Perjalanan Wiranto-Gus
Sholah ke Capres/Cawapres
* 20 April 2004
Dalam konvensi Partai Golkar yang digelar di Jakarta Hilton
Convention Center Jakarta, Wiranto menang setelah melalui dua
tahapan pemungutan suara. Wiranto meraih dukungan 315 suara
mengungguli Akbar Tandjung yang menadapat 227 suara. Konvensi
tersebut diikuti oleh lima peserta yaitu Wiranto, Akbar Tandjung,
Surya Paloh, Prabowo Subianto, dan Aburizal Bakrie. Penjaringan
capres Partai Golkar diikuti oleh 1.080 pengurus daerah dan
pusat, namun yang memiliki hak suara hanya 545 orang.
* 22 April 2004
Menurut Wiranto, pasangannya kelak harus memiliki pemikiran yang
sama untuk mengambil langkah-langkah cerdas ke depan dalam
menetralisasi permasalahan bangsa.
* 28 April 2004
DPP Partai Golkar memberikan tiga opsi pilihan bagi Wiranto
untuk mencari cawapresnya. Tiga opsi tersebut yaitu (1) Partai
Golkar bekerja sama atau berkoalisi dengan Partai Kebangkitan
Bangsa, (2) jika opsi pertama tidak bisa diterima, maka Golkar
akan melamar ormas NU untuk meminang Hasyim Muzadi, dan (3) jika
opsi kedua juga tidak bisa dilakukan, maka Golkar akan
mengajukan sendiri cawapresnya.
* 29 April 2004
Wiranto melakukan pertemuan dengan Ikatan Cendekiawan Muslim
Indonesia (ICMI). Dalam pertemuan itu Wiranto menegaskan bahwa
cawapres pilihannya adalah Hasyim Muzadi dan juga menjanjikan
kursi kabinet kepada PKB apabila nanti terpilih menjadi presiden.
Tawaran itu belum diterima PKB.
* 30 April 2004
Wiranto dan Akbar menemui Hasyim Muzadi di rumahnya. Pada
dasarnya Hasyim siap menjadi cawapres Wiranto. Tetapi Hasyim
tidak memiliki otoritas menerima atau pun menolak tawaran itu.
* 4 Mei 2004
DPP Partai Golkar secara tegas melamar Shalahuddin Wahid (Gus
Sholah) sebagai cawapres.
* 9 Mei 2004
Rapat DPP Partai Golkar di Jakarta belum memutuskan siapa yang
akan mendampingi Wiranto.
* 10 Mei 2004
Pertemuan DPP partai Golkar dengan Tim 9 DPP PKB di Jakarta
menghasilkan dukungan penuh kepada pasangan Wiranto dan Gus
Sholah.
* 11 Mei 2004
Pendeklarasian Capres-Cawapres Golkar di gedung Bidakara,
Jakarta.
* 22 Mei 2004
KPU mengeluarkan ketetapan No. 36/2004 yang isinya menetapkan
lima peserta pemilihan presiden dan wakil presiden.
* 23 Mei 2004
KPU menetapkan nomor urut pasangan capres dan cawapres. Pasangan
Wiranto-Sholahuddin Wahid mendapat nomor urut satu.
* 26 Mei 2004
Rapat pleno PKB yang dihadiri Gus Dur memutuskan secara resmi
mendukung Gus Sholah sebagai cawapres.
* 28 Mei 2004
Koalisi antara Partai Golkar dan PKB guna mendukung pasangan
Wiranto-Gus Sholah.
* 29 Mei 2004
Wiranto-Gus Sholah bertemu dengan pengurus Golkar se-Indonesia
di Hotel Hilton, Jakarta.
* 1 Juni 2004
Penandatanganan prasasti "Siap Menang, Siap Kalah"
oleh lima pasang capres/cawapres di Tugu Monas, Jakarta.
Visi dan Misi
Capres/cawapres dari Partai Golkar Wiranto-Gus Sholah mempunyai
lima agenda yang disebut sebagai "Lima Program Penyelamatan
Bangsa". Kelima program adalah:
1. Penegakan hukum dan hak
asasi manusia. Penegakan hukum di Indonesia pada kenyataannya
berkualitas sangat rendah dan menjadi bagian dari permasalahan
bangsa. Tidak heran pula bila pemberantasan KKN gagal total.
