Trik Mengatasi Perselingkuhan
SAYA
anak sulung dari tiga bersaudara, saya baru saja menyelesaikan
pendidikan di sebuah perguruan tinggi swasta. Adik saya yang nomor
dua dan tiga masih bersekolah di SMA. Hubungan saya dengan
saudara-saudara dan orangtua selama ini baik-baik saja. Goncangan
yang cukup berat mulai timbul belakangan ini yaitu setelah ayah
saya ketahuan berselingkuh dengan seorang wanita.
Ibu saya benar-benar terpukul dengan permasalahn
ini. Beliau membenci ayah, begitu juga kami, anak-anaknya merasa
sangat terpukul setelah mengetahui ayah saya berselingkuh.
Ibu merasa terpukul karena ia sama sekali tidak menduga suami yang
sangat ia cintai tega mengkhianati kesetiaannya. Sudah beberapa
minggu ibu saya selalu mengurung diri dan nampak sangat stres,
sedangkan ayah saya seperti tidak perduli dan makin menjadi-jadi
dengan pasangannya itu, sehingga saya merasa sangat benci melihat
perilaku ayah yang tidak terpuji itu.
Dalam keadaan seperti ini saya sering merenung,
ayah yang seharusnya saya kagumi dan dijadikan panutan dalam
kehidupan ini ternyata tidak dapat dipercaya. Saat pikiran saya
sedang jernih saya juga berpikir apakah perselingkuhan itu
sepenuhnya kesalahan ayah atau ibu juga ikut bersalah sehingga
ayah mudah terdorong untuk berselingkuh? Karena dari beberapa
informasi yang saya peroleh ayah sering menyalahkan ibu yang
terlalu kaku dan kolot.
Bapak Pengasuh bagaimana sebaiknya tindakan saya
untuk bisa membangkitkan semangat ibu sehingga ia tidak larut pada
kesedihannya?
K, Denpasar
Saudara K, mengenai latar belakang tindakan
berselingkuh, beberapa hal yang berperan atau ikut mempunyai andil
dalam perilaku berselingkuh.
Kecewa
Adanya perasaan kecewa terhadap pasangan. Dalam
kehidupan berumah tangga hubungan yang harmonis baru bisa dibangun
kalau kedua belah pihak mau saling beradaptasi. Bila masing-masing
pihak kaku tidak perduli dengan keinginan pasangannya maka proses
adaptasi akan terhambat, dengan demikian bibit-bibit kekecewaan
akan mulai tumbuh.
Masalah yang semula dipandang sepele bisa
berkembang menjadi masalah besar kalau masing-masing pihak tidak
peka memperhatikan keinginan atau kebutuhan pasangannya. Seorang
suami yang mengkritik cara berhias istri misalnya, apabila istri
kurang tanggap terhadap kritikan tersebut sehingga tidak
memperdulikan kritikan yang disampaikan oleh suaminya maka hal ini
bisa berkembang menjadi sumber kekecewaan.
Begitu juga sebaliknya kritikan seorang istri
terhadap suami, apabila disepelekan oleh suami, hal ini bisa
menjadi bibit-bibit kekecewaan. Terkait dengan dorongan
berselingkuh, tumpukan perasaan kecewa terhadap pasangan yang
tidak perduli terhadap keinginan pasangan bisa menjadi pendorong
untuk mencoba-coba melakukan perselingkuhan. Makin kecewa
seseorang terhadap pasangannya yang tidak mau perduli, maka akan
makin menguatkan dorongan untuk mencoba-coba berselingkuh.
Peluang
Adanya dorongan untuk mencoba-coba berselingkuh
akan dapat terlaksana kalau ada kesempatan atau peluang untuk
berselingkuh. Kesempatan itu biasanya akan makin banyak kalau
orang sering melakukan aktivitas di luar rumah bersama orang lain
(jauh dari pasangannya). Kedekatan dalam waktu lama dengan
seseorang bisa mengembangkan perasaan tertarik, sehingga orang
yang semula tidak terlalu tertarik terhadap seseorang karena lama
berdekatan, perasaan tertarik itu akhirnya bisa berkembang
sehingga berlanjut pada tindakan perselingkuhan.
