kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Pon, 14 Agustus 2006

 Bali


Pertahankan Klian Adat --

Warga Kedis Turun ke Jalan
 

Singaraja (Bali Post) -
Suasana di Desa Kedis, Busungbiu, pascakasus perusakan kursi pada saat paruman tampak masih tegang. Ribuan warga, Minggu (13/8) kemarin turun ke jalan lalu berkumpul di perempatan desa. Aksi itu dilakukan untuk menentang keinginan kelompok tertentu yang hendak melengserkan Klian Desa Adat Kedis Jro Mangku Ketut Swiditha.

Dalam aksi itu warga berikrar dan membacakan surat pernyataan yang isinya antara lain mereka tetap setia mendukung Jro Mangku Ketut Swiditha untuk tetap menjadi Klian Desa Adat Kedis. Selain itu, mereka juga meminta agar menunda paruman khusus yang berkaitan dengan paruman adat yang disertai perusakan Sabtu (5/8) lalu. Ikrar itu ditulis dalam surat pernyataan yang ditandatangani oleh ribuan warga secara serentak.

Aksi itu mendapat pengawalan ketat dari jajaran Mapolsek Busungbiu, termasuk Kapolsek AKP I Ketut Raka juga turun ke lapangan untuk mengawasi pembacaan ikrar tersebut. Selain itu, pejabat Muspika Busungbiu seperti Camat Asta Semadi dan Danramil Busungbiu, serta Pjs. Kepala Desa Kedis Nyoman Sudiasa juga tampak sibuk mengawasi jalannya aksi warga tersebut.

Jero Mangku Ketut Swiditha mengatakan aksi tersebut adalah penyampaian aspirasi murni dari warga Desa Adat Kedis. Dari 865 KK di Desa Kedis, sebanyak 536 atau sekitar 1.500 orang sudah menandatangani surat pernyataan untuk mendukungnya. Dengan aksi penandatanganan surat pernyataan itu, Swiditha berharap warga tetap kondusif meskipun sebelumnya ada kelompok pro dan kontra terhadap masalah pembangunan Pura Dalem Desa Kedis yang kemudian berbuntut pada aksi perusakan saat paruman.

Seperti diberitakan suasana di Desa Kedis kembali tegang setelah terjadi aksi perusakan pada saat digelar paruman adat pada Sabtu (5/8) lalu. Keributan ini diduga akibat adanya sekelompok warga yang menginginkan agar Swiditha mundur sebagai Klian Desa Adat. Tuntutan mundur itu sendiri berkaitan dengan adanya pro-kontra pembangunan Pura Dalem yang merebak sejak beberapa bulan lalu. Dalam aksi perusakan  itu, Polres Buleleng telah menetapkan lima tersangka. (kmb15)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)