kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Senin Pon, 14 Agustus 2006

 Bali


Warung
Global-------
Penghapusan
Honor Proyek agar tak Turunkan Kualitas Kerja 

Untuk efisiensi dana dan upaya menciptakan pemerintahan bebas KKN, Pemkot Denpasar membuat sebuah terobosan, salah satunya akan menghapus honor proyek. Kalau memang honor proyek benar-benar akan dihapuskan, ini merupakan langkah positif yang dilakukan oleh Pemkot. Tetapi dengan dihapuskannya honor ini diharapkan tidak akan mengurangi kualitas sebuah proyek. Penghapusan ini barangkali untuk efisiensi. Sebuah lembaga pemerintahan memang seharusnya seperti itu. Pos-pos anggaran yang tidak perlu seharusnya ditiadakan. Demikian terungkap dalam acara Warung Global yang disiarkan secara langsung oleh Radio Global 96,5 FM, Sabtu (12/8). Acara ini juga dipancarluaskan ole Radio Genta Swara Sakti Bali dan Radio Singaraja FM. Berikut rangkuman selengkapnya.

========================================================== 

Pande di Pandak Gede berpendapat, barangkali untuk efisiensi Pemkot Denpasar menghapus honor proyek. Sebuah lembaga pemerintahan memang seharusnya seperti itu. Pos-pos anggaran yang tidak perlu seharusnya ditiadakan, karena itu merupakan bentuk pemborosan. Sesungguhnya, banyak sektor lain yang membutuhkan dana yang tidak sedikit. Dalam menjalankan roda pembangunan semua sektor harus bergerak dan berkembang untuk mencapai target-target tertentu. Seperti bidang ekonomi, keamanan, hukum, politik, dll. Jadi disini bukan hanya proyek PU saja.

 

Dikatakan, birokrasi penyelenggaraan pemerintahan wilayah adalah pejabat pada tataran konsep dan kewenangannya membuat rancangan atau draf yang kemudian diaplikasikan pada tataran teknis oleh para pegawainya yang memang direkrut untuk tugas-tugas rutin seperti itu. Sehingga antara pejabat dan pegawainya tidak ada sekat lagi sebagai mediasi yang biasa diisi oleh pegawai tertentu dan untuk proyek tertentu pula. Ini sudah pasti mendapat kompensasi atau honor yang disebut honor proyek.

 

Barangkali inilah, katanya, yang perlu dikoreksi oleh KPK untuk dikembalikan kepada sistem awal, yang memang sudah ada payung hukumnya. Sehingga honor proyek dihilangkan atau dihapuskan saja demi efisiensi dan terwujudnya pendayagunaan aparatur daerah ataupun negara.

 

Joni di Denpasar mempertanyakan bagaimana caranya menghapus honor-honor proyek yang sudah biasa diterima pegawai? Untuk honor proyek kalau memang ada aturannya dan jika ada ketentuan-ketentuan yang mengatur permasalahan proyek itu, seharusnya dijalankan sesuai aturan. Kesan yang berkembang di masyarakat jika ada proyek berarti mendapat lahan basah seharusnya mulai dihapuskan sedikit demi sedikit.

 

Dikatakan, kalau Pemkot Denpasar akan melakukan penghapusan honor proyek, honor yang dimaksud itu honor yang bagaimana. Ini semua harus jelas. Sehingga dengan penghapusan itu, pegawai yang mengerjakan suatu proyek tidak merasa ketiban sial, karena tidak lagi menerima honor. Dan, sebelumnya hal ini harus diluruskan agar tidak menjadi suatu konflik di internal.

 

Jujur di Sanglah mempertanyakan kenapa hal itu baru sekarang dilakukan? Sebagai masyarakat kalau memang di seluruh dunia seperti ini, apalagi di Indonesia, sungguh sesuatu yang positif, walau terkesan sangat terlambat. Yang identik dengan proyek adalah kualitas, dan mutu proyek disesuaikan dengan anggaran. Tetapi ternyata yang namanya proyek selalu menjadi objek penderita, dan ujung-ujungnya adalah pemborong.

 

Ditambahkan, kalau memang sebuah proyek sesuai dengan peraturan, maka tidak ada proyek yang jelek. Pemotongan-pemotongan yang mereka lakukan itu identik dengan honor. Biasanya semakin banyak proyek maka mereka semakin basah. Mudah-mudahan dihapuskannya honor proyek ini, apa pun bentuknya, harapan untuk meminimalkan KKN bisa terwujud.

 

Sementara itu, Made Lonto di Batubulan, Adnyana di Denpasar dan Wayan Sudira di Batuan Sukawati berpendapat kalau memang honor-honor proyek akan benar-benar dihapuskan, ini merupakan langkah positif yang dilakukan oleh Pemkot Denpasar. Tetapi dengan dihapuskannya honor ini, diharapkan tidak akan mengurangi kualitas dan tidak menjadikan suatu alasan untuk tidak bekerja dengan baik. Mudah-mudahan langkah ini mendapat dukungan dari semua pihak. * wati

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)