Lotre
Ala KONI Diluncurkan 1 Februari
Jakarta
(Bali Post) -
Kalau tidak ada aral melintang, lotre atau kupon undian
olah raga berhadiah hasil kerja sama KONI Pusat dengan PT
Magnum Metropolitan Indonesia (MMI) akan diluncurkan 1
Februari mendatang. Sebelum diluncurkan, KONI akan
melakukan dengar pendapat dengan Komisi VI DPR-RI pada 29
Januari.
Demikian ditegaskan
Ketua Umum KONI Pusat, Agum Gumelar, kepada wartawan di
Jakarta, Jumat (23/1) kemarin, sehubungan dengan
kontroversi di masyarakat tentang rencana penggalangan
dana olah raga melalui penjualan kupon undian berhadiah
ala KONI itu dikarenakan sosialisasi ke masyarakat sangat
minim.
Menurut dia, ada
banyak proposal yang masuk ke KONI tetapi hanya satu yang
bisa diterima dan mendapat izin dari Mensos karena unsur
judinya tidak ada sama sekali. ''Sebelumnya ada dua
proposal dari MMI yang masuk ke Depsos, namun semuanya
ditolak karena masih ada unsur judinya. Nah, pada proposal
ketiga yang sudah revisi, barulah Depsos mengeluarkan izin,''
katanya.
Dikategorikan bebas
dari unsur judi karena penggalangan dana olah raga melalui
penjualan kupon undian berhadiah itu tak ditemukan unsur
tebak-menebak angka maupun nomor. Kupon undian berhadiah
dijual di setiap tempat pertandingan olah raga. Yang
diundi hanyalah nomor yang tertera dalam kupon yang nilai
hadiahnya disesuaikan dengan harga kupon itu sendiri.
Sebagai contoh, kupon berhadiah Rp 100 juta, harga tiket
pertandingannya Rp 10.000.
Mengenai berapa
besar persentase yang diperoleh KONI Pusat, Agum
mengatakan hal itu baru akan disepakati dalam perjanjian
kerja sama dengan PT MMI. Dalam kalkulasi sementara pihak
MMI, KONI dalam setiap bulan bisa menerima dana sekitar Rp
3 milyar. (035)
|