Keamanan nasional tidak dapat lagi hadir di kehidupan masyarakat.
Hukum harus ditempatkan sebagai panglima dan ditegakkan secara
konsisten tanpa ada penawaran, serta pemberantasan KKN yang
dilakukan dengan keras sehingga keamanan nasional akan mudah
diwujudkan.
2. Good governance (pembenahan
stuktur pemerintahan). Harus berani melakukan restrukturisasi
terhadap pembengkakan struktur organisasi pemerintahan terutama
pada lembaga-lembaga negara agar kinerja lembaga-lembaga
tersebut menjadi lebih efisien sehingga nantinya bisa menghemat
anggaran. Di samping itu, restrukturisasi ini juga diharapkan
bisa memperbaiki prosedur birokrasi yang panjang dan
berbelit-belit. Proses rekrutmen kepemimpinan nasional yang
berorientasi kepada kualitas harus dihidupkan kembali. Kaum
perempuan harus diberikan kesempatan yang sama dengan kaum
laki-laki. Otonomi daerah yang saat ini masih banyak distorsi
dan terhambat oleh berbagai kendala harus tetap dilanjutkan
dengan penataan kembali strategi implementasinya.
3. Pembangunan ekonomi dan
kesejahteraan rakyat termasuk penyediaan lapangan kerja,
pengentasan kemiskinan, dan penyediaan kesehatan di desa-desa
terpencil di seluruh Indonesia. Semakin membengkaknya kemiskinan
dan pengangguran adalah akibat dari kegagalan pemerintah
meningkatkan produktivitas masyarakat. Masyarakat membutuhkan
paket kebijakan ekonomi, moneter dan investasi terpadu yang
secara jelas ke arah penyediaan lapangan kerja yang
seluas-luasnya. Dalam bidang kesehatan, pemerintah akan
melanjutkan program pembangunan rumah sakit dan pelayanan
kesehatan yang merata.
Kebijakan ekonomi yang
akan diimplementasikan pemerintah baru 2004-2009 mencakup: (1)
Meningkatkan kesempatan kerja dan meningkatkan standar
pendapatan, (2) memperbaiki ketidaksesuaian dalam masalah
ekonomi dan sosial, (3) mereformasi iklim investasi, (4)
mereformasi sektor industri, (5) mereformasi sektor pertanian,
(6) mereformasi Sistem Usaha Kecil dan Menengah, (7) mereformasi
sektor perbankan, (8) mereformasi sistem perpajakan, (9)
meningkatkan pendapatan dari sektor migas, (10) meningkatkan
pendapatan dari sektor lainnya, dan (11) memperkuat kerjaama
internasional.
4. Perbaikan sistem
pendidikan nasional. Perlunya suatu masterplan yang secara
komprehensif menjelaskan arah dari pendidikan nasional.
5. Rekonsiliasi nasional.
Bukti menunjukkan bahwa hanya bangsa yang mampu mengatasi
masalah domestiknya yang berhasil mengubah nasib negaranya.
Faktor ini terus diwacanakan tetapi tidak dilaksanakan dengan
sungguh-sungguh. Pemimpin yang dibutuhkan adalah yang memiliki
karisma, dipercaya dan dihormati oleh masyarakat dan mampu
memobilisasi dukungan untuk membangun suatu sinergi dari
kekuatan nasional.
Tak cuma masyarakat yang
ramai-ramai memberikan dukungannya kepada "jago"-nya,
namun juga para tim sukses capres sibuk membuat
kelompok-kelompok yang diharapkan dapat menyedot simpati dari
para calon pemilihnya kelak. Pasangan Wiranto - Gus Sholah telah
menyiapkan dana 200 miliar untuk kampanye. Bahkan pembukaan
"Warung Wiranto" di Jakarta, Semarang, dan Manado
sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. (*)
Tim Sukses Wiranto-Gus
Sholah Propinsi Bali
Ketua : I Gusti Ngurah Alit Yudha
Wakil ketua I : I Gusti Ketut Adiputra, Sm.Hk
Wakil ketua II : I Nyoman Budiartha, SE
Wakil ketua III : Ida Bagus Oka Gunasthawa, SE
Sekretaris : Drs. Dewa Made Suamba Negara
Wakil Sek I : Dewa Ayu Sri Wigunawati, SH, S.Sos
|