Tuntutan Profesionalisme Pramuwisata makin Tinggi
Denpasar (Bali Post) -
Seiring perkembangan dunia pariwisata, tuntutan terhadap
profesionalisme pramuwisata (guide) makin tinggi. Para
pramuwisata harus memiliki kompetensi agar mampu
bersaing. Dalam konteks ini, Himpunan Pramuwisata
Indonesia (HPI) sebagai wadah para pramuwisata
berkewajiban melindungi kepentingan para anggotanya.
Demikian antara lain mengemuka dalam
Rapat Kerja Daerah (Rakerda) II HPI Bali yang
berlangsung di kampus Universitas Hindu (Unhi) Denpasar,
Selasa (21/3) kemarin. Kegiatan yang dihadiri Ketua Umum
DPP HPI Nyoman Kandia ini diikuti lebih dari 200
perserta yang berasal dari sejumlah komisariat se- Bali.
Menurut Ketua Panitia Pelaksana Rakerda
II HPI I Gusti Ngurah Narakesuma, dalam upaya melindungi
anggota, HPI mendorong adanya Kontrak Kerja Bersama (KKB)
antara pramuwisata dengan manajemen. "Artinya, sebelum
seorang pramuwisata bekerja pada suatu perusahaan, dalam
hal ini travel agent, harus disepakati dulu apa yang
menjadi hak dan kewajiban masing-masing pihak yang
tertuang dalam KKB," tandasnya.
Selain itu, demi meningkatkan martabat
organisasi dan profesi pramuwisata, DPD HPI Bali akan
menerbitkan kembali Kartu Tanda Anggota (KTA). Hal ini,
lanjutnya, demi menghindari kesalapahaman di tengah
masyarakat apabila seorang pramuwisata tersangkut tindak
pidana dan perbuatan tercela lainnya. "Jangan sampai
orang cepat menuduh pelakunya seorang anggota HPI,
padahal mungkin saja yang bersangkutan pramuwisata
liar," ujar Narakesuma.
Selain membahas kepentingan internal HPI
Bali, Rakerda II juga menghasilkan sejumlah rekomendasi
yang nantinya diajukan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas)
yang sedianya, digelar di Labuan Bajo, Flores Barat,
April mendatang. "Semuanya kita akomodasi dan menjadi
pegangan bagi kontingen Bali dalam Rakernas HPI bulan
depan," ungkap Ketua Panitia Pengarah Sangtu Subaya.
Uniknya, Rakerda II HPI Bali kemarin juga
menjadi ajang reuni bagi mantan ketua, antara lain Made
Sudira, Gusti Kompyang Pujawan dan Nyoman WT Manik. Tak
ketinggalan pendiri Bali Guide Association -- cikal
bakal HPI -- Tentrem Wesnawa dan mantan pengurus HDWI
seperti Gusti Nyoman Latra, Dewa Anom Sudira dan Wayan
Wini.
Kehadiran para senior ini menjadi
kebanggaan tersendiri bagi jajaran HPI Bali. Ketua HPI
Bali Made Sukadana mengaku sangat gembira atas kehadiran
para sesepuh dan guide senior. "Organisasi HPI menjadi
besar dan berkembang hanya bila para junior menghargai
dan mengenang jasa para pendahulunya," ujar Sukadana.
(056)