Dualisme HPI, PR
Kadisparda
Saya mengucapkan selamat
atas dilantiknya Bapak Gde Nurjaya sebagai Kadisparda Bali.
Beberapa pekerjaan rumah kiranya telah menanti di tempat tugas
yang baru, salah satunya adalah masalah dualisme kepengurusan
Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Daerah Bali.
Saya sebagai salah seorang
anggota HPI merasa terpanggil menulis surat ini, karena
upaya-upaya ke arah penyatuan pengurus HPI telah berulang kali
dilakukan tetapi hasilnya tetap menemui jalan buntu.
Sesuai Perda No. 10 Tahun
1989 tentang Pramuwisata bahwa Kadisparda adalah sebagai Pembina
HPI. Harapan saya kepada Bapak Kadisparda, mohon kiranya ikut
turun tangan untuk mencari solusi agar permasalahan ini cepat
selesai dengan pikiran jernih, tidak memihak dan tidak ada
pihak-pihak yang merasa diuntungkan atau dirugikan.
Alasan saya kenapa Bapak,
karena Kadisparda sebagai perpanjangan tangan Pemda Bali (Gubernur)
mempunyai kewenangan untuk itu. Tolong selamatkan HPI, karena
ini adalah salah satu aset yang memegang peranan penting sebagai
ujung tombak pariwisata di Pulau Dewata ini.
Kepada kedua kubu pengurus
HPI Bali, berilah kesempatan kepada Kadisparda Bali untuk
berbuat sesuatu, marilah bersatu kembali karena anggota sudah
rindu dengan suasana HPI yang nyaman, penuh kekeluargaan dan
kebersamaan seperti yang pernah dirasakan dulu.
I Made Dwi
Sutaryantha
Dsn./Br. Yangloni, Desa Peliatan Ubud, Gianyar
|