kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Wage, 6 Juni 2004 tarukan valas
 

POTRET


Perjalanan Wiranto-Gus Sholah ke Capres/Cawapres

* 20 April 2004
Dalam konvensi Partai Golkar yang digelar di Jakarta Hilton Convention Center Jakarta, Wiranto menang setelah melalui dua tahapan pemungutan suara. Wiranto meraih dukungan 315 suara mengungguli Akbar Tandjung yang menadapat 227 suara. Konvensi tersebut diikuti oleh lima peserta yaitu Wiranto, Akbar Tandjung, Surya Paloh, Prabowo Subianto, dan Aburizal Bakrie. Penjaringan capres Partai Golkar diikuti oleh 1.080 pengurus daerah dan pusat, namun yang memiliki hak suara hanya 545 orang.

* 22 April 2004
Menurut Wiranto, pasangannya kelak harus memiliki pemikiran yang sama untuk mengambil langkah-langkah cerdas ke depan dalam menetralisasi permasalahan bangsa.

* 28 April 2004
DPP Partai Golkar memberikan tiga opsi pilihan bagi Wiranto untuk mencari cawapresnya. Tiga opsi tersebut yaitu (1) Partai Golkar bekerja sama atau berkoalisi dengan Partai Kebangkitan Bangsa, (2) jika opsi pertama tidak bisa diterima, maka Golkar akan melamar ormas NU untuk meminang Hasyim Muzadi, dan (3) jika opsi kedua juga tidak bisa dilakukan, maka Golkar akan mengajukan sendiri cawapresnya.

* 29 April 2004
Wiranto melakukan pertemuan dengan Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI). Dalam pertemuan itu Wiranto menegaskan bahwa cawapres pilihannya adalah Hasyim Muzadi dan juga menjanjikan kursi kabinet kepada PKB apabila nanti terpilih menjadi presiden. Tawaran itu belum diterima PKB.

* 30 April 2004
Wiranto dan Akbar menemui Hasyim Muzadi di rumahnya. Pada dasarnya Hasyim siap menjadi cawapres Wiranto. Tetapi Hasyim tidak memiliki otoritas menerima atau pun menolak tawaran itu.

* 4 Mei 2004
DPP Partai Golkar secara tegas melamar Shalahuddin Wahid (Gus Sholah) sebagai cawapres.

* 9 Mei 2004
Rapat DPP Partai Golkar di Jakarta belum memutuskan siapa yang akan mendampingi Wiranto.

* 10 Mei 2004
Pertemuan DPP partai Golkar dengan Tim 9 DPP PKB di Jakarta menghasilkan dukungan penuh kepada pasangan Wiranto dan Gus Sholah.

* 11 Mei 2004
Pendeklarasian Capres-Cawapres Golkar di gedung Bidakara, Jakarta.

* 22 Mei 2004
KPU mengeluarkan ketetapan No. 36/2004 yang isinya menetapkan lima peserta pemilihan presiden dan wakil presiden.

* 23 Mei 2004
KPU menetapkan nomor urut pasangan capres dan cawapres. Pasangan Wiranto-Sholahuddin Wahid mendapat nomor urut satu.

* 26 Mei 2004
Rapat pleno PKB yang dihadiri Gus Dur memutuskan secara resmi mendukung Gus Sholah sebagai cawapres.

* 28 Mei 2004
Koalisi antara Partai Golkar dan PKB guna mendukung pasangan Wiranto-Gus Sholah.

* 29 Mei 2004
Wiranto-Gus Sholah bertemu dengan pengurus Golkar se-Indonesia di Hotel Hilton, Jakarta.

* 1 Juni 2004
Penandatanganan prasasti "Siap Menang, Siap Kalah" oleh lima pasang capres/cawapres di Tugu Monas, Jakarta.

