kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Pon, 1 Mei 2005 tarukan valas
 

CERMIN


Trik Mengatasi Perselingkuhan

SAYA anak sulung dari tiga bersaudara, saya baru saja menyelesaikan pendidikan di sebuah perguruan tinggi swasta. Adik saya yang nomor dua dan tiga masih bersekolah di SMA. Hubungan saya dengan saudara-saudara dan orangtua selama ini baik-baik saja. Goncangan yang cukup berat mulai timbul belakangan ini yaitu setelah ayah saya ketahuan berselingkuh dengan seorang wanita.

Ibu saya benar-benar terpukul dengan permasalahn ini. Beliau membenci ayah, begitu juga kami, anak-anaknya merasa sangat terpukul setelah mengetahui ayah  saya berselingkuh. Ibu merasa terpukul karena ia sama sekali tidak menduga suami yang sangat ia cintai tega mengkhianati kesetiaannya. Sudah beberapa minggu ibu saya selalu mengurung diri dan nampak sangat stres, sedangkan ayah saya seperti tidak perduli dan makin menjadi-jadi dengan pasangannya itu, sehingga saya merasa sangat benci melihat perilaku ayah yang tidak terpuji itu.

Dalam keadaan seperti ini saya sering merenung, ayah yang seharusnya saya kagumi dan dijadikan panutan dalam kehidupan ini ternyata tidak dapat dipercaya. Saat pikiran saya sedang jernih saya juga berpikir apakah perselingkuhan itu sepenuhnya kesalahan ayah atau ibu juga ikut bersalah sehingga ayah mudah terdorong untuk berselingkuh? Karena dari beberapa informasi yang saya peroleh ayah sering menyalahkan ibu yang terlalu kaku dan kolot.

Bapak Pengasuh bagaimana sebaiknya tindakan saya untuk bisa membangkitkan semangat ibu sehingga ia tidak larut pada kesedihannya?

K, Denpasar

 

Saudara K, mengenai latar belakang tindakan berselingkuh, beberapa hal yang berperan atau ikut mempunyai andil dalam perilaku berselingkuh.

Kecewa

Adanya perasaan kecewa terhadap pasangan. Dalam kehidupan berumah tangga hubungan yang harmonis baru bisa dibangun kalau kedua belah pihak mau saling beradaptasi. Bila masing-masing pihak kaku tidak perduli dengan keinginan pasangannya maka proses adaptasi akan terhambat, dengan demikian bibit-bibit kekecewaan akan mulai tumbuh.

Masalah yang semula dipandang sepele bisa berkembang menjadi masalah besar kalau masing-masing pihak tidak peka memperhatikan keinginan atau kebutuhan pasangannya. Seorang suami yang mengkritik cara berhias istri misalnya, apabila istri kurang tanggap terhadap kritikan tersebut sehingga tidak memperdulikan kritikan yang disampaikan oleh suaminya maka hal ini bisa berkembang menjadi sumber kekecewaan.

Begitu juga sebaliknya kritikan seorang istri terhadap suami, apabila disepelekan oleh suami, hal ini bisa menjadi bibit-bibit kekecewaan. Terkait dengan dorongan berselingkuh, tumpukan perasaan kecewa terhadap pasangan yang tidak perduli terhadap keinginan pasangan bisa menjadi pendorong untuk mencoba-coba melakukan perselingkuhan. Makin kecewa seseorang terhadap pasangannya yang tidak mau perduli, maka akan makin menguatkan dorongan untuk mencoba-coba berselingkuh.

 

Peluang

Adanya dorongan untuk mencoba-coba berselingkuh akan dapat terlaksana kalau ada kesempatan atau peluang untuk berselingkuh. Kesempatan itu biasanya akan makin banyak kalau orang sering melakukan aktivitas di luar rumah bersama orang lain (jauh dari pasangannya). Kedekatan dalam waktu lama dengan seseorang bisa mengembangkan perasaan tertarik, sehingga orang yang semula tidak terlalu tertarik terhadap seseorang karena lama berdekatan, perasaan tertarik itu akhirnya bisa berkembang sehingga berlanjut pada tindakan perselingkuhan. 

