing bek Arema, yang
dinilai Sony sangat solid. Akibatnya, serangan Persegi yang
dibangun Wayan Kartadnya, Marcus N. Kono Cristian, selalu kandas.
''Terus terang, permainan Arema sangat bagus. Meski demikian, dua
gol yang diciptakan Essa berasal dari bola mati,'' kilahnya.
Karena itu, kata dia, kekalahan Komang Adnyana dan
kawan-kawan dalam laga perdana kompetisi divisi utama ini hanya
faktor nasib. Sebab, permainan anak asuhnya secara keseluruhan
tidak jelek. Selain itu, Wayan Kartadnya dkk. demam panggung,
serta ditopang kualitas pemain yang pas-pasan.
Saat lawan Arema, menurut Sony, sebetulnya Komang
Adnyana dkk. melawan tiga lawan sekaligus yakni melawan diri
sendiri, pemain lawan dan suporter tuan rumah. Tentang pergantian
Komang Adnyana kepada Didi Dilidie, yang dinilai terlambat pada
babak kedua, Sony menyangkalnya. ''Dilidie baru bergabung dua jam
sebelum pertandingan,'' ujarnya.
Sementara itu, pelatih Arema Malang Miroslav Janu
mengatakan kepuasannya dengan kemenangan Arema ini. Sebab, 3 angka
penuh saat menjamu Persegi, dijadikan modal untuk menghadapi
Persebaya pekan depan. (059)