kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Paing, 12 September 2004 tarukan valas
 

NUSANTARA


Ba'asyir Mengaku tak Terlibat

Jakarta (Bali Post) -
Abu Bakar Ba'asyir mengaku tak terlibat peledakan bom di depan Kedubes Australia Jakarta belum lama ini. Bahkan, amir tertinggi Jamaah Islamiyah itu justru mengecam seluruh aksi pengeboman yang terjadi di Indonesia, yang diduga polisi dilakukan oleh jaringan Jamaah Islamiyah. Ba'asyir tidak bisa menerima alasan dan motif apa pun terutama alasan agama, dalam melakukan aksi terorisme. Maka itu ia minta pengeboman segera dihentikan.

Dia juga meminta polisi dan pemerintah tidak mengaitkan setiap pengeboman dengan dirinya. Demikian pesan Ustad Abu Bakar Ba'asyir dari balik terali besi LP Cipinang seperti yang disampaikan juru bicara Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) Fauzan Al Anshari, Sabtu (11/9) kemarin. Ba'asyir merupakan pemimpin tertinggi MMI. "Itu pesan Ustad Ba'asyir yang disampaikan kepada saya," kata Fauzan.

Dalam kasus bom Kuningan, Ba'asyir juga punya alibi sangat kuat yakni dia sedang berada di dalam penjara. Ia tampak melindungi Dr. Azahari. Menurut dia, bom itu merupakan hasil tangan tiga negara yakni Amerika Serikat, Israel, dan Australia. "Tidak mungkin bom itu hanya dibuat oleh Dr. Azahari. Hebat betul dia bisa mengelabuhi intelijen dan polisi," ujar Fausan menirukan pernyataan Ba'asyir.

Ba'asyir, kata Fauzan, meminta kepolisian membuktikan kebenaran bila dirinya dituduh terkait pengeboman ini. Dia meminta polisi tidak ragu-ragu dalam mengungkap kasus ini, tetapi jangan mengikutkan penyidik Australia.

Pesan ini sebenarnya selain terkait dengan pengeboman juga terkait dengan pernyataan Mabes Polri dan PM Australia John Howard yang menyebutkan bahwa sebelum peledakan, seseorang telah memberi message agar Ba'asyir dibebaskan. Jika tidak dibebaskan, orang itu mengancam akan melakukan pengeboman. "Ustad Ba'asyir tidak memiliki kepentingan dan hubungan apa pun dengan orang itu. Apalagi, itu hanya pesan di SMS, yang tidak diketahui identitas resminya. Ustad Ba'asyir meminta polisi menyelidiki nomor telepon yang memberi pesan singkat itu," ungkap Fauzan. Bagi Ba'asyir, pesan singkat itu memang sengaja direkayasa sebagai sebuah skenario agar Ba'asyir tidak dibebaskan demi hukum. Agar ada alasan baru untuk tetap mengganjar Ba'asyir sebagai pelaku terorisme.

Operasi Intelijen
Pengamat intelijen, AC Manulang, justru melihat pengeboman di Kuningan ini hasil tangan dingin operasi intelijen. Dia kemudian menyitir pernyataan KSAD Jenderal Ryamizard Ryacudu yang menyebutkan bahwa sekarang ini telah ada sekitar 60 ribu lebih intelijen di Indonesia. "Saya menduga ada dua hal bahwa bom Kuningan ini merupakan akibat dari perang intelijen dan terkait langsung dengan pemilihan presiden di Indonesia dan di Amerika," kata Manulang.

Terkait pilpres, katanya, karena Presiden Bush ingin tetap mempertahankan tahtanya. Sedangkan di Indonesia, Amerika berkepentingan terhadap presiden yang akan terpilih yang bisa diajak bekerja sama. "Amerika ingin membuat Indonesia sebagai sarang terorisme dan mencap umat Islam sebagai teroris. Saya yakin umat Islam bukan teroris. Tetapi, Amerika memang mencitrakan seperti itu melalui aksi-aksi bom belakangan ini," katanya. (kmb7)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com