kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Wage, 11 Pebruari 2007 tarukan valas
 

KELUARGA


Ingat Tanda-tanda Anak Menderita DBD

EPIDEMI "demam dengue" sesungguhnya telah dilaporkan sejak 200 tahun (sekitar tahun 1779-1780) lalu di negara-negara Asia, Afrika, dan Amerika Utara. Sementara demam berdarah dengue (DBD) atau yang lebih dikenal dengan demam berdarah, telah dikenali sejak tahun 1950 di Filipina dan Thailand. Duapuluh tahun kemudian epidemi DBD terjadi di sembilan negara, sekarang jumlahnya telah menjadi empat kali lipatnya dan cenderung terus meningkat.

Di Indonesia, penyakit DBD pertama kali ditemukan di Surabaya pada 1968 dan pada 1980 penyakit ini sudah menyebar ke seluruh propinsi di Indonesia. Pada 2003, total kasus DBD di Indonesia mencapai 50.131 kasus. Saat ini, kasus DBD menjadi penyebab utama rawat inap bahkan kematian pada anak-anak di berbagai negara. Walaupun angka kesakitan penyakit ini cenderung meningkat dari tahun ke tahun, sebaliknya angka kematian cenderung menurun -- pada akhir 1960-an atau awal 1970-an sebesar 41,3% menjadi berkisar antara 3-5% pada saat sekarang.

 

Jambu Biji

Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya sejak 2003 meneliti ekstrak daun jambu biji untuk pengobatan DBD. Ternyata, daun jambu biji tua mengandung berbagai macam komponen yang berkhasiat untuk mengatasi penyakit DBD. Kelompok senyawa tanin dan flavonoid yang dinyatakan sebagai quersetin dalam ekstrak daun jambu biji dapat menghambat aktivitas enzim reverse trancriptase yang berarti menghambat pertumbuhan virus berinti RNA.

Telah dilakukan uji invitro ekstrak daun jambu biji di mana ekstrak tersebut terbukti dapat menghambat pertumbuhan virus dengue. Juga telah dilakukan uji awal berupa penelitian open label di beberapa rumah sakit di Jawa timur (RS Jombang dan RS Petrokimia Gresik) pada penderita DBD dewasa dan anak-anak. Hasil penelitian dibagi-bagikan ke RS Jombang dalam bentuk 30 kapsul dan 30 sirup, lalu RS Petrokimia Gresik 20 kapsul dan 20 sirup. Dilakukan kepada pasien yang sukarela mau mencoba.

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa pemberian ekstrak daun jambu biji dapat mempercepat peningkatan jumlah trombosit tanpa disertai efek samping yang berarti, misalnya sembelit. Penelitian open label ini masih perlu dilanjutkan dengan uji klinik untuk membuktikan khasiat dengan evidence based yang lebih kuat. Kelak setelah dilakukan penelitian lebih lanjut diharapkan ekstrak daun jambu biji ini dapat digunakan sebagai obat anti-virus dengue.

Namun, cara yang paling efektif untuk mencegah penyakit DBD adalah "3M plus" yaitu menutup, menguras, dan menimbun. Selain itu juga melakukan beberapa upaya "plus" seperti memelihara ikan pemakan jentik seperti ikan adu atau cupang, menabur larvasida (bubuk abate) 2-3 bulan sekali, menggunakan kelambu waktu tidur, memasang kasa, menyemprot dengan insektisida, memakai repellent atau lotion anti-nyamuk, dan memeriksa jentik berkala.

Alangkah baiknya kita tidak menunda lagi untuk melakukan 3M, yaitu membersihkan tempat penyimpanan air sekurang-kurangnya seminggu sekali dan mengganti air di vas bunga, tempat minum burung, dll sekurang-kurangnya seminggu sekali, menutup rapat-rapat tempat penampungan air agar nyamuk tidak dapat masuk dan berkembang biak di tempat itu, serta mengubur atau membuang pada tempatnya barang-barang bekas yang dapat menampung air hujan. Supaya di musim hujan kali ini kita bisa lolos dari intaian penyakit demam berdarah.

 

Sering Salah

Sebagaimana diketahui, "demam dengue" dan DBD disebabkan oleh salah satu dari empat serotipe virus dengue dan ditularkan oleh vektor utama nyamuk Aedes Aegypti yang berbadan kecil, warna hitam dengan bintik-bintik putih, hidup di dalam dan di sekitar rumah, menggigit/menghisap darah pada siang hari. Nyamuk ini bersarang dan bertelur di genangan air jernih di dalam dan di sekitar rumah.

Penyakit DBD sering salah didiagnosis dengan penyakit lain seperti flu atau tipus (demam typhoid). Hal ini disebabkan infeksi virus dengue bersifat tidak jelas gejalanya. Pasien DBD dapat menunjukkan gejala batuk, pilek, mual, muntah, maupun diare. Masalah bertambah karena virus itu dapat masuk bersamaan dengan infeksi penyakit yang lain seperti flu atau tipus.

Manifestasi klinis dari infeksi virus dengue dapat berupa "demam dengue" dan DBD. Dengan timbulnya gejala panas pada penderita, maka akan disusul dengan timbulnya keluhan nyeri otot, nyeri sendi, nyeri punggung dan nyeri pada bola mata yang makin meningkat apabila digerakkan. Ruam dapat timbul saat awal panas berupa flushing -- kemerahan pada daerah muka, leher, dan dada.

Yang membedakan DBD dengan "demam dengue" adalah keluarnya plasma (cairan) darah dari dalam pembuluh darah, keluar dan masuk ke dalam rongga perut dan rongga selaput paru. Fenomena ini, jika tak segera ditanggulangi dapat mempengaruhi manifestasi gejala perdarahan menjadi sangat masif, yang sering kali membuat seorang dokter terpaksa memberikan transfusi darah dalam jumlah yang tidak terbayangkan.

Ingat, penyakit "demam dengue" atau DBD yang menggejala pada anak-anak ditandai dengan hal-hal seperti (1) panas yang timbulnya mendadak, langsung tinggi dan disertai dengan tidak mau bermain, (2) panas yang disertai flushing, (3) panas yang disertai tanda-tanda perdarahan pada kulit, hidung, atau gusi, (4) panas yang berangsur dingin, tapi anak tampak loyo dan pada perabaan dirasakan ujung-ujung tangan/kaki dingin. Jika para orangtua mencurigai putra-putrinya menderita penyakit ini, segeralah bawa ke fasilitas kesehatan terdekat, untuk mendapatkan klarifikasi tentang penyakit yang diderita.

Tak semua penderita harus dirawat. Jika keluhan hanya demam disertai salah satu dari gejala nyeri kepala, otot, tulang cukup rawat jalan dan dianjurkan untuk istirahat, dengan tetap memberikan cairan yang cukup dan obat penurun panas. Pasien tersangka demam berdarah yang dipulangkan harus kontrol setiap hari ke rumah sakit selama masih demam, diberikan obat penurun panas bila diperlukan, dan diberikan minum sedikitnya 4-6 gelas per hari. Di samping air putih, dapat diberikan teh manis, sirup, jus buah, dan oralit.

* dr. a.a. tri yudiantini

 

CARA PALING EFEKTIF CEGAH DBD

* Menutup, menguras, dan menimbun.
* Melihara ikan pemakan jentik.
* Menabur larvasida atau bubuk abate 2-3 bulan sekali.
* Menggunakan kelambu waktu tidur.
* Memasang kasa.
* Menyemprot dengan insektisida.
* Memakai repellent atau lotion anti-nyamuk
* Memeriksa jentik berkala.

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com