kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Rabu Pon, 22 Maret 2006

 Pariwisata


Tuntutan Profesionalisme Pramuwisata makin Tinggi

Denpasar (Bali Post) -
Seiring perkembangan dunia pariwisata, tuntutan terhadap profesionalisme pramuwisata (guide) makin tinggi. Para pramuwisata harus memiliki kompetensi agar mampu bersaing. Dalam konteks ini, Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) sebagai wadah para pramuwisata berkewajiban melindungi kepentingan para anggotanya.

Demikian antara lain mengemuka dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II HPI Bali yang berlangsung di kampus Universitas Hindu (Unhi) Denpasar, Selasa (21/3) kemarin. Kegiatan yang dihadiri Ketua Umum DPP HPI Nyoman Kandia ini diikuti lebih dari 200 perserta yang berasal dari sejumlah komisariat se- Bali.

Menurut Ketua Panitia Pelaksana Rakerda II HPI I Gusti Ngurah Narakesuma, dalam upaya melindungi anggota, HPI mendorong adanya Kontrak Kerja Bersama (KKB) antara pramuwisata dengan manajemen. "Artinya, sebelum seorang pramuwisata bekerja pada suatu perusahaan, dalam hal ini travel agent, harus disepakati dulu apa yang menjadi hak dan kewajiban masing-masing pihak yang tertuang dalam KKB," tandasnya.

Selain itu, demi meningkatkan martabat organisasi dan profesi pramuwisata, DPD HPI Bali akan menerbitkan kembali Kartu Tanda Anggota (KTA). Hal ini, lanjutnya, demi menghindari kesalapahaman di tengah masyarakat apabila seorang pramuwisata tersangkut tindak pidana dan perbuatan tercela lainnya. "Jangan sampai orang cepat menuduh pelakunya seorang anggota HPI, padahal mungkin saja yang bersangkutan pramuwisata liar," ujar Narakesuma.

Selain membahas kepentingan internal HPI Bali, Rakerda II juga menghasilkan sejumlah rekomendasi yang nantinya diajukan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) yang sedianya, digelar di Labuan Bajo, Flores Barat, April mendatang. "Semuanya kita akomodasi dan menjadi pegangan bagi kontingen Bali dalam Rakernas HPI bulan depan," ungkap Ketua Panitia Pengarah Sangtu Subaya.

Uniknya, Rakerda II HPI Bali kemarin juga menjadi ajang reuni bagi mantan ketua, antara lain Made Sudira, Gusti Kompyang Pujawan dan Nyoman WT Manik. Tak ketinggalan pendiri Bali Guide Association -- cikal bakal HPI -- Tentrem Wesnawa dan mantan pengurus HDWI seperti Gusti Nyoman Latra, Dewa Anom Sudira dan Wayan Wini.

Kehadiran para senior ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi jajaran HPI Bali. Ketua HPI Bali Made Sukadana mengaku sangat gembira atas kehadiran para sesepuh dan guide senior. "Organisasi HPI menjadi besar dan berkembang hanya bila para junior menghargai dan mengenang jasa para pendahulunya," ujar Sukadana. (056)

 

 

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)