Langkah untuk mendorong semangat ibu bangkit dari
kesedihannya, yakni mengajak ibu untuk membandingkan permasalahan
yang sedang dihadapi dengan permasalahan orang lain. Saat perasaan
sedih sedang menguasai diri maka sudut pandang terhadap
permasalahan cenderung menyempit, yaitu memusat di diri sehingga
permasalahan yang sedang dihadapi dipandang sebagai permasalahan
yang paling berat.
Atas dasar itulah maka sangat penting mengajak ibu
untuk melihat permasalahan-permasalahan yang sedang dihadapi oleh
orang lain, terutama permasalahan yang lebih berat dari
permasalahan dirinya sendiri, baik itu karena penyakit, ekonomi,
dsb.
Ketika melihat permasalahan orang lain, ajaklah ibu
Anda untuk membayangkan diri dalam posisi tersebut, bagaimana
beratnya beban yang dirasakan oleh orang itu. Dengan melihat
permasalahan-permasalahan berat tersebut maka akan memberi
pandangan baru kepada ibu Anda bahwa dia bukanlah orang yang
paling menderita di dunia, masih banyak orang yang mempunyai nasib
tidak beruntung di dunia ini. Dengan munculnya dorongan semangat
ini diharapkan harapan-harapan tentang masa depan yang lebih cerah
akan berkembang dalam dirinya.
Untuk lebih menguatkan lagi rasa optimismenya,
tunjukkanlah kelebihan-kelebihan yang telah dia miliki, seperti
anak yang sudah tamat di perguruan tinggi, anak-anak yang telah
tumbuh dan berkembang dengan sehat, dsb.
Mengajak ibu menyaksikan pertunjukan yang
menghibur. Pertunjukan-pertunjukan yang disaksikan oleh orang yang
sedang bersedih biasanya pertunjukkan yang sedih-sedih, sehingga
ia sangat menghayati pertunjukkn tersebut dan membayangkan dirinya
sama seperti tokoh yang ada dalam cerita yang ditayangkan. Apabila
penghayatan terhadap nasib tidak beruntung itu terus berlanjut
maka orang akan sulit untuk bangkit dari kesedihannya. Karena itu
sangat penting mengajak ibu Anda untuk menyaksikan
pertunjukkan-pertunjukkan yang menghibur, seperti lawak ataupun
sirkus. Dengan begitu secara perlahan ia bisa melupakan
kesedihannya.
Sejalan dengan mulai bangkitnya harapan-harapan
dalam diri ibu, secara perlahan ajaklah beliau untuk melihat
kembali proses adaptasi yang sudah dia lakukan selama ini, apakah
ia sudah cukup fleksibel untuk beradaptasi selama ini atau ia kaku
dan tidak mau memperhatikan saran atau kritik suami.
Dalam hal ini tekankan kepada ibu untuk mau terbuka
dan berjiwa besar melihat kelemahan-kelemahan diri, karena tidak
jarang perselingkuhan suami atau istri dipicu oleh sifat
kaku dan tidak mau mengubah diri dari pasangannya.
* Adanya perasaan kecewa terhadap pasangan. Dalam
kehidupan berumah tangga hubungan yang harmonis baru bisa dibangun
kalau kedua belah pihak mau saling beradaptasi. Apabila
masing-masing pihak kaku tidak perduli dengan keinginan
pasangannya maka proses adaptasi akan terhambat, dengan demikian
bibit-bibit kekecewaan akan mulai tumbuh. Masalah yang semula
dipandang sepele bisa berkembang menjadi masalah besar kalau
masing-masing pihak tidak peka memperhatikan keinginan atau
kebutuhan pasangannya.
* Adanya dorongan untuk mencoba-coba berselingkuh
akan dapat terlaksana kalau ada kesempatan atau peluang untuk
berselingkuh. Kesempatan itu biasanya akan makin banyak kalau
orang sering melakukan aktivitas di luar rumah bersama orang lain
(jauh dari pasangannya).