Visi dan Misi
Capres/cawapres dari Partai Golkar Wiranto-Gus Sholah mempunyai lima agenda yang disebut sebagai "Lima Program Penyelamatan Bangsa". Kelima program adalah:

1. Penegakan hukum dan hak asasi manusia. Penegakan hukum di Indonesia pada kenyataannya berkualitas sangat rendah dan menjadi bagian dari permasalahan bangsa. Tidak heran pula bila pemberantasan KKN gagal total. Keamanan nasional tidak dapat lagi hadir di kehidupan masyarakat. Hukum harus ditempatkan sebagai panglima dan ditegakkan secara konsisten tanpa ada penawaran, serta pemberantasan KKN yang dilakukan dengan keras sehingga keamanan nasional akan mudah diwujudkan.

2. Good governance (pembenahan stuktur pemerintahan). Harus berani melakukan restrukturisasi terhadap pembengkakan struktur organisasi pemerintahan terutama pada lembaga-lembaga negara agar kinerja lembaga-lembaga tersebut menjadi lebih efisien sehingga nantinya bisa menghemat anggaran. Di samping itu, restrukturisasi ini juga diharapkan bisa memperbaiki prosedur birokrasi yang panjang dan berbelit-belit. Proses rekrutmen kepemimpinan nasional yang berorientasi kepada kualitas harus dihidupkan kembali. Kaum perempuan harus diberikan kesempatan yang sama dengan kaum laki-laki. Otonomi daerah yang saat ini masih banyak distorsi dan terhambat oleh berbagai kendala harus tetap dilanjutkan dengan penataan kembali strategi implementasinya.

3. Pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyat termasuk penyediaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan, dan penyediaan kesehatan di desa-desa terpencil di seluruh Indonesia. Semakin membengkaknya kemiskinan dan pengangguran adalah akibat dari kegagalan pemerintah meningkatkan produktivitas masyarakat. Masyarakat membutuhkan paket kebijakan ekonomi, moneter dan investasi terpadu yang secara jelas ke arah penyediaan lapangan kerja yang seluas-luasnya. Dalam bidang kesehatan, pemerintah akan melanjutkan program pembangunan rumah sakit dan pelayanan kesehatan yang merata.

Kebijakan ekonomi yang akan diimplementasikan pemerintah baru 2004-2009 mencakup: (1) Meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan standar pendapatan, (2) memperbaiki ketidaksesuaian dalam masalah ekonomi dan sosial, (3) mereformasi iklim investasi, (4) mereformasi sektor industri, (5) mereformasi sektor pertanian, (6) mereformasi Sistem Usaha Kecil dan Menengah, (7) mereformasi sektor perbankan, (8) mereformasi sistem perpajakan, (9) meningkatkan pendapatan dari sektor migas, (10) meningkatkan pendapatan dari sektor lainnya, dan (11) memperkuat kerjaama internasional.

4. Perbaikan sistem pendidikan nasional. Perlunya suatu masterplan yang secara komprehensif menjelaskan arah dari pendidikan nasional.

5. Rekonsiliasi nasional. Bukti menunjukkan bahwa hanya bangsa yang mampu mengatasi masalah domestiknya yang berhasil mengubah nasib negaranya. Faktor ini terus diwacanakan tetapi tidak dilaksanakan dengan sungguh-sungguh. Pemimpin yang dibutuhkan adalah yang memiliki karisma, dipercaya dan dihormati oleh masyarakat dan mampu memobilisasi dukungan untuk membangun suatu sinergi dari kekuatan nasional.

Tak cuma masyarakat yang ramai-ramai memberikan dukungannya kepada "jago"-nya, namun juga para tim sukses capres sibuk membuat kelompok-kelompok yang diharapkan dapat menyedot simpati dari para calon pemilihnya kelak. Pasangan Wiranto - Gus Sholah telah menyiapkan dana 200 miliar untuk kampanye. Bahkan pembukaan "Warung Wiranto" di Jakarta, Semarang, dan Manado sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. (*)

Tim Sukses Wiranto-Gus Sholah Propinsi Bali
Ketua : I Gusti Ngurah Alit Yudha
Wakil ketua I : I Gusti Ketut Adiputra, Sm.Hk
Wakil ketua II : I Nyoman Budiartha, SE
Wakil ketua III : Ida Bagus Oka Gunasthawa, SE
Sekretaris : Drs. Dewa Made Suamba Negara
Wakil Sek I : Dewa Ayu Sri Wigunawati, SH, S.Sos

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com