Ingat Tanda-tanda Anak Menderita DBD
EPIDEMI
"demam dengue" sesungguhnya telah dilaporkan sejak 200 tahun
(sekitar tahun 1779-1780) lalu di negara-negara Asia, Afrika, dan
Amerika Utara. Sementara demam berdarah dengue (DBD) atau yang
lebih dikenal dengan demam berdarah, telah dikenali sejak tahun
1950 di Filipina dan Thailand. Duapuluh tahun kemudian epidemi DBD
terjadi di sembilan negara, sekarang jumlahnya telah menjadi empat
kali lipatnya dan cenderung terus meningkat.
Di Indonesia, penyakit DBD pertama kali ditemukan
di Surabaya pada 1968 dan pada 1980 penyakit ini sudah menyebar ke
seluruh propinsi di Indonesia. Pada 2003, total kasus DBD di
Indonesia mencapai 50.131 kasus. Saat ini, kasus DBD menjadi
penyebab utama rawat inap bahkan kematian pada anak-anak di
berbagai negara. Walaupun angka kesakitan penyakit ini cenderung
meningkat dari tahun ke tahun, sebaliknya angka kematian cenderung
menurun -- pada akhir 1960-an atau awal 1970-an sebesar 41,3%
menjadi berkisar antara 3-5% pada saat sekarang.
Jambu Biji
Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) bekerja sama
dengan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi Universitas
Airlangga (Unair) Surabaya sejak 2003 meneliti ekstrak daun jambu
biji untuk pengobatan DBD. Ternyata, daun jambu biji tua
mengandung berbagai macam komponen yang berkhasiat untuk mengatasi
penyakit DBD. Kelompok senyawa tanin dan flavonoid yang dinyatakan
sebagai quersetin dalam ekstrak daun jambu biji dapat menghambat
aktivitas enzim reverse trancriptase yang berarti menghambat
pertumbuhan virus berinti RNA.
Telah dilakukan uji invitro ekstrak daun jambu biji
di mana ekstrak tersebut terbukti dapat menghambat pertumbuhan
virus dengue. Juga telah dilakukan uji awal berupa penelitian open
label di beberapa rumah sakit di Jawa timur (RS Jombang dan RS
Petrokimia Gresik) pada penderita DBD dewasa dan anak-anak. Hasil
penelitian dibagi-bagikan ke RS Jombang dalam bentuk 30 kapsul dan
30 sirup, lalu RS Petrokimia Gresik 20 kapsul dan 20 sirup.
Dilakukan kepada pasien yang sukarela mau mencoba.
Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa
pemberian ekstrak daun jambu biji dapat mempercepat peningkatan
jumlah trombosit tanpa disertai efek samping yang berarti,
misalnya sembelit. Penelitian open label ini masih perlu
dilanjutkan dengan uji klinik untuk membuktikan khasiat dengan
evidence based yang lebih kuat. Kelak setelah dilakukan penelitian
lebih lanjut diharapkan ekstrak daun jambu biji ini dapat
digunakan sebagai obat anti-virus dengue.
Namun, cara yang paling efektif untuk mencegah
penyakit DBD adalah "3M plus" yaitu menutup, menguras, dan
menimbun. Selain itu juga melakukan beberapa upaya "plus" seperti
memelihara ikan pemakan jentik seperti ikan adu atau cupang,
menabur larvasida (bubuk abate) 2-3 bulan sekali, menggunakan
kelambu waktu tidur, memasang kasa, menyemprot dengan insektisida,
memakai repellent atau lotion anti-nyamuk, dan memeriksa jentik
berkala.
Alangkah baiknya kita tidak menunda lagi untuk
melakukan 3M, yaitu membersihkan tempat penyimpanan air
sekurang-kurangnya seminggu sekali dan mengganti air di vas bunga,
tempat minum burung, dll sekurang-kurangnya seminggu sekali,
menutup rapat-rapat tempat penampungan air agar nyamuk tidak dapat
masuk dan berkembang biak di tempat itu, serta mengubur atau
membuang pada tempatnya barang-barang bekas yang dapat menampung
air hujan. Supaya di musim hujan kali ini kita bisa lolos dari
intaian penyakit demam berdarah.
