Non
Lewat Lagu, Ajegkan Bali
KIAN
panjang saja deretan penyanyi wanita belia yang hadir
menyemarakkan blantika musik pop Bali. Namanya Kadek Yuly
Dharmayanthy, namun cukup akrab dipanggil Non. Lewat bendera Graha
Nadha, ia baru saja merampungkan album solo perdananya yang
bertajuk "Sekar Bali".
Album ini sebagian besar memuat lagu-lagu bernuansa
rohani yang pada intinya bertema pelestarian budaya sebagai
dukungan terhadap wacana ajeg Bali. Menurut Non, lagu-lagu yang
dibawakan dalam album ini merupakan lagu-lagu pemenang lomba cipta
lagu Bali Post beberapa waktu silam.
Non lebih jauh menjelaskan proses rekaman untuk
album ini dilakukannya sejak ia duduk di bangku SMA. "Pernah suatu
ketika, malamnya saya harus menyelesaikan take vokal, kemudian
besoknya saya harus berjuang menghadapi ujian pemantapan di
sekolah," kenang dara kelahiran Denpasar, 20 Juli 1987 yang memang
hobi nyanyi sejak masih duduk di bangku TK ini.
Dalam proses rekaman, Non yang mahasiswi di
Undiknas Denpasar ini termasuk luar biasa. Meskipun ia mengaku
mengalami kendala tidak bisa membaca not, sedangkan untuk bisa
menyanyikan lagu itu harus berdasarkan not yang ada. Namun,
setelah diarahkan oleh pembinanya, semua akhirnya menjadi lancar.
Non dengan cepat bisa menghafal lagu, kemudian langsung take
vokal. Dalam satu malam, ia langsung bisa menyelesaikan lima lagu.
Anak kedua dari tiga bersaudara putri pasangan Gede
Budiartha, S.E. dan Luh De Suasih ini mengaku sebelumnya tidak
menyangka akan bisa meluncurkan album solo. "Saya sadar, sebagai
penyanyi saya belum pernah memenangkan satu lomba menyanyi,"
katanya. Mungkin karena sudah malang melintang di dunia
entertainment, sering menyanyi mengisi acara ulang tahun, resepsi
dan acara lainnya, serta tercatat sebagai penyanyi hotel yang
membawakan lagu solo atau duet, Non yang suka masakan Cina ini
akhirnya bisa merilis album solo.
Bukan hanya itu, ketika remaja dulu, gadis berkulit
putih penyuka warna pink, putih dan hitam ini menjadi andalan
kelompok paduan suara SMA 7 Denpasar. Bahkan terbukti, pada Pekan
Seni Remaja 2004/2005, kelompok paduan yang didukungnya itu
mendapat juara I. "Awalnya, saya diikutkan sebagai penyanyi solo.
Namun, karena sudah memegang suara yang tidak bisa digantikan,
makanya saya tetap memilih paduan suara," kenang pelantun theme
song sinetron "Memedi" tayangan Bali TV dan lagu jingle Radio
Genta Bali ini.
Non yang bercita-cita menjadi orang sukses ini
berharap, dengan mendengarkan lagu-lagu rohani di albumnya ini,
ajeg Bali akan lebih bisa diwujudkan. "Saya yakin, jika
betul-betul menghayati lagu-lagu di album saya ini, semua orang
tidak akan meninggalkan budaya Bali," katanya. Lewat lagu-lagu di
albumnya ini pula, Non mengajak semua remaja agar jangan terlalu
terpengaruh dengan budaya asing yang belum tentu lebih bagus dari
budaya Bali. "Sikap dan tingkah laku remaja sebaiknya jangan
menyimpang dari adat istiadat Bali," ujar Non.
Namun di satu sisi Non amat sadar bahwa lagu-lagu
rohani umumnya belum bisa menembus pasar jika dibandingkan dengan
lagu-lagu pop Bali bertema percintaan, kocak, dan sebagainya.
Tetapi, bagi Non, itu bukan menjadi kendalanya. Yang terpenting
baginya, dirinya sudah bisa berbuat sesuatu untuk mengingatkan
semua orang agar sadar bahwa mereka sesungguhnya orang Bali.
"Kalau bisa, jangan selalu lagu-lagu kocak, cinta atau lagu
cengeng lainnya. Boleh dong sekali-kali lagu rohani. Dengan sering
mendengar lagu rohani, kita dapat memperkuat dan mempertebal iman
agar tetap mengajegkan Bali," paparnya.
Di samping hobi menyanyi, Non yang tinggal di Jln.
Bedahulu XX/1 Denpasar ini ternyata piawai menari. Setiap bulan ia
pasti dapat mengekspresikan gerakan tari Bali yang telah
dikuasainya itu. Kesempatan itu sering datang dari ajakan
teman-temannya seperti ngayah, mengisi acara ulang tahunan,
resepsi atau acara lainnya. "Waktu SMP, saya sering mengikuti
lomba tari Bali," kenang penari langganan tampil di Pesta Kesenian
Bali ini. Lantas, kenapa tidak ikut dunia model? "Ah, saya tidak
cocok. Lagian saya ingin menekuni satu profesi saja, biar lebih
profesional," sahut Non yang kini punya kesibukan kuliah dan
menangani usaha milik keluarganya ini.
(ana)