kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Kliwon, 24 Januari 2004

 Surat Pembaca


Tanggapan Soal Penanggulangan Demam Berdarah

Menanggapi surat pembaca berjudul ''Perang Melawan Demam Berdarah'' yang disampaikan oleh Bp. M. Choirul Hadi, SKM., M.Kes. (Bali Post, 16/1) kami dari Dikes Kota Denpasar mengucapkan terima kasih. Setelah membaca poin-poin yang disampaikan, pemikiran kita sebenarnya tidak jauh berbeda.

Selain penyemprotan, ada beberapa terobosan yang telah kami lakukan beberapa tahun terakhir ini, antara lain: 1. Bulan September 2002 telah melatih dan membentuk kader inti PSN se-Kota Denpasar masing-masing desa/kelurahan terdiri atas dua orang kader.

2. Bulan Oktober 2002 telah melatih kepala sekolah dan guru-guru UKS se-Kota Denpasar sebagai bentuk peran serta masyarakat sekolah dalam kegiatan PSN dengan pola kegiatan yang kita sebut Pemeriksaan Jentik Berkala Anak Sekolah (PJB-AS).

3. Bulan Desember 2002 melatih dua orang tenaga desa/kelurahan sebagai tenaga pengawas dalam kegiatan pemblokiran fokus maupun sebagai tenaga penyemprot apabila sewaktu-waktu terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) sehingga wilayah yang diblokir bisa lebih luas dan lebih cepat.

4. Bulan Januari 2003 melatih dan membentuk Kader PNS Dasawisma di masing-masing banjar. Di mana kegiatan PSN ini akan dilakukan secara rutin seminggu sekali secara bergiliran di rumah anggotanya masing-masing.

5. Bulan November 2003 melatih Tim Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) DBD di Kota Denpasar dari tingkat desa/kelurahan sampai dengan tingkat Kota Denpasar agar seluruh anggota tim mempunyai visi dan misi yang sama dalam rangka penanggulangan DBD maupun membudayakan PSN (pemberantasan sarang nyamuk).

6. Membuat pola pemantauan yang kita sebut ''Sistem Kewaspadaan Dini''. Sistem ini timbul berdasarkan hasil evaluasi kita terhadap ''gambaran'' perkembangan kasus DBD yang terjadi dari tahun ke tahun bilamana kita perlu melakukan kewaspadaan untuk mengantisipasi terjadinya peningkatan kasus DBD disesuaikan dengan sikon yang ada di lapangan. Kegiatan-kegiatan yang tercakup dalam sistem ini: penyuluhan, pemberantasan jentik, abatesasi, sweeping daerah-daerah potensial, serta pengenalan tempat perkembangbiakan serta jentik nyamuk aedes aegypty.

7. Dalam tahun 2004 ini kami akan merancang sebuah acara yaitu Lomba Banjar Bebas Jentik se-Kota Denpasar. Dari lomba ini kita harapkan masing-masing banjar berlomba untuk mendapatkan yang terbaik dengan hadiah yang kita buat semenarik mungkin.

Kepada Bp. Choirul serta semua pihak yang barangkali mempunyai pemikiran ''gres'' dalam penanggulangan DBD, pintu Dikes Kota Denpasar terbuka lebar, sehingga kita bisa mendiskusikan formula yang lebih jitu dalam penanggulangan DBD.

Dari hasil evaluasi kami terhadap jumlah kasus yang terjadi pada tahun 2003 memang menunjukkan penurunan ñ 30% dari tahun sebelumnya. Tentunya hasil tersebut belum memenuhi target sesuai keinginan kami. Untuk itulah kami memerlukan bantuan dari semua pihak agar program pemberantasan Demam Berdarah bergema lebih luas lagi.

Kami mengharapkan seluruh komponen masyarakat ikut berpartisipasi secara aktif untuk mewujudkan Denpasar Berwawasan Budaya. Salah satu yang sesegera mungkin harus kita laksanakan adalah budaya hidup bersih dan sehat sebagai fondasi melaksanakan kegiatan PSN.

Atas nama Kepala Dinas Kesehatan
Kota Denpasar
Kasie P2B2,
IGN B. Bambang Suryadhi, S.T.

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)