Sering
Salah
Sebagaimana diketahui, "demam dengue" dan DBD
disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dengue dan
ditularkan oleh vektor utama nyamuk Aedes Aegypti yang berbadan
kecil, warna hitam dengan bintik-bintik putih, hidup di dalam dan
di sekitar rumah, menggigit/menghisap darah pada siang hari.
Nyamuk ini bersarang dan bertelur di genangan air jernih di dalam
dan di sekitar rumah.
Penyakit DBD sering salah didiagnosis dengan
penyakit lain seperti flu atau tipus (demam typhoid). Hal ini
disebabkan infeksi virus dengue bersifat tidak jelas gejalanya.
Pasien DBD dapat menunjukkan gejala batuk, pilek, mual, muntah,
maupun diare. Masalah bertambah karena virus itu dapat masuk
bersamaan dengan infeksi penyakit yang lain seperti flu atau
tipus.
Manifestasi klinis dari infeksi virus dengue dapat
berupa "demam dengue" dan DBD. Dengan timbulnya gejala panas pada
penderita, maka akan disusul dengan timbulnya keluhan nyeri otot,
nyeri sendi, nyeri punggung dan nyeri pada bola mata yang makin
meningkat apabila digerakkan. Ruam dapat timbul saat awal panas
berupa flushing -- kemerahan pada daerah muka, leher, dan dada.
Yang membedakan DBD dengan "demam dengue" adalah
keluarnya plasma (cairan) darah dari dalam pembuluh darah, keluar
dan masuk ke dalam rongga perut dan rongga selaput paru. Fenomena
ini, jika tak segera ditanggulangi dapat mempengaruhi manifestasi
gejala perdarahan menjadi sangat masif, yang sering kali membuat
seorang dokter terpaksa memberikan transfusi darah dalam jumlah
yang tidak terbayangkan.
Ingat, penyakit "demam dengue" atau DBD yang
menggejala pada anak-anak ditandai dengan hal-hal seperti (1)
panas yang timbulnya mendadak, langsung tinggi dan disertai dengan
tidak mau bermain, (2) panas yang disertai flushing, (3) panas
yang disertai tanda-tanda perdarahan pada kulit, hidung, atau
gusi, (4) panas yang berangsur dingin, tapi anak tampak loyo dan
pada perabaan dirasakan ujung-ujung tangan/kaki dingin. Jika para
orangtua mencurigai putra-putrinya menderita penyakit ini,
segeralah bawa ke fasilitas kesehatan terdekat, untuk mendapatkan
klarifikasi tentang penyakit yang diderita.
Tak semua penderita harus dirawat. Jika keluhan
hanya demam disertai salah satu dari gejala nyeri kepala, otot,
tulang cukup rawat jalan dan dianjurkan untuk istirahat, dengan
tetap memberikan cairan yang cukup dan obat penurun panas. Pasien
tersangka demam berdarah yang dipulangkan harus kontrol setiap
hari ke rumah sakit selama masih demam, diberikan obat penurun
panas bila diperlukan, dan diberikan minum sedikitnya 4-6 gelas
per hari. Di samping air putih, dapat diberikan teh manis, sirup,
jus buah, dan oralit.
* dr. a.a.
tri yudiantini
CARA PALING EFEKTIF CEGAH
DBD
* Menutup, menguras, dan menimbun.
* Melihara ikan pemakan jentik.
* Menabur larvasida atau bubuk abate 2-3 bulan sekali.
* Menggunakan kelambu waktu tidur.
* Memasang kasa.
* Menyemprot dengan insektisida.
* Memakai repellent atau lotion anti-nyamuk
* Memeriksa jentik berkala.