kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Pon, 14 Agustus 2006

 Mancanegara


Gencatan
Senjata Dimulai Hari Ini--
Kabinet
Israel Setuju 

Beirut -
Sekjen
PBB Kofi Annan mengumumkan gencatan senjata antara pejuang Hizbullah dan Israel akan mulai berlaku pukul 08.00 pagi waktu Lebanon atau Senin (14/8) waktu wita.

Dalam pernyataannya yang diungkapkan di Beirut, Minggu (13/8) pagi kemarin, Annan sudah melakukan pertemuan dengan PM Lebanon Fuad Saniora dan PM Israel Ehud Olmert untuk mendiskusikan tanggal serta waktu pasti gencatan permusuhan yang dibentuk oleh DK PBB akan berlaku.

''Saya senang dapat mengumumkan bahwa kedua pemimpin setuju mengenai gencatan permusuhan dan diakhirinya pertempuran akan dilakukan mulai 14 Agustus pukul 05.00 GMT,'' bunyi pernyataan itu.

Jumat malam, DK PBB mengeluarkan sebuah resolusi yang mencanangkan ''gencatan senjata penuh'' dari tindak kekerasan antara Israel dan Hizbullah. Resolusi itu menawarkan kesempatan  bagus untuk terciptanya perdamaian di kedua pihak setelah bertarung ketat selama sebulan. Jumlah korban akibat konflik itu mencapai lebih dari 800 orang dan memanasnya tensi di Timur Tengah.

Resolusi PBB itu secara tegas akan mengirimkan 15.000 pasukan perdamaian PBB untuk menolong tentara Lebanon dalam mengambil alih kontrol di bagian selatan negara itu, segera setelah tentara Israel angkat kaki.

Kabinet Israel mengesahkan gencatan senjata yang dilayangkan oleh PBB, Minggu kemarin sekaligus menghilangkan permasalahan kunci dalam perang yang sudah berlangsung selama sebulan itu.

Voting dengan hasil akhir 24-0 dengan satu abstain, dilakukan sehari setelah pemerintah Lebanon menyetujui kesepakatan gencatan senjata. Sementara pemimpin Hizbullah Hassan Nasralah, Sabtu lalu dengan berat hati memberikan persetujuannya. Namun, ia berseru akan tetap melakukan perlawanan hingga tentara Israel benar-benar meninggalkan wilayah itu serta memberikan penguasaannya kepada pasukan perdamaian.

 

Kritikan Liga Arab

 

Negara-negara Arab mengkritik penjabaran resolusi dari DK PBB karena tidak secara jelas mengungkap Israel sebagai penyerang atau pelaku utama serangan dengan Hizbullah. Namun, mereka menyatakan harapan besar terhadap segera berakhirnya perang itu.

''Resolusi gencatan senjata adalah pemecahan yang terbaik pada saat ini ketika persamaan keseimbangan internasional goyah,'' papar Ahmed bin Heli, asisten sekjen liga.

Qatar adalah satu-satunya anggota Liga Arab yang menjadi anggota dari 15 negara DK PBB yang memilih resolusi gencatan, yang akhirnya diputuskan dengan mutlak.

Yordania memaparkan rencana gencatan senjata adalah langkah kritis ''pertama'' dan Turki menyebutkan perdamaian mungkin baru akan dimulai.

Namun, Israel berkoar mereka tidak akan menarik diri dari wilayah yang mereka kuasai hingga misi pasukan perdamaian interansional benar-benar berada di tempatnya. (ton/ap)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)