Gencatan
Senjata
Dimulai Hari
Ini--
Kabinet
Israel Setuju
Beirut -
Sekjen
PBB Kofi
Annan
mengumumkan gencatan
senjata
antara pejuang
Hizbullah
dan Israel
akan
mulai
berlaku pukul 08.00
pagi
waktu Lebanon atau
Senin (14/8)
waktu
wita.
Dalam
pernyataannya yang
diungkapkan
di Beirut,
Minggu (13/8)
pagi
kemarin, Annan
sudah
melakukan pertemuan
dengan PM Lebanon
Fuad
Saniora dan PM Israel
Ehud
Olmert untuk
mendiskusikan
tanggal
serta waktu
pasti
gencatan permusuhan
yang dibentuk
oleh DK PBB
akan
berlaku.
''Saya
senang dapat
mengumumkan
bahwa
kedua pemimpin
setuju
mengenai gencatan
permusuhan
dan
diakhirinya pertempuran
akan
dilakukan mulai 14
Agustus
pukul 05.00 GMT,'' bunyi
pernyataan
itu.
Jumat
malam, DK PBB
mengeluarkan
sebuah
resolusi yang mencanangkan
''gencatan
senjata
penuh'' dari
tindak
kekerasan antara
Israel dan
Hizbullah.
Resolusi
itu
menawarkan
kesempatan
bagus
untuk
terciptanya perdamaian
di
kedua pihak
setelah
bertarung ketat
selama
sebulan.
Jumlah
korban
akibat konflik
itu
mencapai lebih
dari 800
orang
dan memanasnya
tensi
di Timur
Tengah.
Resolusi
PBB itu
secara tegas
akan
mengirimkan 15.000 pasukan
perdamaian PBB
untuk
menolong tentara
Lebanon dalam
mengambil
alih
kontrol di
bagian
selatan negara
itu,
segera setelah
tentara Israel
angkat kaki.
Kabinet
Israel mengesahkan
gencatan
senjata yang
dilayangkan
oleh PBB,
Minggu
kemarin sekaligus
menghilangkan
permasalahan
kunci
dalam perang yang
sudah
berlangsung selama
sebulan
itu.
Voting dengan
hasil
akhir 24-0 dengan
satu abstain,
dilakukan
sehari
setelah pemerintah
Lebanon menyetujui
kesepakatan
gencatan
senjata.
Sementara
pemimpin
Hizbullah
Hassan
Nasralah, Sabtu
lalu
dengan berat
hati
memberikan persetujuannya.
Namun,
ia
berseru
akan tetap
melakukan
perlawanan
hingga
tentara Israel benar-benar
meninggalkan
wilayah
itu serta
memberikan
penguasaannya
kepada
pasukan perdamaian.
Kritikan
Liga Arab
Negara-negara Arab
mengkritik
penjabaran
resolusi
dari DK PBB
karena
tidak secara
jelas
mengungkap Israel sebagai
penyerang
atau
pelaku utama
serangan
dengan
Hizbullah.
Namun,
mereka
menyatakan harapan
besar
terhadap segera
berakhirnya
perang
itu.
''Resolusi
gencatan
senjata
adalah pemecahan yang
terbaik
pada saat
ini
ketika persamaan
keseimbangan
internasional
goyah,''
papar Ahmed bin
Heli,
asisten sekjen
liga.
Qatar adalah
satu-satunya
anggota
Liga Arab yang menjadi
anggota
dari 15 negara DK PBB
yang memilih
resolusi
gencatan, yang
akhirnya
diputuskan
dengan
mutlak.
Yordania
memaparkan
rencana
gencatan senjata
adalah
langkah kritis ''pertama''
dan
Turki menyebutkan
perdamaian
mungkin
baru
akan dimulai.
Namun,
Israel berkoar
mereka
tidak
akan menarik
diri
dari wilayah yang
mereka
kuasai hingga
misi
pasukan perdamaian
interansional
benar-benar
berada
di tempatnya. (ton/ap)