Langkah untuk mendorong semangat ibu bangkit dari kesedihannya, yakni mengajak ibu untuk membandingkan permasalahan yang sedang dihadapi dengan permasalahan orang lain. Saat perasaan sedih sedang menguasai diri maka sudut pandang terhadap permasalahan cenderung menyempit, yaitu memusat di diri sehingga permasalahan yang sedang dihadapi dipandang sebagai permasalahan yang paling berat.

Atas dasar itulah maka sangat penting mengajak ibu untuk melihat permasalahan-permasalahan yang sedang dihadapi oleh orang lain, terutama permasalahan yang lebih berat dari permasalahan dirinya sendiri, baik itu karena penyakit, ekonomi, dsb.

Ketika melihat permasalahan orang lain, ajaklah ibu Anda untuk membayangkan diri dalam posisi tersebut, bagaimana beratnya beban yang dirasakan oleh orang itu. Dengan melihat permasalahan-permasalahan berat tersebut maka akan memberi pandangan baru kepada ibu Anda bahwa dia bukanlah orang yang paling menderita di dunia, masih banyak orang yang mempunyai nasib tidak beruntung di dunia ini. Dengan munculnya dorongan semangat ini diharapkan harapan-harapan tentang masa depan yang lebih cerah akan berkembang dalam dirinya.

Untuk lebih menguatkan lagi rasa optimismenya, tunjukkanlah kelebihan-kelebihan yang telah dia miliki, seperti anak yang sudah tamat di perguruan tinggi, anak-anak yang telah tumbuh dan berkembang dengan sehat, dsb.

Mengajak ibu menyaksikan pertunjukan yang menghibur. Pertunjukan-pertunjukan yang disaksikan oleh orang yang sedang bersedih biasanya pertunjukkan yang sedih-sedih, sehingga ia sangat menghayati pertunjukkn tersebut dan membayangkan dirinya sama seperti tokoh yang ada dalam cerita yang ditayangkan. Apabila penghayatan terhadap nasib tidak beruntung itu terus berlanjut maka orang akan sulit untuk bangkit dari kesedihannya. Karena itu sangat penting mengajak ibu Anda untuk menyaksikan pertunjukkan-pertunjukkan yang menghibur, seperti lawak ataupun sirkus. Dengan begitu secara perlahan ia bisa melupakan kesedihannya.

Sejalan dengan mulai bangkitnya harapan-harapan dalam diri ibu, secara perlahan ajaklah beliau untuk melihat kembali proses adaptasi yang sudah dia lakukan selama ini, apakah ia sudah cukup fleksibel untuk beradaptasi selama ini atau ia kaku dan tidak mau memperhatikan saran atau kritik suami.

Dalam hal ini tekankan kepada ibu untuk mau terbuka dan berjiwa besar melihat kelemahan-kelemahan diri, karena tidak jarang perselingkuhan suami atau istri dipicu oleh sifat  kaku dan tidak mau mengubah diri dari pasangannya.

* Adanya perasaan kecewa terhadap pasangan. Dalam kehidupan berumah tangga hubungan yang harmonis baru bisa dibangun kalau kedua belah pihak mau saling beradaptasi. Apabila masing-masing pihak kaku tidak perduli dengan keinginan pasangannya maka proses adaptasi akan terhambat, dengan demikian bibit-bibit kekecewaan akan mulai tumbuh. Masalah yang semula dipandang sepele bisa berkembang menjadi masalah besar kalau masing-masing pihak tidak peka memperhatikan keinginan atau kebutuhan pasangannya.

* Adanya dorongan untuk mencoba-coba berselingkuh akan dapat terlaksana kalau ada kesempatan atau peluang untuk berselingkuh. Kesempatan itu biasanya akan makin banyak kalau orang sering melakukan aktivitas di luar rumah bersama orang lain (jauh dari pasangannya).

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com