Menghadapi
Karyawan
Bermasalah
Pada
dasarnya,
orang-orang bermasalah
di
kantor,
terbagi dalam
tiga tipe.
Pertama
adalah mereka
yang terbiasa
santai dan
kurang serius.
Kedua, tidak
menyadari kalau
dirinya
bermasalah sehingga
ketika
ia berbuat
salah tidak
ada upaya
untuk
memperbaikinya.
Ketiga,
orang bermasalah yang
menyadari dirinya
bermasalah.
Tipe
ini lebih
mudah dan
cepat memperbaiki,
atau berupaya
berbenah diri.
=======================
DARI
segi karakter,
orang bermasalah
dibagi dalam
tiga kelompok
lagi.
Pertama,
low self esteem atau
gampang
tersinggung, rendah
diri, tak
suka menerima
masukan apalagi
kritik, dan
mudah curiga.
Kedua,
orang yang
berpandangan keliru
terhadap
lingkungannya.
Ia merasa
tak ada
seorang pun di
dunia yang
memperhatikan dan
membantunya.
Kalau
pun kini
ia berhasil,
itu berkat
upaya kerasnya
sendiri -- tanpa
bantuan orang
lain. Harga
diri orang
tipe ini
sebenarnya tinggi
(high self esteem), bahkan
cenderung arogan.
Mereka umunya
kurang bisa
bekerja
sama dengan
orang lain,
bahkan cenderung
jadi provokator.
Ketiga,
orang yang kecewa
dalam kehidupan
secara
keseluruhan.
Mereka
merasa sekadar
melakoni hidup,
tanpa tujuan
hidup yang pasti.
Akibatnya, mereka
cenderung tak
berpikir panjang
mengenai dampak
atas
apa yang
dilakukannya.
Mereka
merasa nothing to loose dan
tak peduli
konsekuensi
tindakannya.
Sering
kali mereka tak
takut dipecat.
Langkah
berikut bisa
Anda coba
untuk membantu
mereka dan
juga perusahaan,
tulis glo.com.
* Posisikan
diri pada
sudut pandang
orang bermasalah.
Kenali
persepsinya terhadap
pekerjaannya
untuk mengetahui
akar masalah,
mengapa
ia menjadi
orang bermasalah.
Setelah
akarnya didapat,
diskusikan
dengannya untuk
mengatasi
masalahnya.
* Berikan
solusi, bukan
sekadar kritik.
Orang
cenderung
defensif terhadap
kritik, tetapi
lebih terbuka
bila diajak
duduk bersama
membicarakan
masalah, dan
mencari solusinya.
Bawahan
merasa
dimanfaatkan, jika
tidak dilibatkan
dalam
penyelesaian masalahnya.
Orang
cenderung
destruktif ketimbang
kooperatif, jika
sekadar dikritik.
* Berikan
perhatian dan
pengertian. Ajak
ia
berbicara dari
hati ke
hati, bahwa
ia pun bagian
dari tim
yang sangat
penting bagi
keberhasilan
secara keseluruhan.
Tegaskan
kontribusi tiap
orang penting
bagi keberhasilan
perusahaan.
* Berikan
apresiasi dan
dukungan.
Orang
bermasalah,
terlebih yang tergolong low
self esteem, cenderung
amat irasional
dan sulit
diajak berbicara
secara rasional.
Untuk itu,
atasan atau
koleganya, harus
rajin memberi
apresiasi jika
ia
melakukan
pekerjaannya dengan
baik.
Apresiasi
tak harus
berupa hadiah,
bisa pujian
atau sekadar
tepukan di
pundaknya.
Bisa pula melibatkannya
dalam proyek
yang sekiranya
ia sanggup
menggarapnya.
Keberhasilan
proyek bisa
membangkitkan
rasa percaya
dirinya.
* Orang
bermasalah tipe
high self esteem, mesti pula
diajak bicara
dari hati
ke hati.
Tipe ini
cenderung
memiliki harga
diri tinggi,
jangan sekali-kali
merendahkan
egonya dengan
mengatakan bahwa
ia
tak bisa
bekerja sendiri.
Berilah kesan
bahwa
ia sangat
dibutuhkan
rekan-rekannya agar bisa
mencapai hasil
maksimal.
Memberikan
kesempatan untuk
melakukan sesuatu
yang sangat
kontras dengan yang
biasanya juga
bisa membantu
karyawan
bermasalah.
Mereka
akan
melakukan pembadingan-pembandingan
sehingga bisa
membuka mata
dan pikirannya,
bahkan biasanya
juga
membangkitkan semangat
kerjanya.
(*)