kembali ke halaman depan
bunga2.gif (1033 bytes)  Minggu Wage, 6 Juni 2004 tarukan valas
 

GEBYAR


Epoeng

Mungkin Bisa Menghibur

MESKI tak sepopuler karya tari Bali lainnya, namun koreografer muda yang akrab dipanggil Epoeng ini cukup bangga. Karena, tari Jogepong yang digarapnya dalam waktu 10 hari beberapa waktu lalu, setelah dipentaskan sanggup menghibur penontonnya. "Saya sangat puas. Jogepong mungkin bisa menghibur penonton. Memang, ide awal dari penggarapan tari ini adalah untuk menghibur penonton, di samping untuk menguji kemampuan di bidang mencipta tari," papar alumnus STSI (sekarang ISI) Denpasar ini.

Pemilik nama lengkap Made Ayu Lingriati ini, tari Jogepong lebih banyak menampilkan berbagai gerak erotis. Dia mengaku, gerak ini terinspirasi dari gerak tari Joged Bumbung (Bali) dan Jaipongan (Jawa Barat). Tetapi, dalam pengembangnnya, anak kedua dari empat saudara putri pasangan I Wayan Gustra dan Made Dawita ini mengaku juga memasukkan gerak-gerak tari Barong Landung. Boleh dibilang, tari Jogepong merupakan perpaduan antara Joged dengan Jaipongan. "Saya ingin menampilkan dua karakter yang berbeda, yang sanggup dibawakan oleh seorang penari di atas pentas," kata wanita kelahiran Lombok, 24 Mei 1975 ini.

Jogepong didukung enam penari wanita dan menggunakan iringan musik dari kaset. Lalu bagaimana cara menata koreografinya? Guru tari TK dan SD ini berkata, "Mula-mula para penari wanita ini memperagakan gerak tari putri Bali. Mereka bergerak-gerak sangat lembut, lemah gemulai dan ekspresi mukanya sangat kalem, namun tetap mengundang perhatian penonton dengan seledet mata dan senyumnya yang khas itu. Hanya saja, para penari ini tidak menampilkan wajah secara keseluruhan, karena memakai cadar. Setelah cadar dibuka, penari kemudian memperlihatkan bentuk mulutnya yang lucu-lucu. Dan seketika itu pula dilakukan penyesuaian gerak tari dengan lebih banyak melakukan gerakan erotis. Pada babak ini para penari mengajak penonton ikut menari atau ngibing," papar penata gerak tari LCKG (1997) dan (2000) dan pernah sebagai peserta "Temu Kader Koreografer Wanita Indonesia" di Solo pada 2001 ini. (buda)

 

 

ke atas

 
LIVE RADIO GLOBAL
Live Radio Global FM Kinijani

 

ACARA RADIO & TV

 

CUACA

www.bali-travelnews.com