Kaos Oblong, Media
Desain Komunikatif
Munculnya kaos oblong yang
juga disebut T-Shirt pertama kali pada dekade 1950-an, ternyata
membuat kegemparan. Pasalnya, pakaian jenis ini semula merupakan
jenis pakaian dalam pria, tetapi tiba-tiba saja aktor film
Marlon Brando berani mengenakannya secara terbuka di depan
publik. Panggung Broadway kontan menjadi gempar, karena Brando
tampil dengan kaos warna abu-abu melekat di tubuhnya, sehingga
kekar dan lekuk tubuhnya terlihat di balik kaos oblong yang
dikenakannya. Saat itu ia tampil memerankan tokoh Stanley
Kowalski dalam ''A Streetcar Named Desire'' karya Tennesse
William. Sebagian penonton berdecak kagum, tapi sebagian lagi
menganggap penampilan Brando tak sopan dan keterlaluan.
SETELAH
peristiwa itu, muncul lagi poster Marlon Brando mengenakan kaos
oblong dipadu dengan celana panjang blue jeans dan jaket kulit
pada 1954. Penampilan ini menyebabkan Brando terlihat begitu
jantan. Rupanya penampilan Brando dalam poster membuat daya
tarik tersendiri bagi anak-anak muda, sehingga banyak kaum muda
meniru penampilannya. Sejak itulah mulai muncul dukungan
terhadap penggunaan kaos oblong di depan umum. Aktor film James
Dean kemudian tercatat menggunakan kostum kaos oblong dalam film
"Rebel Without A Cause". Lembaga Baju Dalam (Underwear
Institute) pada 1961 juga turut ambil bagian dalam
mengkampanyekan kaos oblong, agar masyarakat bisa menerima kaos
oblong tidak hanya sebagai baju dalam, tetapi juga sebagai baju
luar.
Hasilnya bisa dilihat
sekarang, kaos oblong ini tidak lagi hanya digunakan sebagai
seragam kerja para kelasi angkatan laut Amerika saat PD II,
tetapi di mana-mana orang sudah tidak malu lagi menggunakan kaos
oblong untuk berolah raga, rekreasi, berbelanja, bahkan untuk
kuliah di kampus. Dalam kegiatan kampanye pemilu, partai-partai
politik juga menggunakan kaos oblong sebagai seragam kampanye,
lengkap dengan lambang partainya.
Kaos oblong kini banyak
digemari, karena sifat pakaian ini tidak formal, bisa digunakan
pada waktu santai dan sportif, karena menampilan postur tubuh
pemakai apa adanya di balik kaos oblong yang dikenakannya. Dan
yang tidak kalah pentingnya, pakaian jenis ini sangat cocok
dikenakan dalam hidup di iklim tropis seperti di Indonesia.
Karena itulah pakaian jenis ini bisa digunakan dari waktu ke
waktu, bahkan bisa menyesuaikan dengan trend mode yang
berkembang di masyarakat.
Berbagai Desain
Sekarang, kaos oblong sudah tidak lagi berwarna abu-abu atau
putih saja, tetapi sudah dengan beragam warna pilihan. Dari segi
desain, kaos oblong yang -- juga disebut T-shirt karena
bentuknya seperti huruf "T", desainnya tidak lagi
sesederhana di awal kemunculannya. Kini, kaos oblong sudah
muncul dalam berbagai desain, seperti diberi tali temali di
lengan atau di depan dada.
Kaos oblong dengan
berbagai pilihan warna dan desain kini menjadi sangat digemari
sebab bahan baku kainnya dihasilkan dari teknik rajutan. Teknik
rajutan inilah yang menyebabkan kain kaos oblong menjadi plastis.
Keplastisan kain rajutan ini kemudian menyebabkan kaos oblong
memberi kesan membungkus dan mengikuti lekak-lekuk tubuh
pemakainya, sehingga pemakainya terlihat seksi. Selain itu,
keplastisan kain ini menyebabkan pemakainya mudah bergerak.
Teknik rajutan ini merupakan pengembangan dari desain struktur
tekstil, yang berkaitan dengan gubahan yang dibuat pada cara
penyusunan benang, sehingga dapat membentuk kain sesuai dengan
desain struktur yang diinginkan. Tetapi di kalangan desainer
atau pengusaha kaos oblong, bukan desain strukturnya yang
dikembangkan, tetapi desain di permukaan kainnya. Gubahan di
permukaan kainnya relatif lebih muah dibuat, karena prosesnya
dibuat setelah kaos jadi. Para desainer maupun pengusaha kaos
oblong banyak membuat desain permukaan kaos oblong dengan teknik
cetak saring atau lebih dikenal dengan teknik sablon. Pada
umumnya teknik cetak saring ini menggunakan alat penyaring
(screen) dari bahan sutera, nylon, polyster, dan sebagainya,
yang fungsinya untuk menyaring cat untuk diteruskan pada
permukaan kaos oblong. Agar tinta bisa merembes pada screen,
maka digunakan rakel atau penekan tinta cetak. Sebelum gambar
atau teks dicetak, terlebih dahulu gambar maupun teks tersebut
dirancang di meja gambar sesuai dengan konsep yang diinginkan.
Konsep desain permukaan kaos oblong dapat berupa pengungkapan
pesan, baik yang disampaikan lewat tulisan-tulisan maupun gambar
atau foto-foto secara visual.
Desain permukaan kaos
oblong tersebut dapat membuat si pemakai kaos oblong terlihat
sedang mengkomunikasikan sesuatu, seperti misalnya keprihatinan
saat terjadinya ledakan bom di Kuta, 12 Oktober 2002. Selain
berkaitan dengan keprihatinan, desain permukaan kaos juga bisa
mengkomunikasikan kelompok pencinta musik atau klub sepak bola
tertentu. Desain permukaan juga bisa membangkitkan kebanggaan
kelompok, seperti kelompok pencinta motor atau mobil tua, bahkan
kebanggaan terhadap partai politik pilihannya.
Komunikasi Visual
Kaos oblong kini memang ngetrend dan fungsiny sudah banyak
berubah. Dulu kaos oblong memang merupakan pakaian dalam pria
yang tidak perlu dipertontonkan. Tetapi sejak aktor film Marlon
Brando pada 1954 menggunakan kaos oblong yang dipadu dengan
celana blue jeans tampil secara terbuka dan menarik perhatian
kaum muda, maka kaos oblong pun menjadi sangat digemari. Kini
tidak hanya kaum muda saja yang menggunakan kaos oblong, tetapi
juga kaum tua, wanita dan anak-anak.
Jadi, kaos oblong sangat
terbuka bagi siapa saja. Melalui media kaos oblong dapat
diangkat fenomena yang terjadi di masyarakat pada desain
permukaannya. Seperti para aktivis yang menyuarakan suara
hatinya, seperti para suproter sepak bola yang bangga mengenakan
kaos kesebelasan pujannya, atau para pecinta musik mengenakan
kaos grup musik kebanggaannya yang sedang pentas. Termasuk para
simpatisan partai yang fanatik dengan kaos partai pilihannya.
Serta para pengusaha, dapat memanfaatkan kaos oblong sebagai
media promosi produk yang dijualnya.
Sedangkan bagi para
desainer dan seniman, dapat memanfaatkan kaos oblong sebagai
media untuk mengekspresikan ide-ide atau gagasannya pada
permukaan kaos oblong untuk berkarya. Karena itulah kaos oblong
merupakan salah satu media untuk mengekspresikan kreativitas
desain komunikasi visual.
* gede mugi
raharja
|