kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Paing, 30 April 2006 tarukan valas
 

BERITA


Non
Lewat Lagu, Ajegkan Bali

KIAN panjang saja deretan penyanyi wanita belia yang hadir menyemarakkan blantika musik pop Bali. Namanya Kadek Yuly Dharmayanthy, namun cukup akrab dipanggil Non. Lewat bendera Graha Nadha, ia baru saja merampungkan album solo perdananya yang bertajuk "Sekar Bali".

Album ini sebagian besar memuat lagu-lagu bernuansa rohani yang pada intinya bertema pelestarian budaya sebagai dukungan terhadap wacana ajeg Bali. Menurut Non, lagu-lagu yang dibawakan dalam album ini merupakan lagu-lagu pemenang lomba cipta lagu Bali Post beberapa waktu silam.

Non lebih jauh menjelaskan proses rekaman untuk album ini dilakukannya sejak ia duduk di bangku SMA. "Pernah suatu ketika, malamnya saya harus menyelesaikan take vokal, kemudian besoknya saya harus berjuang menghadapi ujian pemantapan di sekolah," kenang dara kelahiran Denpasar, 20 Juli 1987 yang memang hobi nyanyi sejak masih duduk di bangku TK ini.

Dalam proses rekaman, Non yang mahasiswi di Undiknas Denpasar ini termasuk luar biasa. Meskipun ia mengaku mengalami kendala tidak bisa membaca not, sedangkan untuk bisa menyanyikan lagu itu harus berdasarkan not yang ada. Namun, setelah diarahkan oleh pembinanya, semua akhirnya menjadi lancar. Non dengan cepat bisa menghafal lagu, kemudian langsung take vokal. Dalam satu malam, ia langsung bisa menyelesaikan lima lagu.

Anak kedua dari tiga bersaudara putri pasangan Gede Budiartha, S.E. dan Luh De Suasih ini mengaku sebelumnya tidak menyangka akan bisa meluncurkan album solo. "Saya sadar, sebagai penyanyi saya belum pernah memenangkan satu lomba menyanyi," katanya. Mungkin karena sudah malang melintang di dunia entertainment, sering menyanyi mengisi acara ulang tahun, resepsi dan acara lainnya, serta tercatat sebagai penyanyi hotel yang membawakan lagu solo atau duet, Non yang suka masakan Cina ini akhirnya bisa merilis album solo.

Bukan hanya itu, ketika remaja dulu, gadis berkulit putih penyuka warna pink, putih dan hitam ini menjadi andalan kelompok paduan suara SMA 7 Denpasar. Bahkan terbukti, pada Pekan Seni Remaja 2004/2005, kelompok paduan yang didukungnya itu mendapat juara I. "Awalnya, saya diikutkan sebagai penyanyi solo. Namun, karena sudah memegang suara yang tidak bisa digantikan, makanya saya tetap memilih paduan suara," kenang pelantun theme song sinetron "Memedi" tayangan Bali TV dan lagu jingle Radio Genta Bali ini.

Non yang bercita-cita menjadi orang sukses ini berharap, dengan mendengarkan lagu-lagu rohani di albumnya ini, ajeg Bali akan lebih bisa diwujudkan. "Saya yakin, jika betul-betul menghayati lagu-lagu di album saya ini, semua orang tidak akan meninggalkan budaya Bali," katanya. Lewat lagu-lagu di albumnya ini pula, Non mengajak semua remaja agar jangan terlalu terpengaruh dengan budaya asing yang belum tentu lebih bagus dari budaya Bali. "Sikap dan tingkah laku remaja sebaiknya jangan menyimpang dari adat istiadat Bali," ujar Non.

Namun di satu sisi Non amat sadar bahwa lagu-lagu rohani umumnya belum bisa menembus pasar jika dibandingkan dengan lagu-lagu pop Bali bertema percintaan, kocak, dan sebagainya. Tetapi, bagi Non, itu bukan menjadi kendalanya. Yang terpenting baginya, dirinya sudah bisa berbuat sesuatu untuk mengingatkan semua orang agar sadar bahwa mereka sesungguhnya orang Bali. "Kalau bisa, jangan selalu lagu-lagu kocak, cinta atau lagu cengeng lainnya. Boleh dong sekali-kali lagu rohani. Dengan sering mendengar lagu rohani, kita dapat memperkuat dan mempertebal iman agar tetap mengajegkan Bali," paparnya.

Di samping hobi menyanyi, Non yang tinggal di Jln. Bedahulu XX/1 Denpasar ini ternyata piawai menari. Setiap bulan ia pasti dapat mengekspresikan gerakan tari Bali yang telah dikuasainya itu. Kesempatan itu sering datang dari ajakan teman-temannya seperti ngayah, mengisi acara ulang tahunan, resepsi atau acara lainnya. "Waktu SMP, saya sering mengikuti lomba tari Bali," kenang penari langganan tampil di Pesta Kesenian Bali ini. Lantas, kenapa tidak ikut dunia model? "Ah, saya tidak cocok. Lagian saya ingin menekuni satu profesi saja, biar lebih profesional," sahut Non yang kini punya kesibukan kuliah dan menangani usaha milik keluarganya ini. (ana)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com