|
Tanggapan
Soal Penanggulangan Demam Berdarah
Menanggapi
surat pembaca berjudul ''Perang Melawan Demam Berdarah''
yang disampaikan oleh Bp. M. Choirul Hadi, SKM., M.Kes.
(Bali Post, 16/1) kami dari Dikes Kota Denpasar
mengucapkan terima kasih. Setelah membaca poin-poin yang
disampaikan, pemikiran kita sebenarnya tidak jauh berbeda.
Selain
penyemprotan, ada beberapa terobosan yang telah kami
lakukan beberapa tahun terakhir ini, antara lain: 1. Bulan
September 2002 telah melatih dan membentuk kader inti PSN
se-Kota Denpasar masing-masing desa/kelurahan terdiri atas
dua orang kader.
2.
Bulan Oktober 2002 telah melatih kepala sekolah dan
guru-guru UKS se-Kota Denpasar sebagai bentuk peran serta
masyarakat sekolah dalam kegiatan PSN dengan pola kegiatan
yang kita sebut Pemeriksaan Jentik Berkala Anak Sekolah (PJB-AS).
3.
Bulan Desember 2002 melatih dua orang tenaga desa/kelurahan
sebagai tenaga pengawas dalam kegiatan pemblokiran fokus
maupun sebagai tenaga penyemprot apabila sewaktu-waktu
terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) sehingga wilayah yang
diblokir bisa lebih luas dan lebih cepat.
4.
Bulan Januari 2003 melatih dan membentuk Kader PNS
Dasawisma di masing-masing banjar. Di mana kegiatan PSN
ini akan dilakukan secara rutin seminggu sekali secara
bergiliran di rumah anggotanya masing-masing.
5.
Bulan November 2003 melatih Tim Kelompok Kerja Operasional
(Pokjanal) DBD di Kota Denpasar dari tingkat desa/kelurahan
sampai dengan tingkat Kota Denpasar agar seluruh anggota
tim mempunyai visi dan misi yang sama dalam rangka
penanggulangan DBD maupun membudayakan PSN (pemberantasan
sarang nyamuk).
6.
Membuat pola pemantauan yang kita sebut ''Sistem
Kewaspadaan Dini''. Sistem ini timbul berdasarkan hasil
evaluasi kita terhadap ''gambaran'' perkembangan kasus DBD
yang terjadi dari tahun ke tahun bilamana kita perlu
melakukan kewaspadaan untuk mengantisipasi terjadinya
peningkatan kasus DBD disesuaikan dengan sikon yang ada di
lapangan. Kegiatan-kegiatan yang tercakup dalam sistem ini:
penyuluhan, pemberantasan jentik, abatesasi, sweeping
daerah-daerah potensial, serta pengenalan tempat
perkembangbiakan serta jentik nyamuk aedes aegypty.
7.
Dalam tahun 2004 ini kami akan merancang sebuah acara
yaitu Lomba Banjar Bebas Jentik se-Kota Denpasar. Dari
lomba ini kita harapkan masing-masing banjar berlomba
untuk mendapatkan yang terbaik dengan hadiah yang kita
buat semenarik mungkin.
Kepada
Bp. Choirul serta semua pihak yang barangkali mempunyai
pemikiran ''gres'' dalam penanggulangan DBD, pintu Dikes
Kota Denpasar terbuka lebar, sehingga kita bisa
mendiskusikan formula yang lebih jitu dalam penanggulangan
DBD.
Dari
hasil evaluasi kami terhadap jumlah kasus yang terjadi
pada tahun 2003 memang menunjukkan penurunan ñ 30% dari
tahun sebelumnya. Tentunya hasil tersebut belum memenuhi
target sesuai keinginan kami. Untuk itulah kami memerlukan
bantuan dari semua pihak agar program pemberantasan Demam
Berdarah bergema lebih luas lagi.
Kami
mengharapkan seluruh komponen masyarakat ikut
berpartisipasi secara aktif untuk mewujudkan Denpasar
Berwawasan Budaya. Salah satu yang sesegera mungkin harus
kita laksanakan adalah budaya hidup bersih dan sehat
sebagai fondasi melaksanakan kegiatan PSN.
Atas
nama Kepala Dinas Kesehatan
Kota Denpasar
Kasie P2B2,
IGN B. Bambang Suryadhi, S.T.
|