|
Sosialisasi
Pemilu agar lebih Gencar ke Desa
Gaung
pemilu sudah di ambang pintu. Namun pesta demokrasi yang
mempunyai makna dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat
kini tinggal slogan belaka. Karena apa yang menjadi
tradisi ini tidak lebih dari sekadar seremoni belaka, dan
pestanya para politikus dan pejabat-oejabat negara. Rakyat
tidak merasakan dampak ke arah kondisi yang lebih baik
setiap ada pemilu, malah saling curiga, baku hantam di
antara teman sendiri. Setiap pemilu berlangsung rakyatlah
yang menjadi korban dan setelah pemilu usai pemerintah
sibuk dengan urusannya masing-masing.
Contohnya
apa yang terjadi di desa kelahiran saya, Sayan,
Ubud-Gianyar, tidak jelas mulai dari PPS, PPK, KPUD,
Panwaslu atau apalah namanya. Siapa orang-orang yang duduk
di lembaga tersebut, siapa yang menunjuk, tidak
dipublikasikan, kami hanya mengetahui dari mulut ke mulut.
Di sisi
lain, dalam Daftar Pemilih Sementara dan kemudian Daftar
Pemilih Tetap banyak orang yang tidak terdaftar di banjar
setempat, tetapi terdaftar di banjar lain. Juga ada yang
tidak terdaftar sama sekali. Karena menurut informasi yang
saya dengar dan saya baca di koran, pemilu kali ini
menggunakan sistem proporsional terbuka dengan sistem blok.
Saya kira sistem blok tidak tepat digunakan di Bali, oleh
karena itu rakyat terkesan tak acuh, dan tidak mau
proaktif seperti yang dianjurkan KPU. Karena semua itu
adalah tugas KPU.
Rakyat
terkesan apatis dan pesimis terhadap kinerja KPUD dan
Panwaslu Bali. Apalagi sekretariat kedua lembaga formal
tersebut banyak yang tidak mengetahui tempatnya, termasuk
saya. Kalau boleh saya tahu di manakah sekretariat kedua
lembaga tersebut, apakah ada cabang-cabangnya di kabupaten
(kota), kecamatan dan desa-desa?
Saya
berharap kepada KPU khususnya KPUD Bali agar lebih gencar
mensosialisasikan tata cara pencoblosan ke desa-desa.
Karena di desalah yang paling banyak pemilihnya dan banyak
yang tidak tahu prosesnya karena pemilu ini berbeda dengan
pemilu sebelumnya.
Saya
juga ingin mengimbau, kalau ingin pemilu ini berjalan
lancar dan sukses, masyarakat hendaknya menggunakan hak
pilihnya secara benar dan tepat demi terciptana Indonesia
yang aman, tentram dan sejahtera dalam rangka persatuan
dan kesatuan bangsa.
I
Made Suardika
Br.Sindu Sayan, Ubud, Gianyar
|