kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Wage, 11 Pebruari 2007 tarukan valas
 

OLAH RAGA


Persegi Ditundukkan Arema

Malang (Bali Post) -
Persegi Bali FC harus menelan pil pahit. Dalam laga perdana kompetisi divisi utama wilayah Timur, Persegi dicukur Arema Malang 2-0 (1-0) di Stadion Kanjuruhan Malang. Kedua gol diborong striker Arema, Essa, menit 21 dan 84. Bahkan wasit Fiator Ambarita mengeluarkan sembilan kartu kuning, masing-masing lima kartu kuning untuk pemain Persegi dan empat kartu kuning untuk Singo Edan.

Pertandingan Persegi lawan Arema itu sendiri berlangsung keras. Gol pertama diciptakan pemain Essa, lewat tendangan penalti setelah penjaga gawang Adi Surya Candra melakukan pelanggaran di kotak penalti dengan mengganjal pemain depan Arema Patricio Morales. Eksekusi dilakukan Essa dan masuk ke gawang Adi Surya Candra di menit ke-21.

Ketinggalan 0-1, Komang Adnyana dan kawan-kawan meningkatkan tempo permainan. Beberapa kali terjadi pelanggaran yang dilakukan kedua tim. Lima kartu kuning yang diberikan kepada pemain Persegi yakni Wayan Kartadnya, Etogou Marco, Nurcahyono, Fernando, Sarbini Sandi, membuat tim Persegi menjadi kritis untuk menghadapi Persekabpas, Pasuruan, Selasa (13/2) lusa. Sedangkan empat kartu kuning untuk pemain Arema Malang, di antaranya Ellei Aiboy, Arief Alex Pulalo. Permainan keras dan saling jegal antarpemain juga terjadi pada babak kedua. Wasit Fiator Ambarita sepertinya mengobral kartu kuning untuk kedua tim.

Usai pertandingan, pelatih Persegi Bali FC, Made Sony Kawiarda, mengakui pemain Arema lebih baik dibandingkan Komang Adnyana dan kawan-kawan. Terutama dua wing bek Arema, yang dinilai Sony sangat solid. Akibatnya, serangan Persegi yang dibangun Wayan Kartadnya, Marcus N. Kono Cristian, selalu kandas. ''Terus terang, permainan Arema sangat bagus. Meski demikian, dua gol yang diciptakan Essa berasal dari bola mati,'' kilahnya.

Karena itu, kata dia, kekalahan Komang Adnyana dan kawan-kawan dalam laga perdana kompetisi divisi utama ini hanya faktor nasib. Sebab, permainan anak asuhnya secara keseluruhan tidak jelek. Selain itu, Wayan Kartadnya dkk. demam panggung, serta ditopang kualitas pemain yang pas-pasan.

Saat lawan Arema, menurut Sony, sebetulnya Komang Adnyana dkk. melawan tiga lawan sekaligus yakni melawan diri sendiri, pemain lawan dan suporter tuan rumah. Tentang pergantian Komang Adnyana kepada Didi Dilidie, yang dinilai terlambat pada babak kedua, Sony menyangkalnya. ''Dilidie baru bergabung dua jam sebelum pertandingan,'' ujarnya.

Sementara itu, pelatih Arema Malang Miroslav Janu mengatakan kepuasannya dengan kemenangan Arema ini. Sebab, 3 angka penuh saat menjamu Persegi, dijadikan modal untuk menghadapi Persebaya pekan depan. (059)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com