kembali ke halaman depan

 

 

 

 

Sabtu Kliwon, 24 Januari 2004

 Nusatenggara


APBD Lotim Diarahkan untuk Kesejahteraan PNS

Selong (Bali Post) -
Panitia anggaran (panggar) legislatif akan melakukan koreksi total terhadap RAPBD Lotim tahun 2004 yang segera akan disampaikan eksekutif ke DPRD. Selaku pemegang hak budget (anggaran), DPRD akan mengarahkan anggaran tersebut untuk lebih memperhatikan kesejahteraan PNS dan guru negeri.

Wakil Ketua DPRD Lotim, H. Djumad Dachlan, kepada wartawan di Selong, Jumat (23/1) kemarin, menyatakan keberpihakan anggaran kepada PNS dan guru negeri itu harus ditujukan mulai tahun anggaran 2004. ''PNS dan guru negeri selama ini seolah-olah menjadi sapi perahan, dituntut loyalitas tinggi, tetapi tak dibarengi dengan kesejahteraan yang memadai,'' kata Djumad yang juga Ketua DPC PDI-P Lotim itu.

PNS dan guru negeri, katanya, selalu menjadi sasaran empuk pemotongan gaji untuk sumbangan-sumbangan atau iuran. ''Belakangan ini, justru gaji mereka (PNS dan guru negeri) dipotong 1,5 persen setiap bulan untuk membayar zakat,'' katanya seraya menambahkan sedangkan pemotongan tersebut masih menjadi pro-kontra di kalangan PNS dan guru negeri sendiri. ''Untuk perimbangan antara tugas dan tanggung jawab, juga antara pengabdian dan kesejahteraan, pemotongan gaji harus disiasati dengan perbaikan kesejahteraan,'' tambahnya.

Dijelaskan, pada tahun anggaran 2003, tunjangan kesejahteraan PNS dan guru negeri masing-masing Rp 50.000/bulan yang diterima setiap tiga bulan. ''Setidaknya meningkat menjadi Rp 75.000/bulan. Bahkan, kalau bisa Rp 100.000/bulan,'' katanya.

Namun, untuk mengalokasikan anggaran tunjangan kesejahteraan dimaksud, menurut Djumad yang juga Wakil Ketua Panggar Legislatif tersebut, anggaran yang dialokasikan untuk hal-hal yang bersifat glamor atau pembiayaan rapat-rapat akan dipangkas.

Peningkatan kesejahteraan untuk PNS dan guru negeri dianggap penting, karena PNS dituntut harus lebih baik dari tahun sebelumnya. ''Kalau kita sepakat menginginkan kualitas SDM masyarakat Lotim lebih meningkat, kita juga harus sependapat untuk meningkatkan kualitas sarana, prasarana serta perangkat yang ada, termasuk kesejahteraan para guru,'' katanya.

Menurutnya, mengacu kepada visi dan misi bupati, sebaiknya pembanguan selalu dikaitkan kesejahteraan masyarakat. Djumad mencontohkan, soal pembangunan Bendungan Pandanduri, Desa Suwangi. ''Kami akan bicarakan bersama eksekutif agar mulai tahun anggaran 2004 berbagai persiapan dilakukan,'' katanya.

Salah satu di antaranya, pengalokasian anggaran untuk pembebasan tanah genangan dam raksasa itu. ''Kalau tidak dimulai dari sekarang, lalu kapan lagi?'' kata Djumad. (038)

 

CUACA


ACARA TV & RADIO


Radio Global FM 99,15 (LIVE)